TRENGGALEK NJENGGELEK - Penanggalan Jawa memiliki sistem yang unik dibandingkan penanggalan Masehi, yakni weton.
Keunikan penanggalan Jawa terletak pada kombinasi hari dalam sepekan (Minggu–Sabtu) dengan lima pasaran Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon yang menjadi sebuah weton.
Kombinasi dari keduanya menciptakan 35 jenis weton pada penanggalan Jawa, yang dipercaya memiliki pengaruh terhadap karakter seseorang, rezeki, jodoh, hingga nasib.
Baca Juga: Catat Nama-Nama Bulan dalam Penanggalan Jawa dan Maknanya
Sistem weton masih digunakan hingga saat ini, terutama dalam perhitungan hari baik untuk pernikahan, kelahiran, pindah rumah, dan berbagai tradisi adat Jawa lainnya.
Berikut adalah 35 nama weton Jawa hasil kombinasi hari dan pasaran:
1. Ahad (Minggu)
Minggu Legi, Minggu Pahing, Minggu Pon, Minggu Wage, Minggu Kliwon
2. Senin
Senin Legi, Senin Pahing, Senin Pon, Senin Wage, Senin Kliwon
Baca Juga: Berikut Ritual Masyarakat Jawa saat Malam 1 Suro, Nomor 3 Sering Dianggap Paling Berat
3. Selasa
Selasa Legi, Selasa Pahing, Selasa Pon, Selasa Wage, Selasa Kliwon
4. Rabu
Rabu Legi, Rabu Pahing, Rabu Pon, Rabu Wage, Rabu Kliwon
5. Kamis
Kamis Legi, Kamis Pahing, Kamis Pon, Kamis Wage, Kamis Kliwon
6. Jumat
Jumat Legi, Jumat Pahing, Jumat Pon, Jumat Wage, Jumat Kliwon
Baca Juga: Dilarang Menikah di Bulan Suro, Mitos atau Fakta pada Masyarakat Jawa?
7. Sabtu
Sabtu Legi, Sabtu Pahing, Sabtu Pon, Sabtu Wage, Sabtu Kliwon
Berikut ini adalah beberapa fungsi utama weton dalam budaya Jawa:
1. Perhitungan Hari Baik (Primbon Jawa)
Salah satu fungsi utama weton adalah sebagai dasar perhitungan hari baik atau primbon.
Baca Juga: Masyarakat Jawa Percaya Bisa Bikin Sial, Ini Mitos dan Pantangan Malam 1 Suro
Masyarakat Jawa menggunakan weton untuk menentukan waktu yang dianggap paling tepat dan membawa keberuntungan untuk berbagai acara penting, seperti pernikahan, sunatan, pindah rumah, membuka usaha atau toko baru
Dengan memilih hari berdasarkan weton yang tepat, diyakini bahwa acara tersebut akan berjalan lancar dan terhindar dari hal-hal buruk.
2. Penentuan Kecocokan Jodoh (Neptu Weton)
Dalam budaya Jawa, kecocokan antara pasangan juga dihitung berdasarkan weton. Proses ini disebut perhitungan neptu weton.
Yaitu menjumlahkan nilai-nilai tertentu dari hari dan pasaran kelahiran masing-masing calon pasangan.
Hasilnya digunakan untuk mengetahui kecocokan karakter, harmoni rumah tangga, potensi masalah atau halangan dalam pernikahan.
Meskipun tidak mutlak, perhitungan ini tetap menjadi bagian penting dalam tradisi lamaran dan pernikahan adat Jawa.
3. Ramalan Kepribadian dan Rezeki Berdasarkan Weton
Setiap kombinasi weton diyakini memiliki pengaruh terhadap kepribadian, nasib, dan rezeki seseorang.
Misalnya orang yang lahir pada Rabu Kliwon dikenal cerdas, pendiam, dan penuh pertimbangan. Sedangkan yang lahir pada Jumat Legi biasanya karismatik, ramah, dan berjiwa pemimpin.
Ramalan berdasarkan weton ini sering dijadikan panduan dalam memilih karier, mengenali potensi diri, serta menentukan arah hidup secara spiritual.