Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hitungan Jawa Saat Menanam Kembali Dicari Petani, Begini Cara Menghitung Hari Baik Tanam Berdasarkan Weton dan Pasaran Jawa

Novica Satya Nadianti • Minggu, 31 Mei 2026 | 22:25 WIB
Hitungan Jawa saat menanam dipercaya membantu menentukan hari baik tanam berdasarkan weton dan pasaran Jawa.
( Gemini AI )
Hitungan Jawa saat menanam dipercaya membantu menentukan hari baik tanam berdasarkan weton dan pasaran Jawa. ( Gemini AI )

 

JAKARTA - Hitungan Jawa saat menanam kembali menjadi perbincangan di kalangan petani dan pecinta tanaman. Tradisi warisan leluhur ini dipercaya membantu menentukan waktu yang tepat untuk melakukan penanaman berdasarkan perpaduan hari dan pasaran Jawa.

Pembahasan mengenai hitungan Jawa saat menanam tersebut muncul setelah banyak petani menanyakan cara menentukan hari tanam yang sesuai dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Dalam tradisi Jawa, terdapat perhitungan khusus yang menggabungkan nilai hari dan pasaran untuk menghasilkan kategori tertentu yang disesuaikan dengan hasil panen yang diharapkan.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, hitungan Jawa saat menanam bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga bagian dari kearifan lokal yang masih digunakan hingga sekarang. Meski tidak bersifat wajib dan tidak memiliki dasar ilmiah dalam pertanian modern, perhitungan ini tetap dipakai sebagai pedoman tambahan sebelum memulai masa tanam.

Baca Juga: Menelisik Ramalan Jayabaya Terbaru: Benarkah Sosok Satrio Piningit Akan Muncul Membawa Perubahan Besar bagi Nusantara?

Mengenal Nilai Hari dan Pasaran Jawa

Dalam perhitungan tersebut, setiap hari memiliki nilai angka tertentu. Hari Ahad atau Minggu bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, pasaran Jawa terdiri dari lima jenis, yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Masing-masing memiliki nilai berbeda, yakni Pon 7, Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, dan Pahing 9.

Nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk menentukan kategori yang dianggap cocok bagi jenis tanaman tertentu. Hasil penjumlahan tersebut akan masuk ke dalam kelompok buah, akar, daun, atau pohon.

Baca Juga: Mengenal Nogo Dino dan Pati Dino dalam Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung serta Maknanya Menurut Leluhur Jawa

Cara Menggunakan Hitungan Hari Tanam Jawa

Prinsip utama dalam metode ini adalah menjumlahkan nilai hari dengan nilai pasaran yang sedang berlangsung. Hasilnya kemudian dicocokkan dengan tabel kategori tanam.

Kategori "buah" atau dalam istilah Jawa disebut "woh" memiliki nilai 8, 12, dan 16. Hari yang menghasilkan angka tersebut dipercaya baik digunakan untuk menanam tanaman yang hasil utamanya berupa buah atau biji, seperti padi, cabai, tomat, rambutan, durian, dan berbagai tanaman buah lainnya.

Kategori "oyot" atau akar memiliki nilai 9, 13, dan 17. Angka tersebut dianggap cocok untuk menanam tanaman yang dipanen bagian akar atau umbinya, seperti singkong, ubi jalar, kentang, dan jenis umbi-umbian lainnya.

Sementara kategori "godong" atau daun memiliki nilai 7, 11, dan 15. Hari yang masuk dalam kelompok ini diyakini baik untuk menanam sayuran daun seperti bayam, sawi, kangkung, maupun tanaman lain yang dimanfaatkan bagian daunnya.

Adapun kategori "wit" atau pohon memiliki nilai 10, 14, dan 18. Perhitungan ini biasanya digunakan untuk tanaman yang dimanfaatkan batang atau kayunya, seperti sengon dan berbagai tanaman kehutanan lainnya.

Baca Juga: 10 Weton Anak Pembawa Rezeki Menurut Primbon Jawa, Diramalkan Mampu Mengangkat Derajat Orang Tua dan Hidup Makmur

Contoh Perhitungan Hari Baik Menanam

Sebagai contoh, jika hari yang dipilih adalah Ahad Pon, maka nilai Ahad 5 ditambah nilai Pon 7 sehingga menghasilkan angka 12. Angka tersebut termasuk kategori buah, sehingga dianggap cocok untuk menanam tanaman yang hasil panennya berupa buah atau biji.

Contoh lainnya adalah Minggu Wage. Nilai Minggu 5 ditambah Wage 4 menghasilkan angka 9. Angka ini masuk kategori akar sehingga dinilai baik untuk tanaman umbi.

Jika suatu hari jatuh pada Selasa Kliwon, maka nilai Selasa 3 ditambah Kliwon 8 menghasilkan angka 11. Hasil tersebut termasuk kategori daun atau godong sehingga cocok untuk menanam sayuran daun.

Baca Juga: Ramalan Jayabaya Terbaru Soroti Pergeseran Moral: Mengapa Fenomena Anak Kehilangan Hormat Jadi Tanda Zaman Edan?

Sebagai Wawasan Tradisi Leluhur

Meski masih digunakan oleh sebagian petani, metode ini lebih sering diposisikan sebagai bentuk pelestarian budaya dan pengetahuan leluhur Jawa. Faktor-faktor agronomis seperti kondisi tanah, cuaca, ketersediaan air, pemupukan, serta pengendalian hama tetap menjadi penentu utama keberhasilan budidaya tanaman.

Karena itu, hitungan hari tanam Jawa dapat dipandang sebagai kearifan lokal yang memperkaya tradisi pertanian masyarakat. Selain menambah wawasan budaya, perhitungan ini juga menjadi salah satu warisan yang masih dikenal dan dipraktikkan oleh sebagian petani hingga saat ini.

Editor : Novica Satya Nadianti
#pasaran jawa #Hitungan Jawa Saat Menanam #Tradisi Pertanian Jawa #Hari Baik Tanam #Weton jawa