Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Naga Dina dan Patine Dina dalam Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Arah Keberuntungan dan Arah yang Harus Dihindari

Novica Satya Nadianti • Minggu, 31 Mei 2026 | 18:54 WIB
Naga Dina dan Patine Dina dipercaya menentukan arah keberuntungan dan arah yang harus dihindari menurut Primbon Jawa.(gemini AI)
Naga Dina dan Patine Dina dipercaya menentukan arah keberuntungan dan arah yang harus dihindari menurut Primbon Jawa.(gemini AI)

 

JAKARTA - Naga Dina dan Patine Dina merupakan salah satu perhitungan penting dalam tradisi Primbon Jawa yang hingga kini masih digunakan oleh sebagian masyarakat. Bagi mereka yang mempercayai hitungan weton, memahami Naga Dina dan Patine Dina dianggap dapat membantu menentukan arah terbaik saat menjalankan aktivitas penting, mulai dari berdagang, bepergian, hingga menggelar hajatan besar.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Naga Dina diartikan sebagai kekuatan atau kejayaan hari. Sementara Patine Dina dimaknai sebagai arah yang sebaiknya dihindari karena dianggap sebagai "kuburan hari" atau titik lemahnya energi suatu hari.

Konsep ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum mengambil keputusan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Perbandingan OPPO Reno15 vs OPPO Reno15 F 5G Terbaru 2026, Kamera Telefoto atau Baterai 7000 mAh? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Bingung Pilih

Apa Itu Naga Dina?

Naga Dina sering disebut sebagai posisi kekuatan atau kejayaan suatu hari. Dalam perhitungan Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu yang berbeda.

Nilai neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara nilai neptu pasaran adalah Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Untuk mengetahui posisi Naga Dina, neptu hari dan pasaran dijumlahkan terlebih dahulu. Hasilnya kemudian dihitung berputar melalui empat arah mata angin, dimulai dari timur, selatan, barat, dan utara.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki hari Sabtu Legi mempunyai jumlah neptu 14, hasil dari Sabtu bernilai 9 ditambah Legi bernilai 5. Angka 14 kemudian dihitung mulai dari arah timur hingga mencapai hitungan terakhir yang jatuh di selatan.

Baca Juga: OPPO Reno 15 vs OPPO Reno 15F, Sama-Sama Baru Rilis 2026 tapi Beda Jauh! Kamera Telefoto atau Baterai 7000 mAh yang Lebih Menggoda?

Dengan demikian, Naga Dina Sabtu Legi berada di arah selatan. Dalam kepercayaan Jawa, arah tersebut dianggap sebagai tempat bersemayamnya kekuatan atau kejayaan hari.

Mengenal Patine Dina

Selain Naga Dina, masyarakat Jawa juga mengenal istilah Patine Dina. Secara harfiah, Patine Dina berarti matinya hari atau kuburan hari.

Patine Dina dipercaya sebagai arah yang sebaiknya dihindari ketika seseorang memiliki kepentingan besar, seperti mengadakan pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, atau melakukan perjalanan penting.

Cara menghitung Patine Dina berbeda dengan Naga Dina. Perhitungan dilakukan menggunakan jumlah neptu yang sama, tetapi proses penghitungannya mengikuti urutan hari dan pasaran hingga diperoleh kombinasi hari-pasaran baru.

Baca Juga: OPPO Reno 15 vs OPPO Reno 15F, Sama-Sama Baru Rilis 2026 tapi Beda Jauh! Kamera Telefoto atau Baterai 7000 mAh yang Lebih Menggoda?

Dalam contoh Sabtu Legi dengan neptu 14, hasil perhitungan Patine Dina menghasilkan Sabtu Kliwon. Setelah dihitung kembali berdasarkan nilai neptunya, arah Patine Dina jatuh di timur.

Artinya, pada hari Sabtu Legi, arah timur dianggap sebagai lokasi Patine Dina yang sebaiknya dihindari ketika melakukan aktivitas penting.

Digunakan Sebagai Pedoman Kehati-hatian

Menurut tradisi Jawa, mengetahui posisi Naga Dina dan Patine Dina bukan untuk meramalkan nasib secara mutlak. Perhitungan ini lebih berfungsi sebagai pedoman agar seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.

Baca Juga: 7 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026, Rezeki Melimpah dan Karier Melejit, Apakah Shio Anda Masuk Daftar?

Sebagai contoh, seseorang yang hendak berdagang pada hari Sabtu Legi dipercaya akan lebih baik memilih arah selain timur. Sebab arah timur dianggap sebagai Patine Dina atau titik yang kurang menguntungkan pada hari tersebut.

Sebaliknya, arah selatan yang menjadi posisi Naga Dina dipandang sebagai arah yang memiliki energi atau kekuatan positif bagi aktivitas yang dijalankan.

Warisan Budaya yang Masih Dipelajari

Di tengah perkembangan zaman, pembahasan mengenai Naga Dina dan Patine Dina masih banyak ditemukan dalam berbagai komunitas pecinta budaya Jawa. Tidak sedikit masyarakat yang mempelajari perhitungan weton, neptu, hingga arah mata angin sebagai bagian dari pelestarian tradisi leluhur.

Baca Juga: Ramalan Shio 2026 Lengkap! Tahun Kuda Api Bawa Perubahan Besar, Ini Nasib 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Terlepas dari tingkat kepercayaan masing-masing individu, Naga Dina dan Patine Dina tetap menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang mencerminkan cara masyarakat tradisional membaca tanda-tanda kehidupan melalui sistem penanggalan dan perhitungan khas yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Weton jawa #Neptu Hari #naga dina #patine dina #Primbon Jawa