JAKARTA - Cara menentukan hari baik menikah menurut primbon Jawa kembali dijelaskan oleh Dewi Sundari melalui sebuah pembahasan mengenai perhitungan weton calon pengantin. Dalam penjelasannya, ia menguraikan langkah menghitung neptu pasangan hingga memilih hari yang dianggap paling baik untuk melangsungkan pernikahan berdasarkan tradisi Jawa.
Menurut Dewi Sundari, masyarakat Jawa yang masih memegang adat umumnya tidak langsung menentukan tanggal pernikahan. Sebelum menetapkan hari akad, calon pengantin biasanya terlebih dahulu meminta bantuan sesepuh untuk menghitung hari baik berdasarkan weton kelahiran kedua mempelai.
Harapannya, hari yang dipilih dapat membawa kebaikan bagi rumah tangga yang akan dibangun. Karena itu, proses perhitungan weton masih digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai bagian dari tradisi sebelum pernikahan dilaksanakan.
Baca Juga: Cara Menghitung Weton Menurut Primbon Jawa, Rumus Neptu untuk Melihat Karakter, Rezeki hingga Jodoh
Menghitung Jumlah Neptu Kedua Calon Pengantin
Dewi Sundari menjelaskan bahwa langkah pertama adalah mengetahui weton masing-masing calon mempelai.
Sebagai contoh, ia menggunakan pasangan dengan weton calon mempelai pria Minggu Legi dan calon mempelai wanita Senin Wage.
Dalam perhitungan tersebut, Minggu memiliki nilai 5 dan Legi bernilai 5 sehingga jumlah neptunya menjadi 10.
Sementara Senin memiliki nilai 4 dan Wage bernilai 4 sehingga total neptunya menjadi 8.
Baca Juga: Mengenal Nogo Dino dalam Primbon Jawa, Cara Menghitung hingga Makna Arah Rumah Menurut Weton
Kedua nilai tersebut kemudian dijumlahkan.
Hasilnya adalah 18, yang selanjutnya menjadi jumlah neptu pasangan dan digunakan sebagai dasar menentukan hari pernikahan.
Lima Hasil Perhitungan dalam Primbon Jawa
Menurut Dewi Sundari, hasil perhitungan hari pernikahan dibagi ke dalam lima kategori.
Kelima hasil tersebut secara berurutan adalah sandang, pangan, papan, lara, dan pati.
Ia menjelaskan bahwa hasil sandang dan pangan termasuk kategori baik.
Sementara hasil papan disebut sebagai kategori yang paling baik.
Adapun hasil lara dan pati dinilai kurang baik sehingga umumnya dihindari dalam menentukan hari pernikahan.
Kelima kategori tersebut menjadi acuan setelah jumlah neptu pasangan dijumlahkan dengan neptu hari yang dipilih.
Baca Juga: Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat
Contoh Perhitungan Hari Jumat Legi
Untuk mempermudah penjelasan, Dewi Sundari memberikan contoh pasangan yang memiliki jumlah neptu 18.
Kemudian pasangan tersebut diasumsikan akan menikah pada hari Jumat Legi.
Dalam perhitungan yang dijelaskan, Jumat memiliki nilai 6, sedangkan Legi bernilai 5.
Jumlah neptu hari tersebut menjadi 11.
Angka 11 kemudian dijumlahkan dengan neptu pasangan yang bernilai 18 sehingga menghasilkan angka 29.
Langkah berikutnya adalah membagi angka tersebut dengan lima.
Hasil pembagian menunjukkan sisa empat.
Menurut urutan hasil perhitungan yang dijelaskan, sisa empat masuk kategori lara.
Baca Juga: Letak Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Naga Hari, Naga Rijal, dan Naga Pasaran Lengkap
Karena termasuk kategori yang kurang baik, Jumat Legi dinilai bukan pilihan terbaik bagi pasangan dengan jumlah neptu 18.
Cara Mencari Hari yang Paling Baik
Dewi Sundari menjelaskan bahwa tujuan utama perhitungan adalah memperoleh hasil yang masuk kategori papan.
Untuk mendapatkannya, pasangan harus mencari angka yang apabila dibagi lima menghasilkan sisa tiga.
Sebagai contoh, ia menggunakan angka 28 dan 33.
Baca Juga: Arah Rezeki Menurut Nogo Dino, Ini Panduan Primbon Jawa agar Terhindar dari Kesialan Setiap Hari
Selanjutnya angka tersebut dikurangi jumlah neptu pasangan, yaitu 18.
Hasilnya diperoleh angka 10 dan 15.
Menurut penjelasannya, kedua angka tersebut merupakan jumlah neptu hari yang dapat digunakan sebagai acuan memilih hari baik pernikahan.
Baca Juga: Mengenal Nogo Dino dalam Primbon Jawa, Cara Menghitung hingga Makna Arah Rumah Menurut Weton
Daftar Hari dengan Neptu 10
Setelah memperoleh angka 10, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan daftar hari yang memiliki jumlah neptu 10.
Dalam penjelasan Dewi Sundari, terdapat tiga kombinasi hari yang memiliki jumlah neptu tersebut.
Hari-hari itu adalah:
- Selasa Pon.
- Jumat Wage.
- Minggu Legi.
Ketiga kombinasi hari tersebut disebut memenuhi jumlah neptu 10 sehingga dapat dipilih sebagai waktu pelaksanaan pernikahan bagi pasangan dalam contoh tersebut.
Daftar Hari dengan Neptu 15
Selain angka 10, hasil perhitungan juga menghasilkan angka 15.
Dewi Sundari kemudian menyebutkan beberapa kombinasi hari yang memiliki jumlah neptu 15.
Hari-hari tersebut meliputi:
- Kamis Pon.
- Rabu Kliwon.
- Jumat Pahing.
Dengan demikian, pasangan yang memiliki jumlah neptu 18 mempunyai enam alternatif hari berdasarkan contoh perhitungan yang disampaikan.
Pemilihan akhir dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing selama tetap memenuhi hasil perhitungan tersebut.
Hindari Hari Kematian Keluarga Inti
Meski hasil perhitungan menunjukkan beberapa pilihan hari yang baik, Dewi Sundari memberikan satu catatan penting.
Ia mengimbau agar calon pengantin menghindari hari yang bertepatan dengan hari wafat anggota keluarga inti.
Sebagai contoh, apabila kakek atau nenek salah satu calon mempelai meninggal pada Jumat Pahing, maka hari tersebut sebaiknya tidak dipilih meskipun hasil perhitungannya termasuk baik.
Dalam kondisi demikian, calon pengantin dapat memilih alternatif lain dari daftar hari yang telah diperoleh.
Baca Juga: Letak Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Naga Hari, Naga Rijal, dan Naga Pasaran Lengkap
Membuka Konsultasi Perhitungan Weton
Di akhir pembahasannya, Dewi Sundari mengatakan masyarakat yang masih mengalami kesulitan menghitung hari baik pernikahan dapat berkonsultasi secara langsung. Menurutnya, proses perhitungan memerlukan data weton kedua calon mempelai agar hasilnya dapat ditentukan sesuai metode yang dijelaskan.
Ia berharap penjelasan tersebut dapat menambah wawasan masyarakat mengenai tata cara menentukan hari baik menikah menurut primbon Jawa.
Selain itu, Dewi Sundari juga mendoakan pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan agar seluruh rencana berjalan lancar dan rumah tangga yang dibangun senantiasa diberi kelanggengan
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Pengasihan Kejawen Dewi Sundari