JAKARTA - Ramalan weton paling hoki di tahun 2026 menurut Primbon Jawa kembali menjadi perhatian banyak masyarakat. Dalam perhitungan tradisi Jawa, terdapat sejumlah weton yang diprediksi memiliki aspek keberuntungan, rezeki, dan kemudahan hidup lebih baik dibanding weton lainnya sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam kajian Primbon Jawa, setidaknya ada 22 weton yang disebut memiliki peluang besar memperoleh keberuntungan dan kelancaran rezeki pada tahun 2026. Meski demikian, ramalan tersebut tetap dipandang sebagai gambaran potensi, sementara hasil akhir kehidupan tetap ditentukan oleh usaha, doa, dan ikhtiar masing-masing individu.
Dalam Primbon Jawa, keberuntungan weton biasanya dikaitkan dengan neptu, arah weton, serta naungan yang dimiliki seseorang. Beberapa naungan yang dianggap membawa energi positif antara lain Satrio Wibowo, Tunggak Semi, Kinuron Keringan, Dadi Kayu, hingga Kuat Kemenangan.
14 Weton dengan Keberuntungan Terbaik di Tahun 2026
Kelompok pertama merupakan weton yang disebut memiliki aspek hoki dan rezeki paling kuat sepanjang tahun 2026.
Daftar weton tersebut meliputi:
-
Kamis Pahing (neptu 17)
-
Sabtu Kliwon (neptu 17)
-
Minggu Wage (neptu 9)
-
Senin Legi (neptu 9)
-
Selasa Wage (neptu 7)
-
Jumat Kliwon (neptu 14)
-
Sabtu Legi (neptu 14)
-
Rabu Pon (neptu 14)
-
Minggu Pahing (neptu 14)
-
Rabu Legi (neptu 12)
-
Selasa Pahing (neptu 12)
-
Minggu Pon (neptu 12)
-
Kamis Wage (neptu 12)
-
Senin Kliwon (neptu 12)
Menurut perhitungan tersebut, weton Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon termasuk kategori yang memiliki energi keberuntungan paling kuat karena berada dalam naungan Kinuron Keringan dan Satrio Wibowo.
Sementara itu, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, Rabu Pon, dan Minggu Pahing disebut memperoleh pengaruh positif dari naungan Nohan Rembulan yang dalam Primbon Jawa sering dikaitkan dengan kemudahan rezeki dan peningkatan kesejahteraan.
Pemilik Neptu 12 Diminta Tetap Waspada
Meski masuk daftar weton beruntung, pemilik weton dengan jumlah neptu 12 seperti Rabu Legi, Selasa Pahing, Minggu Pon, Kamis Wage, dan Senin Kliwon diingatkan agar tetap berhati-hati.
Dalam perhitungan tersebut, awal tahun 2026 bertepatan dengan bulan Rejab yang dipercaya menjadi periode ujian bagi kelompok weton tertentu. Karena itu, keberuntungan yang datang diperkirakan tetap akan disertai tantangan atau cobaan yang perlu dihadapi dengan bijaksana.
Namun setelah melewati masa tersebut, peluang rezeki dan keberhasilan tetap dinilai cukup terbuka bagi pemilik weton ini.
8 Weton Lain yang Juga Diprediksi Beruntung
Selain 14 weton utama, terdapat delapan weton lain yang juga diperkirakan memiliki perjalanan rezeki yang baik sepanjang tahun 2026.
Weton tersebut adalah:
-
Senin Wage
-
Selasa Legi
-
Sabtu Pahing
-
Kamis Legi
-
Minggu Kliwon
-
Senin Pahing
-
Sabtu Wage
-
Jumat Pon
Kelompok weton ini disebut memperoleh dukungan dari berbagai naungan positif seperti Tunggak Semi, Satrio Pinayungan, Dadi Kayu, Sumur Sinaba, hingga Kuat Kemenangan.
Dalam filosofi Primbon Jawa, Tunggak Semi melambangkan rezeki yang terus tumbuh dan berkembang. Sementara Kuat Kemenangan sering diartikan sebagai kemudahan dalam meraih tujuan serta kemampuan mengatasi berbagai rintangan kehidupan.
Rezeki dan Hoki Tetap Ditentukan Ikhtiar
Meskipun terdapat daftar weton yang diramal lebih beruntung pada tahun 2026, masyarakat Jawa meyakini bahwa keberuntungan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja tanpa usaha.
Primbon Jawa mengajarkan bahwa rezeki tetap harus dijemput melalui kerja keras, ketekunan, serta doa yang sungguh-sungguh. Weton hanya dipandang sebagai salah satu petunjuk atau gambaran energi yang mungkin memengaruhi perjalanan hidup seseorang.
Karena itu, baik termasuk dalam daftar weton hoki maupun tidak, setiap orang tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan selama mau berusaha dan terus memperbaiki diri.
Tahun 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi banyak orang untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat hubungan sosial, serta membuka peluang rezeki baru yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Editor : Novica Satya Nadianti