Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Suaranya Menggetarkan Jiwa, Ternyata Ini Fungsi Gong dalam Gamelan Jawa

Dharaka R. Perdana • Minggu, 1 Juni 2025 | 04:35 WIB

Seperangkat gong yang menjadi bagian gamelan Jawa. (FACEBOOK GOGOT BAYU BASKORO)
Seperangkat gong yang menjadi bagian gamelan Jawa. (FACEBOOK GOGOT BAYU BASKORO)

TRENGGALEK NJENGGELEK – Dalam setiap pertunjukan gamelan Jawa, satu suara selalu menjadi penanda kuat bagi para pendengar maupun pemain adalah gong.

Instrumen berukuran besar ini tidak hanya menghasilkan suara yang dalam dan menggetarkan, tapi juga memegang peran penting dalam struktur musikal gamelan Jawa.

Baca Juga: Bentuknya Mirip, Inilah Perbedaan Saron, Demung, dan Peking dalam Gamelan Jawa

Gong besar, atau sering disebut gong ageng, menjadi simbol kesatuan irama dan nafas dalam setiap gendhing yang dimainkan dengan gamelan Jawa.

Secara fisik, gong memiliki bentuk bundar dengan tonjolan di bagian tengah, disebut "pencon", yang menjadi pusat bunyinya.

Baca Juga: Beda dengan Gamelan Jawa, Ini Ciri Khas Gamelan Bali yang Mencolok dan Unik

Gong biasanya digantung secara vertikal di dalam bingkai kayu berukir, dan dimainkan dengan alat pemukul khusus yang dilapisi kain tebal agar menghasilkan suara yang bulat dan mantap.

Dalam tradisi gamelan Jawa, gong tidak sekadar sebagai alat musik ritmis. Gong bertugas menandai akhir kalimat musik, atau disebut "seleh". 

Sekaligus menjadi penanda satuan waktu besar yang disebut gatra atau wilangan.

Baca Juga: Gamelan Jawa Timuran Berbeda dengan Jawa Tengah, Ternyata Hal Ini Jadi Pemicunya

1. Gong Ageng (gong besar) dimainkan untuk menandai akhir siklus irama dalam struktur lagu.

2. Gong Suwukan atau gong kecil digunakan dalam bagian yang lebih cepat dan ringan, sering bergantian dengan gong ageng.

Baca Juga: Inilah Perbedaan Gamelan Jawa dan Gamelan Sunda, Ternyata Filosofinya Bertolak Belakang

Gong hanya dibunyikan pada momen-momen tertentu, namun justru dari ketepatan pukulan gong inilah keseluruhan irama gamelan bisa terjaga dengan harmonis.

Suara gong dikenal panjang, dalam, dan menggema, menciptakan efek spiritual dan menenangkan.

Dalam kepercayaan Jawa, gong dianggap sebagai simbol “nyawa” dalam ansambel gamelan, sekaligus pembawa ketenangan dan keseimbangan.

Gong juga kerap digunakan dalam upacara adat, pembukaan acara resmi, hingga pertunjukan wayang kulit dan tari tradisional. ****

 

 

Love Live! School Idol Project
Love Live! School Idol Project
IDOLiSH7
IDOLiSH7
Aikatsu!
Aikatsu!
Zombieland Saga
Zombieland Saga
The iDOLM@STER
The iDOLM@STER
Editor : Dharaka R. Perdana
#gamelan jawa #menggetarkan #gong