Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:00 WIB
Cara menghitung hari baik pindahan rumah menurut Primbon Jawa lengkap dengan daftar hari terbaik, makna setiap hasil, dan cara menghitungnya. (Youtube. com)
Cara menghitung hari baik pindahan rumah menurut Primbon Jawa lengkap dengan daftar hari terbaik, makna setiap hasil, dan cara menghitungnya. (Youtube. com)

JAKARTA - Cara menghitung hari baik pindahan rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat yang ingin memulai kehidupan di tempat tinggal baru. Dalam tradisi Jawa, perhitungan ini menggunakan nilai hari dan pasaran khusus yang berbeda dengan perhitungan weton pada umumnya.

Kepercayaan tersebut diyakini dapat membantu menentukan waktu yang dianggap membawa keselamatan, keharmonisan keluarga, kelancaran rezeki, hingga hubungan sosial yang baik. Karena itu, perhitungan hari boyongan masih digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa hingga sekarang.

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui kanal YouTube BND Rista Channel, dijelaskan bahwa metode menghitung hari baik pindahan rumah memiliki aturan tersendiri sehingga tidak boleh disamakan dengan perhitungan neptu weton yang umum dikenal masyarakat.

Baca Juga: Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa: Watak Berwibawa, Rezeki Datang Bertahap hingga Rahasia Jodohnya

Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah

Perhitungan hari boyongan dimulai dengan menentukan nilai hari. Nilai tersebut berbeda dari neptu weton yang biasa digunakan.

Berikut nilai hari menurut Primbon Jawa untuk pindahan rumah:

Dalam penjelasan tersebut ditegaskan bahwa angka tersebut hanya digunakan khusus untuk menghitung hari pindahan rumah.

Misalnya, apabila seseorang berencana pindah rumah pada hari Jumat, maka nilai harinya adalah 1. Sementara jika memilih hari Kamis, nilainya menjadi 7.

Selain nilai hari, terdapat pula nilai pasaran yang juga berbeda dengan perhitungan weton pada umumnya.

Baca Juga: Cara Menghitung Weton Menurut Primbon Jawa, Rumus Neptu untuk Melihat Karakter, Rezeki hingga Jodoh

Nilainya sebagai berikut:

Setelah mengetahui nilai hari dan pasaran, kedua angka tersebut dijumlahkan. Hasil penjumlahan itulah yang kemudian dicocokkan dengan enam siklus hasil perhitungan dalam Primbon Jawa.

Sebagai contoh, apabila seseorang ingin pindah rumah pada Jumat Kliwon, maka Jumat bernilai 1 dan Kliwon bernilai 1 sehingga hasilnya adalah 2.

Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier

Enam Siklus Hasil Perhitungan Primbon Jawa

Dalam Primbon Jawa terdapat enam hasil perhitungan yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan makna suatu hari untuk boyongan rumah.

Hasil pertama adalah Pitutur.

Angka satu diartikan sebagai kondisi yang akan menghadapi banyak persoalan sehingga membutuhkan kebijaksanaan dalam menyelesaikannya.

Hasil kedua adalah Demang Kandhuwuran.

Angka dua diartikan sebagai kondisi yang berkaitan dengan sering mengalami sakit-sakitan atau gangguan kesehatan.

Hasil ketiga adalah Satria Pinayungan.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Naas dan Hari Habis Rezeki Menurut Primbon Jawa, Begini Penjelasan Lengkapnya

Hasil ini disebut sebagai salah satu hasil terbaik. Maknanya melambangkan keselamatan, perlindungan, penghormatan, serta keberuntungan bagi penghuni rumah.

Hasil keempat adalah Mantri Sinarja.

Maknanya menunjukkan seseorang akan disukai banyak orang, dicintai, serta memiliki hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar.

Hasil kelima adalah Macan Ketawang.

Makna dari hasil ini berkaitan dengan banyaknya perselisihan, pertengkaran, maupun berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga.

Sementara hasil keenam adalah Nuju.

Dalam penjelasan Primbon Jawa, hasil ini dianggap sebagai kategori yang paling kurang baik karena dikaitkan dengan kesedihan, kesengsaraan, hingga berbagai kedukaan.

Baca Juga: Cara Menghitung Nogodino Menurut Primbon Jawa, Begini Arti dan Pantangan Berdasarkan Hari Lahir

Cara Menghitung Jika Jumlah Lebih dari Enam

Perhitungan dalam Primbon Jawa menggunakan siklus enam angka yang terus berulang.

