Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gunung Kawi Malang Masih Ramai Didatangi, Pengunjung dari Jabodetabek Disebut Dominasi untuk Tujuan Ini

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Senin, 6 Juli 2026 | 17:40 WIB
Gunung Kawi Malang masih ramai didatangi pengunjung. Kreator konten mengungkap banyak wisatawan dari Jabodetabek datang dengan beragam tujuan. (Youtube. com)
Gunung Kawi Malang masih ramai didatangi pengunjung. Kreator konten mengungkap banyak wisatawan dari Jabodetabek datang dengan beragam tujuan. (Youtube. com)

MALANG, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Gunung Kawi Malang kembali menjadi perbincangan setelah sebuah podcast menghadirkan pengalaman seorang kreator konten yang mengunjungi kawasan wisata religi tersebut. Dalam perbincangan itu terungkap bahwa Gunung Kawi Malang masih ramai didatangi pengunjung, bahkan sebagian besar disebut berasal dari wilayah Jabodetabek.

Video tersebut menampilkan kisah perjalanan kreator konten Bang Brew yang mengaku datang ke Gunung Kawi bersama beberapa kreator lain, termasuk Pesulap Merah. Selama berada di lokasi, rombongan mendapat pendampingan dari juru kunci sekaligus memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut.

Menurut pengakuannya, Gunung Kawi Malang hingga kini masih menjadi tujuan masyarakat yang datang dengan berbagai maksud. Mulai dari wisata religi, ziarah, hingga keyakinan untuk mencari berkah. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak salah memahami keberadaan situs budaya tersebut.

Baca Juga: Pantai Ngobaran Gunungkidul Makin Viral, Wisata Unik dengan Pura, Candi Kejawen, dan Musala dalam Satu Kawasan

Mengaku Bertemu Pengunjung yang Sudah Dua Hari Berada di Gunung Kawi

Dalam podcast itu, Bang Brew menceritakan salah satu pengalaman yang paling membekas saat bertemu seorang perempuan yang mengaku telah berada di kawasan Gunung Kawi selama dua hari.

Saat ditanya tujuan kedatangannya, perempuan tersebut mengaku ingin bertemu "Eyang" dan berharap memperoleh rezeki. Bahkan, menurut cerita yang disampaikan, ia berencana berada di lokasi selama satu pekan.

Pengalaman itu menjadi salah satu alasan mengapa Gunung Kawi masih identik dengan berbagai cerita spiritual yang berkembang di masyarakat. Meski demikian, pengakuan tersebut merupakan pengalaman pribadi narasumber dan bukan keterangan resmi dari pengelola kawasan.

Baca Juga: Perjalanan Feda Ega Pratama dari Gunungkidul ke Eropa, Anak Juara Indoprix yang Kini Jadi Harapan Besar Indonesia Menuju MotoGP

Pengunjung Disebut Datang dari Berbagai Daerah

Bang Brew juga mengaku sempat melihat buku tamu yang ada di lokasi. Dari pengamatannya, pengunjung dari wilayah Jabodetabek disebut lebih banyak dibandingkan wisatawan lokal Jawa Timur.

Ia menyebut sebagian pengunjung datang dengan harapan memperoleh keberuntungan, mulai dari urusan ekonomi, jabatan hingga pasangan hidup. Meski demikian, ia tidak menyampaikan data resmi mengenai jumlah maupun tujuan para pengunjung tersebut.

Menurutnya, Gunung Kawi tetap menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik kuat karena reputasinya sebagai kawasan wisata religi yang telah dikenal sejak lama.

Baca Juga: Judul Berita: Eksplorasi Keindahan Gunungkidul: Destinasi Wisata Hits untuk Liburan Akhir Pekan 2026 yang Wajib Dikunjungi

Viral di Media Sosial, Pengunjung Justru Meningkat

Dalam perbincangan tersebut juga disinggung dampak viralnya berbagai konten mengenai Gunung Kawi di media sosial. Bang Brew mengaku sempat mendatangi lokasi saat kondisi relatif sepi.

Namun setelah kawasan itu ramai diperbincangkan oleh berbagai kreator konten, jumlah pengunjung disebut meningkat cukup signifikan. Fenomena tersebut dinilai menjadi ironi karena sebagian masyarakat justru datang akibat rasa penasaran terhadap cerita-cerita mistis yang beredar di internet.

Ia menegaskan, apabila masyarakat datang untuk menikmati suasana, mempelajari sejarah, atau sekadar berwisata, hal tersebut merupakan sesuatu yang positif. Sebaliknya, ia mengingatkan agar tidak menjadikan Gunung Kawi sebagai tempat untuk mencari kekayaan melalui praktik-praktik yang bertentangan dengan keyakinan.

Baca Juga: Perjalanan Feda Ega Pratama dari Gunungkidul ke Eropa, Anak Juara Indoprix yang Kini Jadi Harapan Besar Indonesia Menuju MotoGP

Pesan agar Menghormati Nilai Budaya

Di akhir pembahasan, Bang Brew menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi mengenai Gunung Kawi. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai budaya dan sejarah yang patut dihormati.

Ia berharap masyarakat tidak hanya terpaku pada cerita pesugihan yang selama ini melekat pada nama Gunung Kawi. Sebab, kawasan tersebut juga merupakan salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi peziarah untuk berdoa dan mengenang tokoh-tokoh yang dihormati.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai berbagai klaim yang beredar tanpa melakukan verifikasi. Pengunjung juga diimbau menjaga sikap selama berada di kawasan Gunung Kawi sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Menemukan Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Wilis: Jolotundo Glamping & Edu Park, Destinasi Healing Paling Estetik di Nganjuk!

Dengan terus ramainya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, Gunung Kawi tetap menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian. Namun di balik popularitasnya, pengunjung diingatkan untuk mengedepankan niat berwisata dan belajar mengenai sejarah serta budaya lokal, bukan sekadar mengejar cerita-cerita yang belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Gunung Kawi Malang #pesugihan Gunung Kawi #wisata religi #jabodetabek #gunung kawi