JAKARTA - Weton jodoh ketemu 24 dalam Primbon Jawa disebut memiliki kelebihan sekaligus kekurangan yang perlu dipahami sebelum dijadikan bahan pertimbangan dalam membangun rumah tangga. Melalui kanal YouTube Fitka Channel, pembahasan mengenai hasil hitungan weton 24 atau patlikur dijelaskan sebagai prediksi berdasarkan tradisi Jawa, bukan kepastian mutlak yang pasti terjadi dalam kehidupan pasangan.
Dalam penjelasannya, Fitrika selaku narasumber menegaskan bahwa hasil perhitungan weton tidak bisa dijadikan patokan 100 persen. Menurutnya, baik atau buruknya kehidupan rumah tangga tetap dipengaruhi oleh cara pasangan menjalani hubungan, termasuk memilih hari yang dianggap baik dalam tradisi Jawa untuk melangsungkan pernikahan.
Ia menjelaskan bahwa perpaduan weton yang sama-sama menghasilkan angka 24 belum tentu memberikan hasil yang sama pada setiap pasangan. Sebab, masing-masing pasangan memiliki perpaduan weton yang berbeda sehingga dapat menghasilkan kecenderungan yang tidak selalu serupa.
Prediksi Weton Jodoh Ketemu 24 Bukan Kepastian Mutlak
Dalam video tersebut, Fitrika mengawali pembahasan dengan mengingatkan bahwa seluruh penjelasan mengenai weton merupakan bentuk prediksi berdasarkan Primbon Jawa.
Menurutnya, hasil hitungan weton hanya memberikan gambaran mengenai kecenderungan yang mungkin dialami pasangan. Realisasi dalam kehidupan nyata tetap bergantung pada sikap kedua belah pihak serta berbagai faktor lain yang memengaruhi perjalanan rumah tangga.
Selain itu, pemilihan hari yang dianggap tepat untuk menikah juga disebut memiliki peran dalam siklus kehidupan rumah tangga menurut tradisi Primbon Jawa.
Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier
Karena itu, pasangan yang memperoleh hasil tertentu tidak dianjurkan langsung merasa takut ataupun pesimistis.
Kelebihan Weton Jodoh Ketemu 24
Dalam pembahasan tersebut, Fitrika menyebut ada beberapa kelebihan yang dimiliki pasangan dengan hasil hitungan weton jodoh ketemu 24.
Kelebihan pertama adalah Satrio Wibowo.
Istilah ini dimaknai sebagai pasangan yang memperoleh kemuliaan dan kehormatan di lingkungan sekitarnya.
Menurut penjelasan narasumber, pasangan tersebut cenderung dipandang memiliki kewibawaan sehingga memperoleh penghormatan dari masyarakat.
Kelebihan berikutnya adalah masuk dalam kategori Pasti.
Kategori ini menggambarkan rumah tangga yang terlihat harmonis, rukun, serasi, dan adem ayem.
Meski demikian, Fitrika kembali menekankan bahwa hasil tersebut tetap dipengaruhi perpaduan weton masing-masing pasangan.
Artinya, pasangan yang sama-sama memperoleh angka 24 belum tentu memiliki hasil akhir yang identik karena masih dipengaruhi kombinasi weton lainnya.
Kekurangan Weton Jodoh Ketemu 24
Di samping memiliki sisi positif, weton jodoh ketemu 24 juga disebut mempunyai sejumlah potensi tantangan.
Kekurangan pertama adalah Tibo Lumbung Gemuling.
Dalam penjelasan Fitrika, istilah tersebut menggambarkan kondisi penurunan ekonomi atau kemerosotan keuangan dalam rumah tangga.
Penyebabnya dapat berasal dari pengeluaran yang lebih besar dibanding pemasukan.
Kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh kebiasaan boros ataupun munculnya kebutuhan mendadak yang tidak dapat dipenuhi oleh kemampuan finansial keluarga.
Akibatnya, pasangan dapat mengalami tekanan ekonomi apabila tidak mampu mengelola keuangan dengan baik.
Berpotensi Mengalami Loro-Loro
Kekurangan berikutnya adalah kategori Loro-Loro.
Menurut penjelasan dalam video, istilah ini berkaitan dengan kondisi sengsara, kesulitan, sakit, ataupun terluka.
Kesulitan tersebut dapat muncul dalam pekerjaan maupun usaha yang sedang dijalankan.
