Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

5 Tradisi Asal Trenggalek Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda, Ini Daftarnya

Betty Khasandra Pujayanti • Minggu, 3 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Kepala kerbau dibuang ke alidan Dam Bagong sebagai bagian dari rangkaian ritual adat.
Kepala kerbau dibuang ke alidan Dam Bagong sebagai bagian dari rangkaian ritual adat.

TRENGGALEKNJENGGELEK – Lima tradisi asal Trenggalek, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Penetapan ini memperkuat posisi Trenggalek sebagai daerah yang kaya akan tradisi turun-temurun.

Tradisi yang dimiliki Trenggalek mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat.

 

Berikut lima tradisi asal Trenggalek yang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

1. Sinongkelan

Sinongkelan adalah ritual tahunan yang dilaksanakan masyarakat Desa Prambon, Kecamatan Tugu.

 

Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian bersih desa yang rutin digelar setiap bukan Selo dalam penanggalan Jawa.

Sinongkelan menggabungkan unsur spiritual, seni tradisional, dan nilai sejarah yang diwariskan secara turun temurun oleh warga setempat.

 

2. Ngitung Batih

Ngitung Batih merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan warga Kecamatan Dongko menjelang pergantian tahun baru Hijriah.

Upacara ini diawali dengan kirab takir plontang untuk diserahkan pada pemimpin kecamatan.

Selain itu, sejumlah ayam hidup dilepas oleh tokoh masyarakat untuk bahan rebutan warga setempat.

3. Bersih Dam Bagong

Bersih Dam Bagong merupakan bagian dari tradisi Nyadran. Pada upacara ini, kerbau dikirab kemudian disembelih dan disedekahkan pada masyarakat.

 

Salah satu tujuan dari tradisi ini adalah mengenang Adipati Menak Sopal, ulama yang menyiarkan agama Islam di Trenggalek.

Bersih Dam Bagong diperingati tiap Jumat Kliwon bukan Zulkaidah dalam kalender Hijriah.

4. Kupatan Durenan

Kupatan Durenan adalah tradisi lebaran ketupat yang berlangsung di Kecamatan Durenan, Trenggalek, satu minggu setelah Idulfitri.

 

Warga membawa ketupat dan lauk pauk untuk dibagikan, sebagai simbol syukur dan kebersamaan.

Selain itu, acara ini juga diwarnai dengan doa bersama, hiburan rakyat, serta jamuan makanan khas daerah lainnya.

 

5. Baritan

Baritan merupakan tradisi sedekah bumi yang digelar di Salamwates, Kecamatan Dongko, untuk memohon doa agar ternak waega setempat berkembang biak dengan baik.

Tradisi ini biasa dilaksanakan setiap bulan Muharam tahun Hijriah.

Acara ini dimulai dengan ziarah makam leluhur, kirab budaya, penerimaan dhadung awuk untuk ternak, pertunjukan kesenian, hingga perjamuan bersama.

Warisan budaya takbenda bukan sekadar simbol, tetapi nafas hidup masyarakat Trenggalek yang terus dijaga agar tak lekang oleh zaman.

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#warisan budaya tak benda (WBTB) #tradisi #trenggalek #kemendikbud