Trenggaleknjenggelek – Suasana Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, kemarin (18/8), dipenuhi sorak sorai dan tawa warga. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga lingkungan Perempatan Mbaro menggelar berbagai perlombaan tradisional yang diikuti anak-anak, remaja, hingga orang tua dengan penuh antusias.
Ketua Panitia Perayaan, Oko, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sarana menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Lomba-lomba ini memang sederhana, mulai dari menangkap bebek dengan mata ditutup kertas corong, estafet air, estafet kardus, dan masih banyak lomba lainnya. Tapi nilai yang ingin kita tanamkan besar, yaitu semangat gotong royong, persatuan, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Dengan cara inilah kita bisa memupuk rasa cinta tanah air sejak dini,” ungkap Oko.
Selain itu, perlombaan yang digelar oleh warga Perempatan Mbaro ini diikuti kurang lebih 96 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian lomba berlangsung sejak pukul 09.00 pagi hingga 20.00 malam, dengan ragam jenis permainan unik seperti menangkap bebek dengan mata ditutup kertas corong, estafet air, estafet kardus, dan masih banyak lomba lainnya yang mengundang tawa penonton.
Menurut Yuyun, salah satu panitia acara, generasi muda menjadi perhatian utama dalam perayaan tahun ini. Ia menilai anak-anak dan pemuda perlu dilibatkan secara aktif agar memahami bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati lewat upacara, tetapi juga dengan menghidupkan kebersamaan di masyarakat.
“Harapan kami, lewat kegiatan ini, anak-anak dan pemuda desa semakin mengenal tradisi, menghargai perjuangan pahlawan, sekaligus belajar bahwa kemerdekaan itu harus dijaga dengan persatuan,” tambah Yuyun.
Yuyun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Desa Baruharjo yang turut mendukung jalannya acara. Semangat gotong royong terlihat jelas mulai dari persiapan acara, hadiah lomba, hingga partisipasi warga yang penuh semangat memeriahkan kegiatan.
“Ini bukan hanya milik panitia, tapi milik semua warga. Dengan kebersamaan seperti ini, kita bisa menjaga Baruharjo tetap rukun, solid, dan penuh semangat nasionalisme,” pungkasnya.
Acara rutin tahunan yang ditutup dengan doa dan makan bersama itu menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan bisa dirayakan dengan sederhana, tetapi bermakna. Bagi warga Baruharjo, 80 tahun Indonesia merdeka adalah momentum untuk terus meneguhkan cinta tanah air lewat kebersamaan. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani