Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kejawen, Aliran Kepercayaan Asli Suku Jawa Sebelum Keberadaan Agama di Nusantara, Ini Inti Ajarannya

Dharaka R. Perdana • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 00:18 WIB

Ada beberapa kriteria orang yang dilarang keluar pada malam 1 Suro.
Ada beberapa kriteria orang yang dilarang keluar pada malam 1 Suro.

TRENGGALEKJENGGELEK - 5 orang penghayat kepercayaan di Trenggalek akhirnya mencantumkan aliran kepercayaan pada kolom agama.

Namun sebenarnya apa saja yang termasuk aliran kepercayaan yang hidup dan berkembang di masyarakat?

Baca Juga: Larangan Menikah di Bulan Suro, Antara Tradisi dan Ajaran Agama

Aliran kepercayaan terhitung banyak jenis, salah satunya Kejawen yang merupakan kepercayaan dari sebuah etnis yang berada di Pulau Jawa.

Filsafat Kejawen didasari pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf dari Jawa. Walaupun Kejawen merupakan kepercayaan, sebenarnya Kejawen bukanlah sebuah agama.

Baca Juga: Tak Perlu Takut Menikah di Bulan Suro, Ini Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Dari naskah-naskah kuno Kejawen, tampak betapa Kejawen lebih berupa seni, budaya, tradisi, sikap, ritual, dan filosofi orang-orang Jawa. Yang mana, itu tidak terlepas dari spiritualitas suku Jawa.

Budaya Kejawen muncul sebagai bentuk proses perpaduan dari beberapa paham atau aliran agama pendatang dan kepercayaan asli masyarakat Jawa.

Baca Juga: Bulan Suro, Momentum Refleksi: Dari Mitos Menuju Spirit Sejarah Kemanusiaan

Sebelum Budha, Kristen, Hindu, dan Islam masuk ke Pulau Jawa, kepercayaan asli yang dianut masyarakat Jawa adalah animisme dan dinamisme, atau perdukunan.

Orang-orang Jawa yang percaya dengan Kejawen relatif taat dengan agamanya. Di mana, mereka tetap melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangan dari agamanya.

Baca Juga: Ramai Soal Malam 1 Suro, Ini Asal Usul Penanggalan Kalender Jawa

Caranya, dengan menjaga diri sebagai orang pribumi. Pada dasarnya, ajaran filsafat Kejawen memang mendorong manusia untuk tetap taat dengan Tuhannya.

Sejak dahulu kala, orang Jawa memang dikenal mengakui keesaan Tuhan. Itulah menjadi inti dari ajaran Kejawen sendiri, yakni yang dikenal dengan ‘Sangkan Paraning Dumadi’,  atau memiliki arti ‘dari mana datang dan kembalinya hamba Tuhan’.

Aliran filsafat kejawen biasanya berkembang seiring dengan agama yang dianut pengikutnya. Sehingga kemudian dikenal terminologi Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Budha Kejawen, dan Kristen Kejawen.

Di mana pengikut masing-masing aliran itu akan tetap melaksanakan adat dan budaya Kejawen yang  tidak bertentangan dengan agama yang dipeluknya.

Secara umum, Kejawen sendiri merupakan sebuah kebudayaan yang mempunyai ajaran utama yakni membangun tata krama atau aturan dalam berkehidupan yang baik.

Kini Kejawen telah banyak ditinggalkan, dan untuk sebagian orang bahkan dianggap representasi dari kekunoan.

Tetapi kenyataannya, masih banyak juga masyarakat Jawa yang menjalankan tradisi-tradisi hingga saat ini. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kejawen #aliran kepercayaan #pulau jawa