Baca Juga: Weton Paling Beruntung 2026 Diprediksi Banjir Rezeki, Karier Melesat dan Peluang Usaha Terbuka Lebar
Sementara sakit dapat dialami suami, istri, maupun anak.
Adapun makna terluka tidak selalu diartikan secara fisik.
Fitrika menjelaskan bahwa kondisi tersebut juga dapat dimaknai sebagai luka batin akibat perilaku ataupun sikap pasangan dalam kehidupan rumah tangga.
Penggel, Salah Satu Pasangan Bisa Mengalami Kekalahan
Selain Loro-Loro, hasil hitungan weton 24 juga dapat memunculkan kategori Penggel.
Istilah ini dimaknai sebagai kondisi ketika salah satu pihak mengalami kekalahan atau tidak mampu bertahan.
Menurut penjelasan narasumber, kondisi tersebut bisa terjadi pada pasangan maupun orang tua dari salah satu pihak.
Fitrika menyebut Penggel dapat muncul sebagai lanjutan dari persoalan ekonomi maupun kesulitan yang terjadi sebelumnya.
Karena itu, tingkat permasalahan yang dialami pasangan disebut bergantung pada tahapan atau level yang muncul dalam hasil perhitungan weton.
Makna Pati dalam Weton Jodoh Ketemu 24
Bagian yang paling mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut adalah munculnya kategori Pati.
Dalam bahasa Indonesia, pati berarti meninggal.
Namun dalam konteks Primbon Jawa yang dijelaskan Fitrika, makna Pati tidak selalu diartikan sebagai kematian secara harfiah.
Kategori ini juga dapat dimaknai sebagai berhentinya rezeki, hilangnya keharmonisan rumah tangga, berakhirnya kebahagiaan, hingga hilangnya rasa cinta di antara pasangan.
Menurut Fitrika, Pati juga dapat diartikan sebagai berakhirnya masa jodoh.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi karena dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama adalah salah satu pasangan meninggal dunia sebagai bagian dari takdir Tuhan.
Kemungkinan kedua ialah hubungan berakhir melalui perceraian yang diputuskan kedua belah pihak.
Dalam penjelasannya disebutkan bahwa kategori Pati pada weton jodoh ketemu 24 muncul dua kali, yakni pada metode Siklus Ketiga maupun perhitungan Pancasuda.
Karena itu, pasangan yang memperoleh hasil tersebut dianjurkan lebih berhati-hati dan memperbanyak doa agar berbagai hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
Tidak Semua Pasangan Harus Mengakhiri Hubungan
Fitrika mengakui bahwa apabila melihat keseluruhan hasil perhitungan, weton jodoh ketemu 24 tampak memiliki lebih banyak kekurangan dibanding kelebihannya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keputusan tetap bergantung pada perpaduan weton secara keseluruhan.
Apabila hasil perpaduan weton lain mampu memberikan nilai yang baik, hubungan masih dapat diteruskan.
Sebaliknya, apabila perpaduan keseluruhannya juga kurang baik, menurut Primbon Jawa hubungan tersebut sebaiknya dipertimbangkan kembali.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap persoalan tetap memiliki jalan keluar.
Solusi Menurut Primbon Jawa
Dalam penutup videonya, Fitrika menyampaikan bahwa solusi untuk pasangan dengan weton yang dianggap kurang cocok telah dibahas dalam video lain di kanalnya.
Ia mengarahkan penonton untuk melihat daftar putar mengenai solusi mengatasi weton jodoh yang kurang cocok menurut Primbon Jawa.
Selain itu, ia kembali mengingatkan bahwa kualitas hubungan tidak hanya ditentukan oleh hasil hitungan weton.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga tetap bergantung pada kedua pasangan dalam menjaga komunikasi, saling memahami, serta menjalani hubungan dengan baik.
Pemilihan hari yang dianggap baik untuk menikah juga disebut memiliki pengaruh dalam tradisi Primbon Jawa sehingga masih dapat dijadikan ikhtiar bagi pasangan yang mempercayainya.
Di akhir pembahasan, Fitrika menegaskan bahwa pasangan yang memperoleh lebih banyak prediksi kurang baik tidak perlu langsung berkecil hati. Selama masih ada usaha, doa, dan ikhtiar, berbagai tantangan menurut Primbon Jawa tetap diyakini dapat disiasati dengan cara yang tepat.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Fitka channel