Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mitos Malam Satu Suro: Larangan yang Masih Dipercaya! Apa Kata Peneliti Budaya Jawa UNS?

Mahsun Nidhom • Jumat, 27 Juni 2025 | 09:15 WIB
Mitos malam Satu Suro masih hidup hingga kini. Dari larangan keluar rumah hingga pantangan menikah.
Mitos malam Satu Suro masih hidup hingga kini. Dari larangan keluar rumah hingga pantangan menikah.

Trenggaleknjenggelek - Malam Satu Suro selalu identik dengan nuansa mistis dan spiritual dalam budaya Jawa.

Di balik ritual-ritual sakral seperti tirakat dan tapa bisu, terdapat berbagai mitos malam Satu Suro yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Mitos ini berkembang bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk pengingat untuk hidup lebih berhati-hati dan penuh kesadaran.

Larangan Keluar Rumah Saat Malam Hari

Salah satu mitos paling populer adalah larangan keluar rumah saat malam hari. Banyak yang meyakini bahwa malam Satu Suro adalah waktu rawan gangguan gaib.

Aura malam ini dianggap kuat secara metafisik, sehingga orang dengan kondisi batin lemah bisa mengalami hal-hal di luar nalar.

Tidak Boleh Menggelar Hajatan

Mengadakan pesta pernikahan atau hajatan besar di malam ini dianggap tidak etis dan bisa mendatangkan sial.

Kepercayaan ini berakar pada anggapan bahwa malam Suro bukan waktu bersuka cita, melainkan waktu untuk kontemplasi dan penyucian diri.

Dilarang Berbicara Kasar

Berbicara kasar saat malam Satu Suro juga dipercaya bisa “berbuah nyata”, yakni apa yang diucapkan bisa menjadi kenyataan buruk.

Oleh karena itu, banyak orang yang menjaga ucapan dan emosi secara ekstra pada malam tersebut.

Pindah atau Membangun Rumah Dianggap Pamali

Mitos lain menyebutkan bahwa pindah rumah atau memulai pembangunan pada malam ini adalah tindakan pamali (pantangan). Tindakan besar seperti ini dianggap melawan suasana hening dan sakral malam Suro.

Weton Tertentu dan Tapa Bisu

Orang dengan weton tertentu disarankan tidak keluar rumah karena dinilai lebih sensitif terhadap gangguan gaib.

Selain itu, saat tapa bisu, orang-orang dilarang bicara maupun membuat keributan untuk menjaga ketenangan spiritual.

Makhluk Halus Dipercaya Berkeliaran

Malam Satu Suro disebut sebagai malam ketika makhluk halus berkeliaran. Seperti dikatakan oleh Galuh Kusuma Hapsari, peneliti budaya Jawa dari UNS, “Makhluk gaib mencari manusia yang lalai dalam eling lan waspada.” (sun)

Florian Wirtz
Florian Wirtz
Jeremie Frimpong
Jeremie Frimpong
Editor : Mahsun Nidhom
#Mitos Malam Satu Suro #keluar malam #larangan malam suro