JAKARTA - Weton jodoh dalam Primbon Jawa kembali menjadi perbincangan masyarakat setelah dibahas dalam sebuah kelas metafisika yang mengulas cara menghitung kecocokan pasangan berdasarkan perhitungan weton. Tradisi turun-temurun ini masih banyak digunakan sebagai pertimbangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Dalam penjelasannya, weton jodoh dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai potensi hubungan antara dua orang. Namun, perhitungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penentu mutlak masa depan seseorang, melainkan sebagai rambu-rambu yang dapat dijadikan bahan pertimbangan.
Pembahasan mengenai weton jodoh ini berfokus pada perhitungan kelipatan tujuh yang menghasilkan beberapa kategori hubungan, yaitu Jodoh, Padu, Pegat, Pati, Gunem, Loro, dan Ratu. Setiap hasil memiliki makna tersendiri yang diyakini dapat menggambarkan dinamika hubungan pasangan di masa depan.
Cara Menghitung Weton Jodoh
Perhitungan weton dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran dari masing-masing pasangan. Setelah mendapatkan total nilai, angka tersebut dibagi tujuh untuk mengetahui sisa hasil pembagian.
Sisa angka yang diperoleh kemudian menjadi dasar penentuan kategori hubungan. Metode ini telah lama dikenal dalam tradisi Primbon Jawa dan masih digunakan oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.
Menurut pemaparan dalam kelas metafisika tersebut, hasil perhitungan tidak boleh dijadikan dasar untuk menilai seseorang secara mutlak. Restu orang tua, komunikasi, serta usaha membangun hubungan tetap menjadi faktor utama dalam kehidupan rumah tangga.
Makna Padu, Pegat, hingga Pati
Kategori Padu diartikan sebagai hubungan yang berpotensi mengalami pertengkaran atau konflik. Meski demikian, hubungan masih dapat dipertahankan apabila kedua pihak mampu menjaga komunikasi dan saling memahami.
Sementara itu, Pegat sering dikaitkan dengan kemungkinan perpisahan atau perceraian. Karena itu, pasangan yang memperoleh hasil ini biasanya dianjurkan lebih berhati-hati dalam membangun komitmen dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
Kategori Pati dianggap sebagai hasil yang paling berat. Dalam berbagai tafsir Primbon Jawa, Pati tidak selalu berarti kematian secara harfiah. Maknanya bisa berupa matinya rasa cinta, hilangnya keharmonisan, kegagalan usaha bersama, atau berbagai bentuk kehilangan lainnya dalam kehidupan rumah tangga.
Adapun Gunem berkaitan dengan omongan atau gosip dari lingkungan sekitar yang berpotensi memengaruhi hubungan pasangan. Karena itu, pasangan yang memperoleh hasil ini dianjurkan memiliki kepercayaan dan komitmen yang kuat.
Ratu Jadi Hasil Paling Diincar
Di antara seluruh kategori, Ratu disebut sebagai hasil yang paling baik. Pasangan yang memperoleh kategori ini dipercaya memiliki peluang lebih besar untuk membangun keluarga harmonis, rezeki yang lancar, serta hubungan yang saling mendukung.
Meski demikian, narasumber dalam pembahasan tersebut menegaskan bahwa hasil perhitungan bukan jaminan mutlak. Kehidupan rumah tangga tetap dipengaruhi oleh sikap, karakter, usaha, dan keputusan yang diambil oleh masing-masing pasangan.
Selain untuk urusan asmara, perhitungan weton juga disebut dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan lain, seperti menentukan hari baik untuk pernikahan, membuka usaha, memilih arah rumah, hingga merencanakan kegiatan tertentu.
Solusi Jika Hasil Weton Kurang Baik
Dalam tradisi Jawa, terdapat berbagai upaya yang dipercaya dapat dilakukan ketika hasil perhitungan weton menunjukkan kategori yang kurang baik. Salah satunya adalah mencari hari baik untuk prosesi pernikahan.
Beberapa keluarga juga menjalankan tradisi selamatan atau ritual adat tertentu sebagai bentuk doa dan harapan agar rumah tangga yang dibangun mendapatkan perlindungan serta keberkahan.
Meski demikian, narasumber kembali mengingatkan bahwa weton hanyalah salah satu bentuk kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur. Masyarakat tidak dianjurkan menjadikannya sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan besar.
"Ini hanya rambu-rambu dan petunjuk. Yang paling utama tetap doa kepada Tuhan dan restu orang tua," demikian pesan yang disampaikan dalam penutup pembahasan.
Dengan demikian, weton jodoh dalam Primbon Jawa dapat dipandang sebagai bagian dari tradisi budaya yang sarat nilai filosofi. Namun, keberhasilan sebuah hubungan tetap ditentukan oleh komunikasi, komitmen, saling menghormati, serta usaha bersama dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Editor : Novica Satya Nadianti