MALANG, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah sebuah konten YouTube mengulas langsung berbagai mitos yang selama ini melekat dengan lokasi yang dikenal sebagai tempat pesugihan tersebut. Menariknya, hasil penelusuran justru menunjukkan fakta berbeda dari anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat.
Dalam perjalanan menuju Gunung Kawi, kreator konten bersama tim lebih dulu mewawancarai sejumlah warga Malang. Mereka ingin mengetahui apakah masyarakat sekitar benar-benar percaya dengan mitos pesugihan yang selama ini identik dengan kawasan tersebut.
Hasilnya cukup mengejutkan. Mayoritas warga yang ditemui, mulai dari pedagang, pemilik kos, pekerja bangunan hingga pengemudi, mengaku tidak mempercayai pesugihan Gunung Kawi. Sebagian bahkan mengaku belum pernah mengunjungi lokasi yang selama ini ramai diperbincangkan tersebut.
Mayoritas Warga Malang Mengaku Tidak Percaya
Dalam wawancara dengan sejumlah pedagang di sekitar kawasan Malang, hampir seluruh narasumber menyampaikan pandangan serupa. Mereka lebih memilih bekerja dan berusaha dibanding mempercayai jalan pintas untuk memperoleh kekayaan.
Beberapa warga yang beragama Islam juga menyebut ritual pesugihan tidak sesuai dengan keyakinan mereka. Menurut mereka, rezeki seharusnya diperoleh melalui kerja keras, sedekah, doa, dan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing.
Fenomena ini dinilai menarik karena selama ini Gunung Kawi lebih dikenal oleh masyarakat luar daerah dibanding warga lokal sendiri. Bahkan muncul anggapan bahwa justru orang dari luar Malang yang lebih sering datang untuk melakukan ritual tertentu.
Baca Juga: Pendakian Gunung Rinjani Makin Ketat, Sistem Zero Waste hingga Jalur Torean Berkabut Jadi Sorotan
Gunung Kawi Ramai Didatangi Pencari Berkah
Sesampainya di kawasan Gunung Kawi, rombongan bertemu dengan juru kunci Keraton Gunung Kawi, Sunarto. Ia menjelaskan bahwa persepsi mengenai tempat tersebut sering kali berbeda dengan kenyataan di lapangan.
Menurutnya, banyak tamu datang dengan tujuan "ngalap berkah" atau memohon keberkahan kepada Tuhan melalui perantara tokoh yang dihormati dalam tradisi setempat.
Ia mengatakan, tamu yang datang memiliki tujuan beragam. Ada yang berharap usahanya semakin lancar, memperoleh jodoh, mendapatkan kenaikan jabatan, hingga mencari ketenangan batin.
"Beda-beda tujuan setiap orang yang datang ke sini," ujarnya.
Ritual yang Dilakukan Pengunjung
Sunarto menjelaskan, ritual yang lazim dilakukan biasanya membawa bunga tiga warna atau bunga tabur serta dupa. Setelah itu, pengunjung menyampaikan hajat yang kemudian dibacakan doa menurut tradisi Kejawen oleh juru kunci.
Ia menegaskan tidak ada tarif khusus bagi pengunjung yang ingin berdoa. Semua bersifat sukarela. Sementara bagi mereka yang bernazar, bentuk syukur biasanya diwujudkan dengan membuat tumpengan, menyembelih kambing atau sapi, lalu dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Menurutnya, hewan yang disembelih bukan dijadikan tumbal, melainkan dikonsumsi bersama warga sebagai bentuk syukuran atas keberhasilan yang diperoleh.
Banyak Tokoh Besar Disebut Pernah Datang
Dalam keterangannya, Sunarto juga mengaku kawasan Gunung Kawi pernah dikunjungi sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan.
Ia menyebut banyak pengusaha, pejabat, calon kepala daerah hingga artis pernah datang ke lokasi tersebut. Bahkan menurutnya, sejumlah tamu berasal dari luar negeri.
Sunarto juga mengungkap bahwa Presiden Joko Widodo disebut pernah datang ketika masih menjadi pengusaha mebel sebelum menjabat sebagai Wali Kota Solo. Selain itu, ia menyebut keluarga pendiri BCA, Sudono Salim, juga beberapa kali berkunjung ke kawasan tersebut.
Meski demikian, seluruh pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari juru kunci dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Lima Tempat Ibadah Berdiri Berdampingan
Hal lain yang cukup menarik perhatian adalah keberadaan lima tempat ibadah yang berada di kawasan Gunung Kawi.
Menurut juru kunci, kawasan tersebut memiliki musala, pura, vihara, gereja, hingga klenteng yang berdiri dalam satu area. Keberadaan tempat-tempat ibadah itu menjadi simbol keberagaman yang selama ini ada di kawasan wisata religi tersebut.
Selain itu terdapat beberapa gua yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam tradisi spiritual yang berkembang di lokasi tersebut.
Mitos Gunung Kawi Terus Menjadi Perdebatan
Meski berbagai cerita mengenai pesugihan, tumbal hingga kisah mistis terus berkembang dari mulut ke mulut maupun media sosial, tidak semua masyarakat mempercayainya.
Penelusuran yang dilakukan dalam video tersebut justru memperlihatkan bahwa sebagian besar warga sekitar lebih memilih bekerja keras daripada menggantungkan harapan pada ritual tertentu.
Di sisi lain, kawasan Gunung Kawi tetap menjadi destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah dengan beragam tujuan, mulai dari ziarah, ngalap berkah, hingga sekadar ingin mengetahui sejarah dan budaya yang berkembang di kawasan tersebut.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari