Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gunung Kawi Kembali Disorot, Begini Isi Ritual, Buku Permohonan hingga Fakta yang Ditemukan di Dalamnya

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Senin, 6 Juli 2026 | 18:20 WIB
Gunung Kawi kembali disorot. Penelusuran mengungkap isi ritual, buku permohonan, sesaji, hingga penjelasan juru kunci di kawasan wisata spiritual Malang. (Youtube. com)
Gunung Kawi kembali disorot. Penelusuran mengungkap isi ritual, buku permohonan, sesaji, hingga penjelasan juru kunci di kawasan wisata spiritual Malang. (Youtube. com)

MALANG, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video YouTube mengulas langsung aktivitas di kawasan yang selama ini identik dengan ritual spiritual dan mitos pesugihan. Penelusuran tersebut memperlihatkan berbagai sudut lokasi, mulai dari keraton, tempat pertapaan, hingga buku permohonan yang diisi para pengunjung.

Selama bertahun-tahun, Gunung Kawi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata spiritual di Kabupaten Malang. Tak sedikit orang datang dengan berbagai tujuan, mulai dari ziarah, mempelajari sejarah, hingga menjalankan ritual sesuai keyakinan masing-masing.

Dalam video tersebut, kreator konten menyusuri hampir seluruh area Keraton Gunung Kawi bersama juru kunci. Berbagai benda ritual seperti dupa, bunga, kopi, hingga daftar permohonan pengunjung menjadi perhatian karena selama ini sering dikaitkan dengan praktik ngalap berkah.\

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Status Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dilarang Dekati Radius 3 Kilometer

Keraton Gunung Kawi Dipenuhi Perlengkapan Ritual

Sesaat memasuki kawasan keraton, terlihat sejumlah perlengkapan yang biasa digunakan dalam ritual, seperti dupa yang masih menyala, bunga tabur, sesaji, kopi, hingga lilin yang terus menyala di dalam ruangan.

Kreator konten menjelaskan bahwa menurut penjelasan yang pernah diterimanya mengenai tradisi Kejawen, dupa digunakan sebagai simbol doa yang dipercaya naik bersama asap menuju langit. Namun, ia juga menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan yang dianut sebagian masyarakat.

Di dalam ruangan utama, aroma dupa sangat terasa. Beberapa meja dipenuhi sesaji berupa kopi, bunga, hingga bahan lain yang telah mengering karena telah lama diletakkan di lokasi tersebut.

Baca Juga: Pantai Ngobaran Gunungkidul Makin Viral, Wisata Unik dengan Pura, Candi Kejawen, dan Musala dalam Satu Kawasan

Buku Permohonan Berisi Beragam Harapan Pengunjung

Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah keberadaan buku tamu atau buku permohonan yang dapat diisi pengunjung.

Di dalamnya tertulis berbagai harapan, mulai dari kelancaran usaha, pelunasan utang, kesehatan keluarga, hingga permintaan agar memperoleh rezeki yang lebih baik.

Beberapa pengunjung bahkan menuliskan nama lengkap, alamat, jenis usaha, serta tujuan kedatangannya ke Gunung Kawi. Ada pula yang berharap usahanya berkembang, mendapatkan jodoh, hingga memperoleh keberuntungan dalam kehidupan.

Baca Juga: Pendakian Gunung Sindoro Bersama Pendaki Singapura, Kisah Pak Zulka Cari Jati Diri Jadi Sorotan

Juru kunci menjelaskan bahwa buku tersebut menjadi salah satu media penyampaian hajat para tamu yang datang ke kawasan tersebut.

Juru Kunci Jelaskan Tradisi yang Berlaku

Dalam kesempatan itu, juru kunci menjelaskan terdapat tata cara tertentu bagi tamu yang ingin menjalankan ritual.

Ia menyebut sesaji biasanya terdiri atas dua gelas kopi pahit, teh manis, nasi putih, bunga, serta dupa atau menyan yang dibakar pada waktu tertentu, khususnya malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon.

Baca Juga: Waduk Selorejo Ngantang Malang Jadi Surga Healing, View Gunung Kawi dan Kelud Bikin Wisatawan Enggan Pulang

Menurutnya, permohonan tetap ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sedangkan tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut dipandang sebagai perantara dalam tradisi spiritual yang berkembang di kawasan Gunung Kawi.

Selain itu, bunga yang telah digunakan dalam ritual kemudian dikeringkan dan dikenal sebagai "bunga layon". Sebagian pengunjung membawanya pulang untuk disimpan di dompet atau tempat penyimpanan uang karena dipercaya membawa keberuntungan menurut keyakinan tertentu.

Foto Pengunjung Juga Dipasang

Hal lain yang cukup unik adalah banyaknya foto pengunjung yang dipasang di area keraton.

Baca Juga: Waduk Selorejo Ngantang Malang Jadi Surga Healing, View Gunung Kawi dan Kelud Bikin Wisatawan Enggan Pulang

Juru kunci mengatakan foto-foto tersebut berasal dari tamu yang datang dan menjadi bagian dari syarat ritual sesuai kepercayaan masing-masing. Jika jumlahnya sudah terlalu banyak, foto-foto lama akan dipindahkan ke tempat penyimpanan khusus.

Tak hanya masyarakat umum, menurut juru kunci, terdapat pula foto pejabat, pengusaha, hingga tamu dari berbagai daerah yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut.

Kawasan Gunung Kawi Juga Memiliki Nilai Sejarah

Selain dikenal karena mitos spiritualnya, kawasan Gunung Kawi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya.

Baca Juga: Pesona Hidden Gem Bali: Rahasia Air Terjun Wana Ayu dan Ritual Melukat Suci di Pura Gunung Kawi Sebatu yang Bikin Tenang

Di lokasi tersebut terdapat situs Keraton Gunung Kawi, makam tokoh yang dihormati masyarakat setempat, area pertapaan, pura, vihara, serta musala yang sedang dibangun.

Keberadaan berbagai tempat ibadah tersebut menunjukkan kawasan ini juga menjadi simbol keberagaman karena digunakan oleh pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda.

Kreator konten pun memilih tidak memasuki beberapa area ibadah secara penuh sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan yang dianut masing-masing umat.

Baca Juga: Lembah Indah Malang, Sensasi Glamping di Kaki Gunung Kawi dengan View Alam, Playground Anak, hingga Mini Peternakan

Disarankan Datang untuk Belajar Budaya

Pada akhir video, kreator menyampaikan pandangannya bahwa Gunung Kawi lebih tepat dikunjungi untuk mempelajari sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat setempat dibanding hanya terpaku pada mitos pesugihan yang selama ini berkembang.

Ia juga menyebut banyak warga Malang sendiri yang tidak mempercayai anggapan bahwa kekayaan seseorang berasal dari ritual di Gunung Kawi. Menurutnya, setiap orang bebas meyakini ajaran agamanya masing-masing, sementara keberadaan kawasan tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari warisan budaya yang masih lestari hingga sekarang.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Keraton Gunung Kawi #pesugihan Gunung Kawi #ritual Gunung Kawi #wisata spiritual Malang #gunung kawi