Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sama-sama dari Jawa Timur, Ini Perbedaan Kendang Cekdong dan Kendang Banyuwangen

Dharaka R. Perdana • Senin, 2 Juni 2025 | 04:58 WIB

Ada perbedaan antara kendang cekdong (kiri) dan Banyuwangen.
Ada perbedaan antara kendang cekdong (kiri) dan Banyuwangen.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Indonesia dikenal dengan kekayaan musik tradisionalnya, dan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak jenis irama kendang yang unik.

Di antara yang paling mencolok di Jawa Timur adalah kendang cekdong dan kendang Banyuwangen.

Meski sama-sama berasal dari Jawa Timur, keduanya memiliki karakter, teknik, dan fungsi yang sangat berbeda dalam dunia seni pertunjukan.

Baca Juga: 6 Jenis Kendang dalam Gamelan Jawa, Nomor 2 Sering Mengiringi Campursari

1. Asal-Usul Budaya

Kendang cekdong berkembang di wilayah tengah Jawa Timur yang terkenal dengan budaya Arekan, khususnya di wilayah Surabaya, dan sekitarnya..

Gaya ini sering digunakan dalam tari remo dan ludruk Jawa Timuran.

Sedangkan kendang Banyuwangen berasal dari Banyuwangi, daerah paling timur Pulau Jawa, kendang ini menjadi bagian penting dari budaya Using.

Umumnya digunakan untuk mengiringi tari Gandrung, Seblang, Janger, serta musik Osing.

Baca Juga: Suaranya Menggetarkan Jiwa, Ternyata Ini Fungsi Gong dalam Gamelan Jawa

2. Gaya dan Teknik Permainan

Pada kendang cekdong dikenal dari pola bunyi “cek – cek – dong” yang ritmis dan menghentak. Permainannya berulang, teatrikal, dan dinamis.

Sedangkan kendang Banyuwangen memiliki teknik pukulan lebih cepat dan padat, sangat sesuai dengan gerakan tari Gandrung yang enerjik.

Lebih konsisten dan fokus pada ketukan stabil dibandingkan improvisasi. Permainan kendangnya tegas, padat, dan terkontrol.

3. Bentuk dan Karakter Suara

Kendang cekdong biasanya dimainkan secara berpasangan kendang besar dan ketipung kecil. Hal ini menghasilkan kombinasi suara bas (dong) dan tinggi (cek).

Memberikan aksen dinamis dan dramatik dalam pertunjukan rakyat.

Sedangkan kendang Banyuwangen yang bentuknya lebih ramping dan panjang menghasilkan suara yang tajam, terang, dan ritmis cepat. Menonjolkan kestabilan ritme, bukan eksplorasi pukulan.

Baca Juga: 6 Jenis Kendang dalam Gamelan Jawa, Nomor 2 Sering Mengiringi Campursari

4. Fungsi dalam Pertunjukan

Fungsi kendang cekdong digunakan dalam pertunjukan rakyat massal, karena memberikan energi magis, dramatik, dan dinamis. Sering dimainkan dalam suasana trance atau atraksi kekuatan supranatural.

Sedangkan kendang Banyuwangen dipakai dalam pertunjukan tari Gandrung, Seblang, dan Janger. Kendang ini bisa mengatur tempo tarian yang anggun tapi bersemangat. Bahkan menjadi bagian inti dari musik tradisi Using yang mulai mendunia.

 

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#kendang banyuwangen #perbedaan #kendang cekdong #Jawa Timur