Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Trenggalek Terungkap Lengkap: Jejak Manusia Purba, Prasasti Penentu Hari Jadi hingga Kabupaten yang Pernah Dihapus Belanda

Findika Pratama • Jumat, 9 Januari 2026 | 19:00 WIB

Sejarah Trenggalek Terungkap Lengkap: Jejak Manusia Purba, Prasasti Penentu Hari Jadi hingga Kabupaten yang Pernah Dihapus Belanda
Sejarah Trenggalek Terungkap Lengkap: Jejak Manusia Purba, Prasasti Penentu Hari Jadi hingga Kabupaten yang Pernah Dihapus Belanda

TRENGGALEK NJENGGELEK – Sejarah Trenggalek menyimpan kisah panjang yang tak banyak diketahui publik. Dari jejak manusia purba pada masa prasejarah, bukti tertulis berupa prasasti kuno, hingga dinamika pemerintahan yang membuat Trenggalek sempat dihapus sebagai kabupaten pada era kolonial Belanda.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa wilayah di pesisir selatan Jawa Timur tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Nusantara.

Berdasarkan berbagai sumber sejarah, wilayah Trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Bukti tersebut diperkuat dengan ditemukannya artefak zaman batu besar seperti menhir, mortar batu, batu lumpang, batu dakon, hingga batu saji yang tersebar di sejumlah kecamatan. Temuan ini menjadi dasar kuat bahwa sejarah Trenggalek tidak bisa dilepaskan dari peradaban prasejarah Jawa Timur.

Baca Juga: Viral Disebut Sudah Final, Ini Fakta Rapel Gaji Pensiunan 2025: TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Jejak Manusia Purba dan Jalur Migrasi

Dalam kajian arkeologis, wilayah Trenggalek diyakini menjadi bagian dari jalur migrasi manusia purba. Jalur tersebut menghubungkan Pacitan dengan Wajak, Tulungagung, melalui beberapa rute strategis seperti Panggul–Dongko, Kampak–Gandusari, hingga pesisir selatan melalui Munjungan. Jalur ini mengikuti aliran sungai dan kawasan pantai yang menjadi sumber kehidupan manusia purba.

Temuan tersebut berkaitan dengan keberadaan Homo wajakensis yang hidup pada masa Pleistosen Atas. Sementara itu, peninggalan manusia purba di Pacitan diperkirakan berusia antara 8.000 hingga 23.000 tahun lalu. Dari sinilah para sejarawan menyimpulkan bahwa kawasan Trenggalek sudah dihuni manusia sejak masa tersebut, meskipun belum ditemukan bukti tulisan pada periode itu.

Baca Juga: Viral Rapel Gaji Pensiunan 2025 Disebut Cair Desember, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Prasasti Kuno dan Hari Jadi Trenggalek

Bukti tertulis dalam sejarah Trenggalek baru ditemukan setelah ditemukannya prasasti bertahun Saka 851 atau setara tahun 929 Masehi. Prasasti ini menunjukkan bahwa Trenggalek pada masa itu telah memiliki wilayah swatantra atau daerah otonom, termasuk kawasan perdikan di pesisir selatan yang meliputi Panggul, Munjungan, dan Prigi.

Selain itu, ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Kediri, Sri Sarweswara Triwikramottunggadewa atau Kertajaya, menjadi penanda penting. Prasasti tersebut mencantumkan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya. Berdasarkan data inilah para peneliti sejarah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari jadi Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Viral Klaim Rapel Cair 10 Januari 2026, TASPEN Tegaskan Kenaikan Gaji Pensiunan Belum Diputuskan Pemerintah

Dinamika Wilayah dan Pengaruh Kolonial

Sejarah Trenggalek juga diwarnai oleh perubahan wilayah administratif. Setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, wilayah Trenggalek mengalami pembagian kekuasaan. Panggul dan Munjungan masuk wilayah Pacitan di bawah Yogyakarta, sementara wilayah lainnya berada di bawah Ponorogo yang berada di bawah Surakarta.

Pada masa pendudukan Inggris di Jawa (1812- 1816), Trenggalek ikut berada di bawah kekuasaan Inggris. Setelah Belanda kembali berkuasa, wilayah ini kembali mengalami perubahan hingga akhirnya pada tahun 1830, pasca Perang Diponegoro, Trenggalek memperoleh bentuk administratif yang jelas sebagai kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda.

Namun, pada tahun 1923, Kabupaten Trenggalek justru dihapus dari administrasi kolonial. Wilayahnya dipecah dan sebagian masuk Pacitan serta Tulungagung. Alasan penghapusan ini tidak tercatat secara pasti, namun diduga karena pertimbangan ekonomi yang dinilai kurang menguntungkan bagi pemerintah kolonial.

Baca Juga: Ramai Isu Rapel dan Kenaikan Pensiun PNS 2025, Ini Penegasan Resmi TASPEN Kediri yang Wajib Diketahui Pensiunan

Kembali Menjadi Kabupaten dan Tokoh Bersejarah

Trenggalek akhirnya kembali ditetapkan sebagai kabupaten setelah Indonesia merdeka melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950. Sejak saat itu, Trenggalek berdiri kembali sebagai daerah otonom dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia dan terus berkembang hingga saat ini.

Dalam sejarah pemerintahan, salah satu tokoh yang dikenang adalah Mangkunegoro II atau Kanjeng Jimat. Sosok ini dikenal sebagai pemimpin yang arif dan berwibawa pada masa Hindia Belanda. Makamnya berada di Desa Ngulan Kulon, Kecamatan Pogalan, dan namanya kini diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Trenggalek.

Rangkaian sejarah Trenggalek ini menjadi bukti bahwa daerah di pesisir selatan Jawa Timur tersebut bukan sekadar wilayah kecil, melainkan saksi perjalanan panjang peradaban, kekuasaan, dan perjuangan yang membentuk identitasnya hingga sekarang.

Editor : Findika Pratama
#sejarah trenggalek #manusia purba Jawa Timur #kabupaten trenggalek #prasasti Trenggalek #hari jadi trenggalek