TRENGGALEK NJENGGELEK - Pantangan Weton Pon menurut Primbon Jawa kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat yang masih memegang teguh ajaran leluhur. Dalam kepercayaan Jawa, weton bukan sekadar hari lahir, melainkan kunci membaca watak, energi batin, hingga arah rezeki seseorang.
Bagi mereka yang lahir di weton Pon, ajaran primbon menyebutkan ada sejumlah pantangan penting yang tidak boleh dilanggar. Jika diabaikan, pantangan Weton Pon ini diyakini bisa memicu kesialan, rezeki seret, hingga gangguan batin yang tak terlihat.
Weton Pon dikenal memiliki aura kuat, karisma tinggi, dan energi spiritual tajam. Namun, kekuatan tersebut bisa berubah menjadi beban jika tidak dijaga dengan laku hidup yang selaras. Karena itu, memahami pantangan Weton Pon menjadi langkah awal agar hidup tetap seimbang dan penuh berkah.
Baca Juga: Pantangan Weton Kliwon Menurut Primbon Jawa: Jangan Sepelekan, Bisa Berbalik Jadi Ujian Hidup
Jangan Marah di Waktu Malam
Pantangan pertama yang sering diingatkan leluhur adalah larangan marah di malam hari, terutama menjelang tengah malam. Dalam pandangan spiritual Jawa, malam merupakan waktu ketika energi halus menguat dan suasana batin manusia lebih peka.
Bagi orang berweton Pon yang memiliki energi batin besar, amarah di malam hari dianggap bisa membuka celah masuknya energi negatif. Dampaknya bukan hanya suasana rumah tangga menjadi panas, tetapi juga dipercaya membuat rezeki terasa seret.
Pepatah Jawa menyebut, amarah di malam hari bisa membakar keberuntungan esok pagi. Karena itu, ketika emosi memuncak, dianjurkan menenangkan diri, berwudhu, dan menutup hari dengan doa.
Dilarang Menunda Pekerjaan Penting
Pantangan Weton Pon berikutnya adalah kebiasaan menunda pekerjaan. Orang Pon dikenal cerdas, cekatan, dan berpikir cepat. Namun jika terlalu sering berkata “nanti saja”, energi keberuntungannya bisa memudar.
Dalam primbon, rezeki orang Pon mengalir ketika mereka bergerak cepat dan tegas. Kesempatan yang ditunda bisa lenyap dan sulit kembali. Leluhur bahkan berpesan, Pon yang gemar menunda, rezekinya tidak menempel.
Karena itu, ketegasan dalam mengambil peluang menjadi kunci penting bagi keberhasilan weton ini.
Jangan Makan Sambil Berdiri atau Saat Marah
Hal sederhana seperti makan sambil berdiri juga termasuk pantangan Weton Pon. Dalam ajaran Jawa, makan bukan sekadar mengisi perut, tetapi menyerap energi bumi.
Makan sambil berdiri dianggap kurang menghormati sumber rezeki. Terlebih lagi, makan dalam keadaan marah diyakini bisa membuat energi makanan berubah negatif.
Orang Pon memiliki unsur api yang kuat. Saat emosi memuncak, aura panas dalam dirinya meningkat. Jika makanan disantap dalam kondisi tersebut, dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan maupun ketidakseimbangan batin.
Baca Juga: Wisata Dieng Bersama Keluarga, Jelajah Candi Arjuna hingga Batu Ratapan Angin yang Sarat Cerita
Jangan Sembarangan Berkata dan Mengambil Benda Temuan
Ucapan bagi weton Pon dipercaya memiliki kekuatan besar atau dalam istilah Jawa disebut tutur dadi. Apa yang diucapkan bisa menjadi doa, baik atau buruk.
Karena itu, pantangan Weton Pon meliputi larangan berkata kasar atau berbohong, terutama di hari kelahirannya sendiri. Hari kelahiran dianggap sebagai pancar energi pribadi. Segala niat dan ucapan pada hari itu diyakini menempel dalam aura selama beberapa waktu.
Selain itu, orang Pon juga tidak dianjurkan sembarangan mengambil benda temuan seperti uang, perhiasan, atau barang unik di tempat asing. Aura weton ini dianggap mudah terikat pada energi benda.
Jika benda tersebut memiliki energi negatif, bisa berdampak pada rumah tangga, kesehatan, bahkan kelancaran rezeki.
Baca Juga: Tol Kayangan Dieng, Jalan Setapak 3 Meter dengan Panorama Negeri di Atas Awan
Hormati Orang Tua dan Leluhur
Pantangan paling utama bagi weton Pon adalah tidak boleh melupakan orang tua dan leluhur. Dalam budaya Jawa, restu orang tua menjadi sumber kekuatan batin.
Weton Pon disebut memiliki jalur spiritual kuat ke masa lalu. Jika seseorang bersikap sombong atau jarang mendoakan leluhur, jalan hidupnya diyakini menjadi berat dan penuh hambatan.
Sebaliknya, mereka yang rajin berziarah, berdoa, dan menjaga bakti dipercaya akan lebih mudah membuka pintu rezeki dan perlindungan batin.
Baca Juga: Wisata Dieng Murah dan Lengkap, Jelajah Candi Arjuna hingga Kawah Sikidang Cuma Rp30 Ribu
Cara Menetralisir Energi Negatif
Meski memiliki banyak pantangan, weton Pon bukanlah weton pembawa sial. Justru ia disebut sebagai weton kuat yang perlu dijaga keseimbangannya.
Salah satu cara menetralisir energi negatif adalah mandi kembang setaman pada malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Tradisi ini melambangkan penyucian lahir batin.
Selain itu, menjaga hubungan dengan alam seperti berjalan tanpa alas kaki di tanah basah atau berdoa di dekat sumber air dipercaya membantu menyeimbangkan energi api dan angin dalam diri Pon.
Kunci utamanya tetap pada pengendalian diri, menjaga ucapan, serta melatih sabar dan ikhlas. Karena dalam ajaran kejawen, weton bukan kutukan, melainkan petunjuk untuk hidup lebih selaras.
Dengan memahami pantangan Weton Pon dan menjalani laku hidup yang bijak, energi kuat dalam diri mereka justru bisa menjadi sumber keberuntungan dan ketenangan batin