Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pantangan Weton Pahing Menurut Primbon Jawa: Jangan Abaikan Jika Tak Ingin Rezeki Seret dan Hidup Penuh Konflik

Edo Trianto • Rabu, 18 Februari 2026 | 22:15 WIB

Pantangan Weton Pahing Menurut Primbon Jawa: Jangan Abaikan Jika Tak Ingin Rezeki Seret dan Hidup Penuh Konflik
Pantangan Weton Pahing Menurut Primbon Jawa: Jangan Abaikan Jika Tak Ingin Rezeki Seret dan Hidup Penuh Konflik


TRENGGALEK NJENGGELEK – Weton Pahing kerap disebut sebagai salah satu weton dengan energi paling kuat dalam penanggalan Jawa. Dalam ajaran Primbon Jawa, orang yang lahir di pasaran Pahing dipercaya membawa aura wibawa, keteguhan hati, serta daya tarik alami yang sulit diabaikan.

Namun di balik keistimewaan tersebut, leluhur Jawa juga mewariskan sejumlah pantangan yang tidak boleh dianggap remeh. Jika dilanggar, bukan hanya rezeki yang tersendat, tetapi hubungan sosial, rumah tangga, hingga kesehatan bisa ikut terdampak.

Pantangan ini diyakini sebagai pagar agar energi besar yang dimiliki Pahing tetap terarah dan tidak berubah menjadi bumerang.

Baca Juga: ION UT Ramalan Shio Kaya Raya 2026: 6 Shio Paling Hoki di Tahun Kuda Api, Rezeki Mengalir Deras!

1. Jangan Aja Dumeh atau Terlalu Percaya Diri

Orang Pahing dikenal memiliki keyakinan kuat pada prinsipnya. Mereka tegas, berani, dan tidak mudah goyah. Namun pantangan utamanya adalah jangan sampai sifat itu berubah menjadi kesombongan.

Dalam pitutur Jawa dikenal istilah “aja dumeh”, jangan merasa lebih hanya karena memiliki kemampuan atau kedudukan. Jika ego tidak dikendalikan, dukungan dari orang sekitar bisa perlahan menjauh dan pintu rezeki ikut tertutup.

2. Hindari Mengumbar Amarah di Depan Umum

Emosi Pahing diibaratkan api yang cepat menyala. Sekali tersulut, sulit dipadamkan. Mengumbar kemarahan di depan banyak orang dipercaya dapat meruntuhkan wibawa dan mengusir keberuntungan yang sedang mendekat.

Karena energinya besar, dampak dari setiap sikap Pahing juga terasa lebih kuat. Maka pengendalian diri menjadi kunci utama.

3. Jangan Terlibat Pekerjaan Haram atau Tipu Daya

Pantangan berikutnya adalah menghindari pekerjaan yang mengandung unsur penipuan, riba, atau kecurangan. Dalam kepercayaan Jawa, energi besar Pahing membuat konsekuensi dari kesalahan datang lebih cepat.

Rezeki yang diperoleh dengan cara tidak halal diyakini akan cepat hilang, bahkan membawa masalah beruntun seperti hilangnya kepercayaan atau konflik berkepanjangan.

Baca Juga: Rezeki Weton Pahing 2026 Diramal Meledak: Primbon Jawa Ungkap Tanda Panen Besar, Hidup Naik Kelas dan Nasib Berbalik Total

4. Jauhi Lingkungan Penuh Intrik

Orang Pahing memiliki jiwa kepemimpinan. Namun jika berada di lingkungan yang penuh politik kotor dan tipu daya, sifat tegas mereka justru bisa memicu permusuhan besar.

Pantangannya adalah memilih lingkungan kerja dan pergaulan yang sehat agar tidak terjebak dalam konflik panjang.

5. Jangan Mengikat Janji Penting di Hari Pahing

Ada kepercayaan bahwa mengucapkan janji besar pada hari pasaran kelahiran sendiri membawa risiko sulit ditepati. Entah karena halangan tak terduga atau energi hari tersebut yang membuat jalan terasa berat.

Karena itu, sebagian orang tua Jawa menyarankan menghindari janji besar di hari Pahing.

6. Hindari Sikap Dominan pada Keluarga

Dalam rumah tangga, Pahing sering merasa tahu yang terbaik bagi pasangan dan anak. Namun jika disampaikan dengan cara memaksa, bisa menimbulkan luka batin yang sulit sembuh.

Pantangan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan agar hubungan tetap harmonis.

Baca Juga: 10 Weton Anak Pembawa Rezeki Besar Menurut Primbon Jawa, Disebut Mampu Mengangkat Derajat Orang Tua dan Keluarga

7. Jangan Melupakan Tradisi Leluhur

Orang Pahing dianjurkan tetap menghormati doa-doa dan adat keluarga. Mengabaikan nilai leluhur dipercaya membuat hidup terasa tidak selaras dan batin mudah gelisah.

Bukan berarti harus fanatik, tetapi menjaga adab dan rasa hormat dianggap penting untuk menjaga harmoni hidup.

8. Jangan Melanggar Janji pada Orang Tua atau Guru

Ini disebut sebagai pantangan paling berat. Melanggar janji kepada orang tua atau guru diyakini membawa konsekuensi panjang jika tidak ditebus dengan permintaan maaf tulus dan perbuatan baik.

Dalam filosofi Jawa berlaku prinsip “sopo nandur bakal ngunduh” – siapa menanam, ia akan memetik hasilnya.

Pantangan Bukan Kutukan

Bagi masyarakat Jawa, pantangan bukanlah ancaman, melainkan pengingat. Orang Pahing membawa energi besar, ibarat arus sungai deras. Jika diarahkan dengan baik, ia memberi kehidupan dan keberkahan. Namun jika dibiarkan liar, bisa menimbulkan kerusakan.

Karena itu, kunci hidup Weton Pahing adalah menjaga keseimbangan: rendah hati saat sukses, sabar saat diuji, serta tetap menghormati orang tua dan nilai-nilai kebaikan.

Jika pantangan dijaga, energi besar Pahing justru akan menjadi sumber wibawa, keberuntungan, dan keselamatan dalam jangka panjang.

Editor : Edo Trianto
#Rezeki Weton Pahing #pahing #pantangan weton pahing #Weton pahing #Primbon Jawa