Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenalkan 9 Jenis Kendang Khas Pulau Bali, Ternyata Ini Ciri Khasnya

Dharaka R. Perdana • Selasa, 3 Juni 2025 | 06:07 WIB

Kendang Bali punya ciri khas tersendiri dibandingkan kendang dari Jawa. (FACEBOOK PUTRA SUADNYANA)
Kendang Bali punya ciri khas tersendiri dibandingkan kendang dari Jawa. (FACEBOOK PUTRA SUADNYANA)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Gamelan tidak hanya dimonopoli di wilayah Pulau Jawa, bahkan di Pulau Bali juga memilik gamelan tradisional.

Bahkan gamelan atau karawitan Bali memiliki keunikan tersendiri, yakni seni musik tradisional yang penuh dengan ragam instrumen.

Salah satu instrumen terpenting dalam setiap barungan gamelan adalah kendang Bali.

Dalam tradisi Bali, kendang tidak hanya sebagai penentu ritme, tetapi juga sebagai pemimpin dinamika dalam pertunjukan musik dan tari.

Baca Juga: Bentuknya Mirip, Tapi Hal Berikut yang Membedakan Slenthem dan Gender dalam Gamelan Jawa

1. Kendang Mebarung: Kendang Terbesar dari Jembrana

Kendang Mebarung adalah kendang terbesar dalam karawitan Bali, dengan panjang mencapai 185–200 cm dan diameter antara 74–80 cm.

Kendang ini menjadi bagian dari barungan Gamelan Angklung (dengan tangga nada slendro empat nada), dan hanya ditemukan di Kabupaten Jembrana.

2. Kendang Tambur: Kendang Upacara dan Prajurit

Dikenal di Kabupaten Karangasem, kendang tambur memiliki ukuran panjang sekitar 72 cm, dengan diameter besar 54 cm dan kecil 44 cm.

Baca Juga: 6 Jenis Kendang dalam Gamelan Jawa, Nomor 2 Sering Mengiringi Campursari

Kendang ini digunakan dalam upacara Dewa Yadnya dan juga sebagai pengiring prajurit kerajaan saat berangkat perang.

3. Kendang Bedug (Bebedug): Versi Kecil Kendang Tambur

Kendang bebedug mirip dengan kendang tambur namun berukuran lebih kecil. Instrumen ini merupakan bagian dari barungan Gamelan Gong Beri, yang digunakan dalam tarian sakral Baris Cina.

Hanya bisa ditemukan di Desa Renon dan Banjar Semawang, Denpasar Selatan.

4. Kendang Cedugan (Pepanggulan): Kendang Pukulan Palu

Kendang ini dimainkan dengan panggul (alat pemukul), dan karenanya juga dikenal sebagai kendang pepanggulan.

Panjangnya antara 69–72 cm, dan diameternya bervariasi. Digunakan dalam gamelan Gong Kebyar, Baleganjur, dan Gong Gede.

Baca Juga: Suaranya Menggetarkan Jiwa, Ternyata Ini Fungsi Gong dalam Gamelan Jawa

5. Kendang Gupekan: Kendang Tangan Gamelan Kebyar

Kendang gupekan dimainkan dengan tangan, bukan panggul. Umumnya digunakan dalam gamelan Gong Kebyar, bisa dimainkan secara tunggal atau berpasangan.

Kendang wadon (lebih besar): panjang 67–72 cm, diameter besar 27–32 cm.

Kendang lanang (lebih kecil): panjang 65–70 cm, diameter besar 26–29 cm.

Baca Juga: Bentuknya Mirip, Inilah Perbedaan Saron, Demung, dan Peking dalam Gamelan Jawa

6. Kendang Bebarongan: Ukuran “Tanggung” untuk Tarian Bebarongan

Jenis kendang ini digunakan dalam gamelan Bebarongan, memiliki ukuran sedang (tidak besar, tidak kecil). Panjangnya 62–65 cm, dan dimainkan dengan atau tanpa panggul.

7. Kendang Krumpungan: Kendang Tradisional Pegambuhan

Kata krumpungan berasal dari bunyi “pung”—sebuah onomatope dari suara kendang ini.

Dimainkan dengan tangan dan berpasangan, kendang ini digunakan dalam gamelan Pegambuhan dan Palegongan.

Kendang wadon: panjang 55–57 cm, diameter besar 24,5–25 cm.

Kendang lanang: panjang sama, diameter lebih kecil 23,5–24 cm.

8. Kendang Batel 

Kendang ini mempunyai banyak kesamaan dengan kendang krumpungan baik dari segi bentuk maupun cara memainkannya.

Adapun perbedaan antara kendang batel dengan kendang krumpungan adalah kendang batel memiliki ukuran yang sedikit lebih kecil dari kendang krumpungan.

Baca Juga: Beda dengan Gamelan Jawa, Ini Ciri Khas Gamelan Bali yang Mencolok dan Unik

Selain itu, kendang batel biasanya dipergunakan untuk mengiringi gamelan Pengarjan dan gamelan Batel Wayang.

Kendang wadon mempunyai diameter tebokan besar 23-24cm, panjang 52-55cm dan diameter tebokan kecil 19cm.

Sedangkan kendang lanang mempunyai diameter tebokan besar 22-22,5cm, panjang 52-55cm dan diameter tebokan kecil 18cm.

Baca Juga: Inilah Perbedaan Gamelan Jawa Bernada Slendro dan Pelog, Siapa yang Tertua?

9. Kendang Angklung 

Kendang ini merupakan jenis kendang terkecil dari semua jenis kendang di Pulau Bali.

Kendang ini mempunyai ukuran panjang antara 25-27cm, diameter tebokan besar 12-17cm dan diameter tebokan kecil antara 7-12cm.

Karena ukuran dari kendang angklung ini kecil, maka mempergunakan panggul yang kecil pula.

 

 

Mobil BMW yang masih dikejar polisi
Mobil BMW yang masih dikejar polisi
Editor : Dharaka R. Perdana
#karawitan bali #pulau bali #kendang bali