Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pantangan Weton Pon yang Sering Dilanggar: Awas Rezeki Seret dan Sering Sial Jika Abaikan Pesan Leluhur

Edo Trianto • Rabu, 18 Februari 2026 | 22:00 WIB

Pantangan Weton Pon yang Sering Dilanggar: Awas Rezeki Seret dan Sering Sial Jika Abaikan Pesan Leluhur
Pantangan Weton Pon yang Sering Dilanggar: Awas Rezeki Seret dan Sering Sial Jika Abaikan Pesan Leluhur


TRENGGALEK NJENGGELEK - Pantangan Weton Pon kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta primbon Jawa. Banyak yang meyakini, pelanggaran terhadap pantangan Weton Pon bisa berdampak langsung pada rezeki, kesehatan, hingga keharmonisan rumah tangga.

Dalam ajaran Primbon Jawa, setiap weton memiliki karakter, energi, dan garis hidup berbeda. Weton Pon dikenal memiliki aura halus, wibawa kuat, serta kepekaan tinggi terhadap energi sekitar. Karena itu, pantangan Weton Pon dipercaya bukan sekadar mitos, melainkan nasihat leluhur untuk menjaga keseimbangan hidup.

Mereka yang lahir pada Weton Pon disebut memiliki neptu dengan energi keseimbangan, tetapi juga rentan terganggu. Jika mampu menjaga diri, hidupnya diyakini lebih tenang dan rezeki lancar. Sebaliknya, jika melanggar pantangan, dampaknya bisa terasa cepat.

Baca Juga: Pantangan Weton Wage yang Tak Boleh Dilanggar: Leluhur Jawa Ungkap Rahasia Rezeki, Rumah Tangga, hingga Takdir Hidup

Pantangan Makanan dan Kebiasaan Makan

Pantangan Weton Pon yang pertama berkaitan dengan makanan. Dalam primbon, orang Pon disarankan menghindari makanan yang tidak bersih, seperti bangkai, darah segar, atau daging mentah.

Secara umum, hal itu memang tidak dianjurkan bagi siapa pun. Namun bagi Pon, efeknya dipercaya lebih sensitif. Energi batin bisa terganggu, memicu emosi tak stabil, gelisah, hingga sulit tidur.

Selain jenis makanan, kebiasaan makan juga menjadi sorotan. Orang Pon dianjurkan tidak makan sambil berdiri, berjalan, atau di depan pintu. Pintu dalam simbol Jawa adalah jalur keluar masuk rezeki. Makan di depan pintu dipercaya bisa menghalangi datangnya berkah.

Waktu makan pun diperhatikan. Makan saat magrib, terutama sebelum berdoa, dianggap kurang baik. Waktu tersebut diyakini sebagai masa peralihan energi yang cukup kuat.

Baca Juga: 10 Weton Anak Pembawa Rezeki Besar Menurut Primbon Jawa, Disebut Mampu Mengangkat Derajat Orang Tua dan Keluarga

Arah Tidur dan Tempat yang Perlu Dihindari

Pantangan berikutnya menyangkut arah dan tempat. Orang Pon disebut sangat peka terhadap getaran bumi.

Dalam primbon, arah barat laut dan timur laut dianggap kurang baik bagi Pon, terutama untuk posisi tidur. Tidur dengan kepala menghadap arah tersebut dipercaya dapat memicu mimpi buruk, sakit kepala, atau kegelisahan.

Sebaliknya, arah selatan sering dianjurkan karena dianggap lebih selaras. Selain arah, tempat-tempat berenergi berat seperti pemakaman, rumah kosong, atau lokasi angker pada malam hari juga sebaiknya dihindari.

Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai bentuk kewaspadaan bagi mereka yang memiliki kepekaan batin tinggi.

Baca Juga: ION UT Resmi Mejeng di Senayan Park, Mobil Listrik Mungil Jarak Tempuh 500 Km Ini Dibanderol Rp300 Jutaan, Pajak Cuma Rp100 Ribuan

Jaga Ucapan, Karena Bisa Jadi Nyata

Salah satu pantangan Weton Pon yang paling penting adalah menjaga lisan. Leluhur Jawa mengenal istilah “sabda dadi”, yakni ucapan yang bisa menjadi kenyataan.

Orang Pon dipercaya memiliki daya ucapan lebih kuat dibanding weton lain. Karena itu, mereka dilarang mengumpat, mendoakan keburukan, atau berkata negatif tentang diri sendiri.

Ucapan seperti “aku pasti sial” atau kutukan saat marah diyakini dapat menarik energi buruk. Sebaliknya, doa dan kata-kata baik dipercaya menjadi magnet keberkahan.

Karena itu, orang Pon dianjurkan memperbanyak doa, terutama sebelum bepergian atau memulai usaha.

Baca Juga: 5 Mobil Diesel Paling Bertenaga di Indonesia, Nomor 1 Akselerasinya Kalahkan Mobil Sport

Hari dan Waktu yang Perlu Diwaspadai

Dalam perhitungan primbon, ada hari-hari yang dianggap wingit bagi Pon, seperti Selasa Kliwon dan Jumat Legi. Pada hari tersebut, energi diyakini lebih kuat sehingga orang Pon disarankan lebih berhati-hati.

Bukan berarti tidak boleh beraktivitas, tetapi dianjurkan memperbanyak doa dan menghindari keputusan besar tanpa pertimbangan matang.

Selain itu, bepergian sendirian tengah malam tanpa keperluan mendesak juga dianggap kurang baik. Orang Pon dipercaya lebih mudah mengalami gangguan jika terlalu sering keluar pada jam rawan.

Baca Juga: Jaecoo J5, SUV Listrik Rasa Range Rover dengan Jarak Tempuh 500 Km, Ini Pengalaman Nyata Dibawa ke Bukit Sentul

Jaga Silaturahmi dan Hindari Konflik

Pantangan terakhir berkaitan dengan hubungan sosial. Orang Pon dilarang memutus silaturahmi, terutama dengan orang tua, saudara, dan tetangga dekat.

Dalam filosofi Jawa, hubungan sosial ibarat aliran air. Jika tersumbat oleh dendam atau konflik, rezeki pun ikut terhambat. Banyak kisah yang menyebut setelah berdamai dengan keluarga, usaha kembali lancar.

Orang Pon juga dianjurkan menjauhi gosip, adu domba, serta pergaulan negatif seperti mabuk atau berjudi. Energi mereka mudah menyerap lingkungan sekitar.

Jika berada di lingkungan baik, hidupnya ikut baik. Sebaliknya, lingkungan buruk bisa membawa dampak besar.

Pada akhirnya, pantangan Weton Pon bukanlah pembatas kebebasan. Ia adalah pagar pelindung agar energi tetap bersih dan selaras dengan semesta.

Bagi yang merasa hidupnya belakangan terasa berat, tak ada salahnya melakukan introspeksi. Mungkin ada kebiasaan yang perlu diperbaiki agar jalan hidup kembali lapang dan rezeki mengalir lancar.

Editor : Edo Trianto
#Pantangan Weton Pon #arah tidur weton Pon #sabda dadi #hari wingit Pon #Primbon Jawa