JAKARTA - Cara menghitung hari baik membuka usaha dengan metode Poncosudo kembali menjadi pembahasan di kalangan masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa. Melalui perhitungan weton dan neptu, metode ini dipercaya dapat membantu menentukan waktu yang dianggap lebih baik untuk membuka usaha baru maupun cabang usaha.
Dalam penjelasan yang disampaikan kanal YouTube Ki Bagus Penglarisan, perhitungan hari baik dilakukan dengan menggabungkan neptu hari kelahiran dan neptu hari yang dipilih untuk memulai usaha. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dibagi lima untuk mengetahui kategori keberuntungan yang disebut Poncosudo.
Menurut penjelasan tersebut, setiap hari memiliki watak yang berbeda. Karena itu, pemilihan hari menjadi salah satu bagian penting sebelum seseorang memulai usaha apabila mengikuti perhitungan dalam budaya Jawa.
Baca Juga: Cara Menghitung Weton Menurut Primbon Jawa, Rumus Neptu untuk Melihat Karakter, Rezeki hingga Jodoh
Hari Senin Disebut Menjadi Pilihan Terbaik
Dalam penjelasan tersebut, hari Senin disebut sebagai hari dengan tingkat keberuntungan paling tinggi untuk memulai usaha.
Bagi seseorang yang hendak membuka usaha baru ataupun membuka cabang usaha, hari Senin disarankan menjadi pilihan utama.
Setelah Senin, hari Selasa juga dinilai sebagai hari yang baik meski tingkat keberuntungannya berada di bawah Senin.
Sementara hari Rabu masih tergolong baik. Namun, usaha yang dimulai pada hari tersebut dipercaya tetap akan menghadapi sejumlah tantangan sebelum berkembang.
Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier
Karena itu, tiga hari tersebut menjadi rekomendasi utama dalam metode Poncosudo ketika menentukan waktu membuka usaha.
Kamis hingga Sabtu Tidak Dianjurkan
Berbeda dengan Senin hingga Rabu, hari Kamis disebut memiliki tingkat keberuntungan yang rendah.
Dalam penjelasan tersebut, masyarakat yang mengikuti perhitungan Poncosudo disarankan tidak membuka usaha pada hari Kamis karena dipercaya akan menghadapi berbagai hambatan.
Hari Jumat dinilai lebih buruk dibandingkan Kamis.
Baca Juga: Arah Rezeki Menurut Nogo Dino, Ini Panduan Primbon Jawa agar Terhindar dari Kesialan Setiap Hari
Disebutkan pula bahwa Jumat merupakan hari yang relatif lebih singkat karena terdapat pelaksanaan salat Jumat. Oleh karena itu, hari tersebut tidak dianjurkan untuk memulai usaha baru.
Hari Sabtu menjadi hari yang paling tidak disarankan.
Menurut penjelasan itu, Sabtu merupakan hari dengan tingkat kesulitan paling tinggi apabila digunakan sebagai awal menjalankan usaha.
Sementara hari Minggu dinilai bersifat netral.
Baca Juga: Arah Rezeki Menurut Nogo Dino, Ini Panduan Primbon Jawa agar Terhindar dari Kesialan Setiap Hari
Artinya, Minggu tidak termasuk hari yang sangat baik, tetapi juga tidak masuk kategori hari yang paling buruk dalam perhitungan tersebut.
Mengenal Perhitungan Poncosudo
Selain memperhatikan watak hari, metode Poncosudo juga menggunakan neptu weton sebagai dasar menentukan hari baik.
Dalam tradisi Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu masing-masing.
Nilai tersebut kemudian dijumlahkan antara weton kelahiran dengan hari yang dipilih sebagai waktu membuka usaha.
Setelah seluruh nilai diperoleh, hasilnya dibagi lima.
Sisa dari pembagian itulah yang menjadi dasar penentuan kategori Poncosudo.
Kategori tersebut terdiri atas Sandang, Pangan, Bejo, Loro, dan Pati.
Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier
Contoh Menghitung Hari Baik Membuka Usaha
Dalam video tersebut diberikan contoh sederhana mengenai cara melakukan perhitungan.
Misalnya seseorang memilih membuka usaha pada Senin Kliwon.
Nilai neptu Senin adalah 4, sedangkan Kliwon bernilai 8.
Dengan demikian, total neptu hari yang dipilih menjadi 12.
Selanjutnya dicontohkan seseorang memiliki weton kelahiran Jumat Pahing.
Nilai Jumat adalah 6, sedangkan Pahing memiliki nilai 9.
Total neptu weton kelahiran menjadi 15.
Nilai hari membuka usaha kemudian dijumlahkan dengan neptu kelahiran.
12 + 15 = 27.
Setelah itu hasil tersebut dibagi lima.
Sisa pembagian kemudian dicocokkan dengan kategori Poncosudo yang terdiri atas Sandang, Pangan, Bejo, Loro, dan Pati.
Dalam contoh yang disampaikan, hasil perhitungan tersebut masuk pada kategori Pangan.
Kategori tersebut dijelaskan memiliki makna yang baik sehingga hari Senin Kliwon dinilai cocok digunakan untuk membuka usaha bagi seseorang yang lahir pada weton Jumat Pahing.
Perhitungan Bisa Dilakukan Sendiri
Melalui contoh tersebut, masyarakat yang memahami nilai neptu wetonnya dapat melakukan perhitungan secara mandiri.
Caranya cukup mengetahui weton kelahiran, menentukan hari dan pasaran yang akan dipilih, kemudian menjumlahkan seluruh nilai sebelum dibagi lima.
Meski demikian, penjelasan tersebut tetap menekankan agar pemilihan hari diprioritaskan pada hari Senin, Selasa, atau Rabu.
Ketiga hari itu dianggap memiliki tingkat keberuntungan lebih baik dibandingkan hari lainnya dalam metode Poncosudo.
Membuka Usaha Tidak Hanya Mengandalkan Hari
Dalam penjelasan yang sama juga disampaikan bahwa ada kondisi ketika usaha sudah berjalan, tetapi belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan.
Menurut pemaparan tersebut, keadaan itu disebut dapat dipengaruhi oleh unsur energi di lokasi usaha.
Karena itu, disebutkan pula adanya upaya pembersihan energi agar tempat usaha memiliki energi positif.
Baca Juga: Letak Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Naga Hari, Naga Rijal, dan Naga Pasaran Lengkap
Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pandangan yang dijelaskan dalam video mengenai faktor-faktor yang dipercaya memengaruhi kelancaran usaha.
Pada akhirnya, metode Poncosudo merupakan salah satu bentuk perhitungan dalam tradisi Jawa yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat. Perhitungan ini menggabungkan neptu weton, hari pasaran, dan pembagian lima untuk menentukan hari yang diyakini membawa keberuntungan ketika memulai usaha atau membuka cabang bisnis.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ki Bagus Penglarisan