Trenggaleknjenggelek -SOSOK Jenny Kusuma Malindo menjadi salah satu inspirasi muda di Trenggalek, khususnya di dunia seni tari tradisional.
Perempuan asal Kelurahan Surodakan ini telah menunjukkan bakat menarinya sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Kini, dia dikenal sebagai penari Jawa yang membanggakan daerahnya, tampil di berbagai panggung, baik tingkat lokal maupun nasional.
Kecintaannya pada seni tari berawal dari ketertarikan melihat pertunjukan tradisional di desanya. Sejak kecil, Jenny sudah aktif mengikuti ekstrakurikuler tari di sekolah dan berbagai sanggar.
“Dulu saya hanya ikut-ikut teman, tapi lama-lama jatuh cinta dengan tarian Jawa,” ungkap Jenny.
Dedikasi dan konsistensinya dalam melestarikan seni tradisional menjadikannya sosok panutan di kalangan generasi muda Trenggalek.
Dia tidak hanya menjadi penari, tapi juga sering diminta melatih tari di sanggar dan sekolah-sekolah. Lewat gerakan gemulai dan penuh makna, Jenny membawa semangat pelestarian budaya ke tengah masyarakat modern.
Di usianya yang masih muda, Jenny telah tampil dalam berbagai ajang seni budaya, baik sebagai penampil maupun pelatih. Prestasi dan kontribusinya tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan warga Trenggalek.
Bagi Jenny, menari bukan sekadar hobi, melainkan bentuk cinta dan tanggung jawab terhadap warisan budaya leluhur. “Saya ingin generasi muda Trenggalek tidak melupakan akar budayanya.
Lewat tari, kita bisa mengenalkan jati diri dan kekayaan daerah ke dunia luar,” kata Jenny dengan penuh semangat.
Sosok Jenny Kusuma Malindo adalah bukti bahwa kecintaan pada budaya sejak dini mampu mengantarkan seseorang menjadi simbol inspirasi dan penggerak pelestarian seni di daerah.
Dia adalah wajah muda Trenggalek yang terus menari untuk masa depan budaya Indonesia.(gun/c1/rka)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung