Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Malam 1 Suro 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Berikut Ritual yang Dilakukan Masyarakat Jawa

Dharaka R. Perdana • Minggu, 8 Juni 2025 | 05:31 WIB

Kirab pusaka yang selalu dilakukan Keraton Surakarta setiap malam 1 Suro setiap tahun. (RADAR SOLO)
Kirab pusaka yang selalu dilakukan Keraton Surakarta setiap malam 1 Suro setiap tahun. (RADAR SOLO)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Malam 1 Suro selalu dinantikan banyak orang, khususnya masyarakat Jawa. 

Alasannya, masyarakat Jawa menilai malam 1 Suro merupakan malam yang sakral. Lalu malam keramat ini jatuh tanggal berapa?

Pada tahun ini, 1 Suro 2025 jatuh pada Jumat Kliwon, 27 Juni mendatang artinya malam 1 Suro jatuh pada Kamis Wage 26 Juni mendatang.

Baca Juga: Tempe dan Daging Kurban: Menyadari Perbedaan Nilai Makanan dalam Perspektif Ekonomi dan Budaya

Tanggal ini menandai awal tahun baru dalam kalender Jawa dan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Jawa.

Malam 1 Suro adalah malam pertama dalam tahun baru Jawa dan sering dianggap malam yang sakral.

Tak mustahil pada malam 1 Suro banyak kegiatan spiritual yang dilakukan masyarakat.

Baca Juga: Bali Bakal Menggelar Pesta Kesenian Keindahan Budaya dan Keberagaman Budaya

Tradisi ini bermula dari perpaduan kalender Jawa dan Islam yang dimulai pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram pada abad ke-17.

Malam 1 Suro diperingati dengan berbagai tradisi dan ritual, antara lain:

1. Kirab Pusaka

Di Keraton Surakarta, diadakan kirab pusaka yang melibatkan arak-arakan benda-benda pusaka keraton, seperti keris dan gamelan.

Baca Juga: Sejarah Gamelan di Indonesia, Warisan Budaya Nusantara yang Mendunia

Ritual ini bertujuan untuk membersihkan dan melindungi masyarakat dari pengaruh buruk.

2. Tapa Bisu Mubeng Beteng

Di Keraton Yogyakarta, terdapat tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng, di mana para abdi dalem dan masyarakat berjalan mengelilingi benteng keraton dalam keheningan sebagai simbol introspeksi diri dan permohonan ampunan.

3. Jamasan Pusaka

Jamasan pusaka adalah ritual membersihkan benda pusaka milik keraton, seperti senjata dan gamelan.

Baca Juga: Mengikuti Kemeriahan Seloan Agung Munjungan 2025 , Pertahankan Warisan Budaya dan Semangat Lestarikan Alam

Ritual ini bertujuan untuk merawat dan menghormati warisan leluhur serta menyambut datangnya malam 1 Suro.

4. Ziarah Makam Leluhur

Masyarakat Jawa sering melakukan ziarah ke makam leluhur untuk mendoakan arwah mereka dan memohon berkah serta perlindungan. 

5. Tirakatan dan Doa Bersama

Tirakatan adalah upacara untuk membersihkan diri dan lingkungan dari pengaruh negatif atau roh jahat.

Baca Juga: Asal Usul Nama Tiongkok di Indonesia: Jejak Sejarah, Diplomasi, dan Rekonsiliasi Budaya

Biasanya, prosesi ini melibatkan pemandian keris atau benda pusaka lainnya, yang dipercaya memiliki kekuatan magis.

6. Grebeg Suro di Ponorogo

Grebeg Suro adalah acara tahunan di Ponorogo yang melibatkan pertunjukan reog, pagelaran pusaka, bedhol pusaka, dan ziarah makam.

Jamasan pusaka atau ritual membersihkan benda pusaka digelar pada malam satu Suro.

7. Ledug Suro di Magetan

Ledug Suro adalah tradisi di Magetan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Tradisi ini digelar dengan sederet kegiatan, seperti lomba lesung bedhug dan roti bolu yang nantinya dijadikan rebutan warga. 

Berbagai spesimen ular yang ada di rumah Lydia Apririasari di Parakan Temanggung. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Berbagai spesimen ular yang ada di rumah Lydia Apririasari di Parakan Temanggung. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Aryna Sabalenka melakukan banyak kesalahan saat menghadapi Coco Gauff.
Aryna Sabalenka melakukan banyak kesalahan saat menghadapi Coco Gauff.
Editor : Dharaka R. Perdana
#masyarakat jawa #malam keramat #malam 1 suro #kalender jawa