Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Weton Jodoh Primbon Jawa: Cara Menghitung Kecocokan Pasangan, Kenali Arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu Sebelum Menikah

Novica Satya Nadianti • Minggu, 31 Mei 2026 | 21:15 WIB
Weton jodoh Primbon Jawa dipercaya mengungkap kecocokan pasangan. Kenali arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu sebelum menikah.
( Gemini AI )
Weton jodoh Primbon Jawa dipercaya mengungkap kecocokan pasangan. Kenali arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu sebelum menikah. ( Gemini AI )

 

JAKARTA - Weton jodoh dalam Primbon Jawa kembali menjadi perbincangan masyarakat setelah dibahas dalam sebuah kelas metafisika yang mengulas cara menghitung kecocokan pasangan berdasarkan perhitungan weton. Tradisi turun-temurun ini masih banyak digunakan sebagai pertimbangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Dalam penjelasannya, weton jodoh dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai potensi hubungan antara dua orang. Namun, perhitungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penentu mutlak masa depan seseorang, melainkan sebagai rambu-rambu yang dapat dijadikan bahan pertimbangan.

Pembahasan mengenai weton jodoh ini berfokus pada perhitungan kelipatan tujuh yang menghasilkan beberapa kategori hubungan, yaitu Jodoh, Padu, Pegat, Pati, Gunem, Loro, dan Ratu. Setiap hasil memiliki makna tersendiri yang diyakini dapat menggambarkan dinamika hubungan pasangan di masa depan.

Baca Juga: Menelisik Ramalan Jayabaya Terbaru: Benarkah Sosok Satrio Piningit Akan Muncul Membawa Perubahan Besar bagi Nusantara?

Cara Menghitung Weton Jodoh

Perhitungan weton dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran dari masing-masing pasangan. Setelah mendapatkan total nilai, angka tersebut dibagi tujuh untuk mengetahui sisa hasil pembagian.

Sisa angka yang diperoleh kemudian menjadi dasar penentuan kategori hubungan. Metode ini telah lama dikenal dalam tradisi Primbon Jawa dan masih digunakan oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.

Menurut pemaparan dalam kelas metafisika tersebut, hasil perhitungan tidak boleh dijadikan dasar untuk menilai seseorang secara mutlak. Restu orang tua, komunikasi, serta usaha membangun hubungan tetap menjadi faktor utama dalam kehidupan rumah tangga.

Baca Juga: Ramalan Jayabaya Terbaru Tentang Kesenjangan Ekonomi: Benarkah Jurang Antara Si Kaya dan Si Miskin Semakin Lebar?

Makna Padu, Pegat, hingga Pati

Kategori Padu diartikan sebagai hubungan yang berpotensi mengalami pertengkaran atau konflik. Meski demikian, hubungan masih dapat dipertahankan apabila kedua pihak mampu menjaga komunikasi dan saling memahami.

Sementara itu, Pegat sering dikaitkan dengan kemungkinan perpisahan atau perceraian. Karena itu, pasangan yang memperoleh hasil ini biasanya dianjurkan lebih berhati-hati dalam membangun komitmen dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kategori Pati dianggap sebagai hasil yang paling berat. Dalam berbagai tafsir Primbon Jawa, Pati tidak selalu berarti kematian secara harfiah. Maknanya bisa berupa matinya rasa cinta, hilangnya keharmonisan, kegagalan usaha bersama, atau berbagai bentuk kehilangan lainnya dalam kehidupan rumah tangga.

Adapun Gunem berkaitan dengan omongan atau gosip dari lingkungan sekitar yang berpotensi memengaruhi hubungan pasangan. Karena itu, pasangan yang memperoleh hasil ini dianjurkan memiliki kepercayaan dan komitmen yang kuat.

Baca Juga: Ramalan Primbon Jawa 2026: 5 Weton yang Diprediksi Banjir Rezeki dan Karier Melesat, Apakah Weton Anda Masuk Daftar?

Ratu Jadi Hasil Paling Diincar

Di antara seluruh kategori, Ratu disebut sebagai hasil yang paling baik. Pasangan yang memperoleh kategori ini dipercaya memiliki peluang lebih besar untuk membangun keluarga harmonis, rezeki yang lancar, serta hubungan yang saling mendukung.

Meski demikian, narasumber dalam pembahasan tersebut menegaskan bahwa hasil perhitungan bukan jaminan mutlak. Kehidupan rumah tangga tetap dipengaruhi oleh sikap, karakter, usaha, dan keputusan yang diambil oleh masing-masing pasangan.

Selain untuk urusan asmara, perhitungan weton juga disebut dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan lain, seperti menentukan hari baik untuk pernikahan, membuka usaha, memilih arah rumah, hingga merencanakan kegiatan tertentu.

Baca Juga: Ramalan Jawa Bulan Lahir Februari: Punya Intuisi Tajam dan Hati Lembut, Banyak Orang Terkejut dengan Sifat Aslinya

Solusi Jika Hasil Weton Kurang Baik

Dalam tradisi Jawa, terdapat berbagai upaya yang dipercaya dapat dilakukan ketika hasil perhitungan weton menunjukkan kategori yang kurang baik. Salah satunya adalah mencari hari baik untuk prosesi pernikahan.

Beberapa keluarga juga menjalankan tradisi selamatan atau ritual adat tertentu sebagai bentuk doa dan harapan agar rumah tangga yang dibangun mendapatkan perlindungan serta keberkahan.

Meski demikian, narasumber kembali mengingatkan bahwa weton hanyalah salah satu bentuk kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur. Masyarakat tidak dianjurkan menjadikannya sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan besar.

Baca Juga: Ramalan Jayabaya Terbaru Soroti Pergeseran Moral: Mengapa Fenomena Anak Kehilangan Hormat Jadi Tanda Zaman Edan?

"Ini hanya rambu-rambu dan petunjuk. Yang paling utama tetap doa kepada Tuhan dan restu orang tua," demikian pesan yang disampaikan dalam penutup pembahasan.

Dengan demikian, weton jodoh dalam Primbon Jawa dapat dipandang sebagai bagian dari tradisi budaya yang sarat nilai filosofi. Namun, keberhasilan sebuah hubungan tetap ditentukan oleh komunikasi, komitmen, saling menghormati, serta usaha bersama dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Weton Jodoh #Arti Ratu dan Pegat #hitungan weton #kecocokan pasangan #Primbon Jawa