Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Kabupaten Trenggalek Terungkap Lengkap: Dari Zaman Prasejarah, Prasasti Kamulan, hingga Resmi Berdiri Tahun 1194 M

Findika Pratama • Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:40 WIB
Sejarah Kabupaten Trenggalek Terungkap Lengkap: Dari Zaman Prasejarah, Prasasti Kamulan, hingga Resmi Berdiri Tahun 1194 M
Sejarah Kabupaten Trenggalek Terungkap Lengkap: Dari Zaman Prasejarah, Prasasti Kamulan, hingga Resmi Berdiri Tahun 1194 M

TRENGGALEK NJENGGELEK – Sejarah Kabupaten Trenggalek menyimpan perjalanan panjang yang membentang sejak masa prasejarah hingga era kemerdekaan Indonesia. Wilayah yang kini dikenal sebagai salah satu kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini memiliki jejak peradaban tua yang dibuktikan melalui temuan arkeologis, prasasti kuno, hingga catatan pemerintahan kolonial dan republik.

Sebelum dikenal melalui sumber tertulis, Trenggalek telah dihuni manusia purba sejak masa prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai artefak zaman batu seperti menhir, mortar, batu lumpang, batu dakon, dan alat-alat batu lainnya. Temuan tersebut tersebar di jalur-jalur migrasi purba yang menghubungkan Pacitan, Panggul, Dongko, Munjungan, Prigi, hingga Wajak di Tulungagung.

Penelitian sejarah menyebutkan bahwa manusia purba Trenggalek hidup pada masa Megalitikum hingga Neolitikum. Bahkan, usia manusia Trenggalek purba diperkirakan lebih tua dibandingkan manusia Wajak. Pada masa ini, masyarakat telah mengenal pertanian sederhana, struktur sosial, serta pola kebudayaan awal.

Prasasti Kampak, Tonggak Awal Sejarah Trenggalek

Masa prasejarah Trenggalek berakhir dengan munculnya bukti tertulis berupa Prasasti Kampak yang dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 851 Saka atau 929 Masehi. Prasasti ini menandai dimulainya masa sejarah Kabupaten Trenggalek.

Dalam prasasti tersebut, disebutkan adanya wilayah perdikan atau daerah otonom bernama Kampak yang berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di sebelah selatan. Wilayah itu meliputi Panggul, Munjungan, dan Prigi. Fakta ini menunjukkan bahwa Trenggalek telah memiliki struktur pemerintahan dan pengakuan politik sejak abad ke-10.

Prasasti Kamulan dan Penetapan Hari Jadi Trenggalek

Tonggak terpenting dalam sejarah Kabupaten Trenggalek adalah ditemukannya Prasasti Kamulan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Prasasti ini dibuat pada tahun 1116 Saka atau 1194 Masehi oleh Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri.

Prasasti Kamulan memuat informasi lengkap mengenai wilayah perdikan Kamulan yang diberi penghargaan atas jasanya membantu kerajaan menghadapi musuh. Berdasarkan data inilah, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menetapkan Rabu, 31 Agustus 1194 Masehi sebagai Hari Jadi Kabupaten Trenggalek secara historis dan yuridis.

Masa Hindu hingga Majapahit

Pada masa Hindu, Trenggalek berada dalam pengaruh Kerajaan Kediri hingga Majapahit. Bukti peninggalannya antara lain arca Bima, arca Ganesha, arca Kala, yoni, ambang pintu candi, serta monogram tahun 1331 dan 1408 Masehi. Banyak temuan ini ditemukan di wilayah Gandusari, Watulimo, dan Durenan.

Para sejarawan meyakini bahwa Prasasti Kamulan pun sempat dipendam di kawasan percandian Hindu sebelum akhirnya ditemukan kembali.

Masuknya Islam dan Peran Menak Sopal

Masa peralihan menuju Islam ditandai dengan sosok Menak Sopal, yang dipercaya sebagai tokoh awal penyebaran Islam di Trenggalek. Bukti keberadaannya dapat dilihat di Kompleks Makam Bagong, yang juga dikaitkan dengan pembangunan Dam Bagong.

Candra Sangkakala pada makam tersebut menunjukkan angka tahun 1491 Saka atau sekitar abad ke-16 Masehi, bertepatan dengan masa Kerajaan Pajang di bawah Sultan Hadiwijaya.

Masa Kolonial hingga Kemerdekaan

Pada abad ke-18, Trenggalek mulai masuk dalam dinamika politik kolonial. Bupati pertama Trenggalek tercatat bernama Sumodrono pada tahun 1743 Masehi. Wilayah ini sempat terpecah akibat Perjanjian Giyanti tahun 1755 dan mengalami penggabungan administratif dengan Tulungagung dan Pacitan pada masa Belanda.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Trenggalek resmi menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kabupaten Trenggalek secara formal berdiri kembali melalui Keputusan Presiden tahun 1950 Nomor 20.

Kini, Trenggalek dikenal sebagai daerah yang tumbuh dari sejarah panjang, penuh perjuangan, dan kaya warisan budaya yang terus dijaga hingga generasi masa kini.

Editor : Findika Pratama
#prasasti kamulan #Menak sopal #Sejarah Kabupaten Trenggalek #Sejarah Jawa Timur #hari jadi trenggalek