Apabila hasil penjumlahan hari dan pasaran lebih dari enam, maka penghitungan kembali dimulai dari angka satu.

Contohnya:

Setelah itu, siklus kembali berulang sesuai urutannya.

Sebagai contoh, Jumat Kliwon memiliki hasil penjumlahan 2 sehingga masuk kategori Demang Kandhuwuran. Dalam Primbon Jawa, hasil tersebut dikaitkan dengan kondisi sakit-sakitan sehingga dianggap kurang baik dijadikan hari pindahan rumah.

Baca Juga: Prediksi Ekonomi Menurut Primbon Jawa 2026 Ramalkan Perubahan Besar, Benarkah Kesejahteraan Masyarakat Akan Meningkat?

Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik

Berdasarkan daftar perhitungan yang dijelaskan dalam video, terdapat beberapa kombinasi hari dan pasaran yang memperoleh hasil Satria Pinayungan.

Hari-hari tersebut meliputi:

Seluruh kombinasi tersebut menghasilkan angka yang masuk kategori Satria Pinayungan.

Makna Satria Pinayungan dipercaya melambangkan perlindungan, kehidupan yang lebih tenteram, memperoleh penghormatan dari masyarakat, membawa keselamatan bagi keluarga, serta menghadirkan keberkahan bagi penghuni rumah.

Karena alasan tersebut, hari-hari tersebut sering dipilih sebagai waktu utama untuk melakukan boyongan rumah menurut tradisi Primbon Jawa.

Baca Juga: Prediksi Ekonomi Menurut Primbon Jawa 2026 Ungkap Sektor yang Dipercaya Paling Menjanjikan, Peluang Rezeki Disebut Semakin Terbuka

Hari dengan Hasil Mantri Sinarja

Selain Satria Pinayungan, terdapat hasil lain yang juga dinilai baik, yaitu Mantri Sinarja.

Beberapa kombinasi hari yang termasuk kategori ini antara lain:

Makna Mantri Sinarja berkaitan dengan hubungan sosial yang harmonis.

Dalam penjelasan video disebutkan bahwa hasil ini melambangkan seseorang akan lebih disukai oleh lingkungan sekitar, memiliki hubungan sosial yang baik, memperoleh dukungan masyarakat, serta lebih mudah beradaptasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, hari-hari tersebut juga dinilai cukup baik apabila digunakan sebagai waktu pindahan rumah.

Baca Juga: Prediksi Ekonomi Menurut Primbon Jawa 2026 Jadi Sorotan, Benarkah Tahun Ini Penuh Tantangan tetapi Membawa Peluang Rezeki Besar?

Hari yang Sebaiknya Dihindari

Primbon Jawa juga menyebutkan beberapa kombinasi hari yang menghasilkan kategori Nuju sehingga disarankan untuk dihindari.

Daftarnya meliputi:

Menurut penjelasan dalam video, hasil Nuju dikaitkan dengan berbagai hambatan, kesulitan, kesedihan, maupun kedukaan setelah menempati rumah baru.

Selain itu terdapat pula hasil Macan Ketawang yang juga dinilai kurang baik karena melambangkan banyak konflik, perselisihan, hingga pertengkaran dalam kehidupan rumah tangga.

Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier

Primbon Jawa sebagai Bagian dari Tradisi Leluhur

Penjelasan mengenai perhitungan hari baik pindahan rumah disebut sebagai bagian dari tradisi dan kearifan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Sebagian masyarakat masih menggunakan perhitungan tersebut sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang dianggap baik ketika akan memulai kehidupan di rumah baru.

Meski demikian, dalam penjelasan video juga ditegaskan bahwa kebahagiaan, keharmonisan keluarga, serta keberhasilan menjalani kehidupan di rumah baru tetap bergantung pada usaha, doa, dan hubungan baik antaranggota keluarga.

Baca Juga: Ramalan Primbon Jawa 2026: Tujuh Weton Ini Diprediksi Dihantam Rezeki Besar berkat Pengaruh Cakra Tenggorokan

Karena itu, perhitungan hari baik dalam Primbon Jawa dipandang sebagai salah satu bentuk tradisi budaya yang masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat hingga sekarang.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : BND Rista Channel
cara menghitung hari baik pindahan rumah hari baik pindahan rumah boyongan rumah Satria Pinayungan Primbon Jawa