TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek memiliki beragam tradisi yang masih terjaga hingga kini, salah satunya adalah upacara adat Larung Sembonyo di Pantai Prigi.
Upacara ini dikenal sebagai wujud rasa syukur masyarakat pesisir Trenggalek kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki dari hasil laut.
Setiap tahun, ribuan warga dan wisatawan berkumpul di kawasan pantai andalan Trenggalek ini untuk menyaksikan kemegahan ritual budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
- Sejarah dan Latar Belakang
Larung Sembonyo berawal dari kebiasaan para nelayan yang percaya bahwa laut harus dihormati sebagai sumber kehidupan.
Seiring perjalanan waktu, tradisi ini berkembang menjadi sebuah upacara besar yang melibatkan seluruh masyarakat.
Sesaji berupa hasil bumi, makanan tradisional, dan kepala kerbau dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian.
Semua perlengkapan tersebut dipercaya memiliki makna simbolis sebagai persembahan dan doa agar keselamatan selalu menyertai.
- Makna Filosofis
Tradisi ini tidak sekadar melarungkan sesaji ke tengah laut, melainkan mengandung pesan penting tentang keseimbangan manusia dengan alam.
Kehidupan masyarakat pesisir sangat bergantung pada laut, sehingga menjaga hubungan harmonis dianggap sebagai kewajiban.
Nilai gotong royong juga tercermin jelas, sebab seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
- Rangkaian Prosesi
Ritual dimulai dengan doa bersama di daratan. Setelah itu masyarakat membawa gunungan berisi hasil bumi menuju Pantai Prigi.
Gunungan tersebut menjadi simbol kemakmuran sekaligus wujud syukur atas panen dan hasil laut.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan iring-iringan perahu hias yang membawa sesaji ke tengah laut.
Saat perahu mencapai titik tertentu, sesaji diturunkan ke laut sebagai bentuk penghormatan.
Suasana semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional seperti jaranan, reog, serta musik kendang kempul.
- Daya Tarik Wisata Budaya
Larung Sembonyo tidak hanya penting bagi masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya.
Setiap penyelenggaraan, kawasan Pantai Prigi dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Mereka menyaksikan prosesi ritual sekaligus menikmati keindahan pantai dengan pasir putih dan ombak yang khas.
Acara ini juga memberi kesempatan bagi wisatawan untuk lebih mengenal tradisi lokal dan merasakan atmosfer kebersamaan masyarakat pesisir.
- Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain memperkuat nilai budaya, Larung Sembonyo membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.
Banyak pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan, penyedia jasa transportasi, dan pengrajin suvenir merasakan peningkatan pendapatan selama acara berlangsung.
Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya sekaligus memperkenalkan Trenggalek ke kancah yang lebih luas.
- Upaya Pelestarian
Pelestarian tradisi Larung Sembonyo dilakukan dengan melibatkan generasi muda.
Sekolah-sekolah, komunitas seni, serta organisasi masyarakat diajak berpartisipasi agar nilai budaya ini tetap dikenal.
Pemerintah daerah juga mendukung dengan menjadikan acara ini agenda tahunan resmi.
Sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci agar Larung Sembonyo tetap bertahan di tengah arus modernisasi. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah