JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan silaturahmi dan dialog tentang pelestarian Keraton Surakarta.
Pertemuan yang dilaksanakan di Jakarta ini dilakukan untuk membahas Keraton Solo setelah empat puluh hari berpulangnya PB XIII sekaligus mendengarkan aspirasi bersama.
Dalam diskusi dan silaturahmi tersebut, pemerintah mengundang seluruh pihak keluarga, termasuk KGPH Purbaya, istri Pakubuwono XIII, Panembahan Agung Tedjowulan selaku Maha Menteri, Ketua Lembaga Adat GKR Wandansari Koes Moertiyah dan KGPH Hangabehi.
KGPH Purbaya dan isteri Pakubuwono XIII tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
“Kami telah mengundang seluruh pihak terkait persoalan ini, baru sebagian pihak yang hadir. Ke depan, kami akan kembali mengundang pihak lainnya," katanya.
"Kami berharap kondisi Keraton Solo lebih kondusif dan sebagai cagar budaya lebih terpelihara. Keraton Solo merupakan situs cagar budaya nasional yang penting dalam perjalanan budaya dan peradaban bangsa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Menbud menegaskan bahwa pemerintah mendorong revitalisasi keraton agar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kebudayaan dan tradisi, didukung oleh tata kelola dan manajemen profesional yang ditunjuk pihak keraton sehingga kesejahteraan dan keberlanjutan keraton dapat terwujud.
Kementerian Kebudayaan tahun 2025 ini telah memfasilitasi revitalisasi Panggung Songgo Buwono yang didirikan abad ke-18 dan Museum Keraton Solo.
Dalam acara Silaturahim dan Dialog Pelestarian Keraton ini, Menteri Kebudayaan didampingi oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan.
Selain itu, Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja; dan Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi.
Editor : Didin Cahya Firmansyah