Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

6 Jenis Kendang dalam Gamelan Jawa, Nomor 2 Sering Mengiringi Campursari

Dharaka R. Perdana • Minggu, 1 Juni 2025 | 04:55 WIB

Dua jenis kendang yang lazim ditemukan dalam gamelan Jawa. (FACEBOOK HYUNKI BEK)
Dua jenis kendang yang lazim ditemukan dalam gamelan Jawa. (FACEBOOK HYUNKI BEK)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Kendang merupakan salah satu alat musik utama dalam gamelan Jawa.

Instrumen ini berfungsi sebagai pengatur irama dan tempo dalam pertunjukan musik tradisional. Namun, tidak semua kendang dalam gamelan Jawa memiliki bentuk dan fungsi yang sama.

Terdapat beberapa jenis kendang yang masing-masing memiliki karakteristik, ukuran, dan teknik permainan yang berbeda dalam instrumen gamelan Jawa.

Berikut ini adalah jenis-jenis kendang dalam gamelan Jawa lengkap dengan fungsi dan ciri khasnya, yang penting diketahui oleh pecinta seni karawitan maupun pelajar budaya Nusantara.

Baca Juga: Suaranya Menggetarkan Jiwa, Ternyata Ini Fungsi Gong dalam Gamelan Jawa

1. Kendang Gendhing

Kendang gendhing adalah kendang berukuran besar yang digunakan dalam lagu-lagu lambat dan bersifat agung.

Fungsinya sebagai pengatur tempo utama dalam gendhing klasik, namun karakternya cenderung lambat namun stabil.

Biasanya digunakan dalam upacara adat dan pertunjukan formal seperti klenengan atau wayang kulit klasik.

Baca Juga: Bentuknya Mirip, Inilah Perbedaan Saron, Demung, dan Peking dalam Gamelan Jawa

2. Kendang Ciblon

Kendang ciblon (juga disebut kendang batangan) adalah kendang berukuran sedang dengan teknik pukulan yang variatif dan rumit.

Nama "ciblon" berasal dari permainan air mandi dalam budaya Jawa, yang ritmenya dinamis dan tidak monoton.

Kendang ciblon biasanya untuk  mengiringi lagu-lagu cepat, tari, dan pertunjukan dinamis. Hal ini sesuai karakternya yang berirama lincah dan punya banyak variasi pukulan..

3. Kendang Ketipung

Kendang ketipung adalah kendang kecil yang biasa dimainkan bersamaan dengan kendang ciblon atau kendang gendhing.

Fungsinya untuk menambah aksen ritmis dan mempercepat irama. Hal ini ditunjang karakter suara yang tajam dan cepat. Sehingga biasa untuk mengisi irama dalam lancaran atau ladrang.

4. Kendang Wayang

Sesuai namanya, kendang wayang digunakan secara khusus dalam pertunjukan wayang kulit maupun wayang orang. Jenis ini sangat fleksibel dalam mengikuti suasana adegan wayang.

Baca Juga: Beda dengan Gamelan Jawa, Ini Ciri Khas Gamelan Bali yang Mencolok dan Unik

Biasanya untuk mengiringi suasana dramatik (perang, sedih, lucu). Hal ini ditunjang karakter kendang ini yang memiliki ritme berubah-ubah sesuai lakon.

5. Kendang Kalih

Kendang kalih adalah istilah untuk dua kendang yang dimainkan bersama, biasanya kombinasi kendang ciblon dan ketipung.

Baca Juga: Inilah Perbedaan Gamelan Jawa dan Gamelan Sunda, Ternyata Filosofinya Bertolak Belakang

Kendang jenis ini memberi variasi dinamis dalam tempo dan ritme. Apalagi didukung harmoni pukulan yang saling melengkapi. Umum digunakan dalam lagu-lagu energik dan tari cepat.

6. Kendang Ageng

Kendang ageng merupakan kendang terbesar dalam gamelan Jawa, dengan suara paling dalam.

Fungsinya digunakan pada bagian-bagian penting dalam gendhing sakral atau upacara besar. Hal ini ditunjang karakter suara yang menggelegar, lambat, namun penuh makna.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#kendang #Tempo #pengatur irama #gamelan jawa