JAKARTA - Cara menghitung hari baik membangun pondasi rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat sebelum memulai pembangunan. Salah satu metode yang digunakan adalah rumus Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong dengan menghitung neptu hari serta neptu pasaran untuk menentukan waktu yang dianggap baik.
Perhitungan tersebut dipercaya dapat menjadi ikhtiar agar proses pembangunan rumah berjalan lancar, memperoleh keberkahan, serta memberikan kenyamanan bagi penghuni di masa mendatang.
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui kanal YouTube Wong Jowo, disebutkan bahwa selain memperhatikan aspek spiritual, pembangunan rumah tetap harus didukung tenaga ahli yang berpengalaman agar pondasi yang dibangun benar-benar kuat dan sesuai harapan.
Pentingnya Menentukan Hari Baik Sebelum Membangun Pondasi
Menurut penjelasan dalam video tersebut, pondasi merupakan bagian paling penting dalam sebuah bangunan. Pondasi yang kokoh akan menentukan kualitas rumah secara keseluruhan.
Karena itu, selain mempersiapkan desain dan memilih tukang yang profesional, sebagian masyarakat Jawa juga melakukan perhitungan hari baik sebelum memulai pekerjaan.
Kepercayaan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar pembangunan memperoleh kelancaran dari Tuhan Yang Maha Esa.
Harapannya, seluruh proses pembangunan berlangsung tanpa hambatan hingga rumah selesai dibangun dan dapat dihuni dengan rasa nyaman bersama keluarga.
Dalam tradisi Primbon Jawa, memilih waktu yang dianggap baik dipercaya dapat menghadirkan keberkahan sekaligus memberikan ketenangan batin bagi pemilik rumah.
Rumus Menghitung Hari Baik Membangun Pondasi Rumah
Pada pembahasan tersebut dijelaskan bahwa terdapat beberapa metode dalam Primbon Jawa. Namun, rumus yang digunakan kali ini adalah Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong.
Baca Juga: Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Kenali Arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu
Cara menghitungnya dimulai dengan menjumlahkan neptu hari dan neptu pasaran.
Setelah dijumlahkan, hasilnya dibagi dengan angka empat.
Angka empat digunakan karena berasal dari rumusan Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong.
Sisa hasil pembagian inilah yang nantinya dijadikan pedoman untuk mengetahui makna hari yang dipilih.
Metode tersebut dinilai sederhana karena hanya membutuhkan penjumlahan neptu hari dan pasaran, kemudian melihat sisa pembagian.
Apabila hasilnya sudah diperoleh, langkah berikutnya adalah mencocokkan angka sisa tersebut dengan makna yang terdapat dalam rumus Primbon Jawa.
Contoh Perhitungan Hari Minggu Wage
Video tersebut juga memberikan contoh perhitungan agar lebih mudah dipahami.
Misalnya seseorang ingin memulai pembangunan pondasi rumah pada Minggu Wage.
Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier
Dalam perhitungan yang dijelaskan, hari Minggu memiliki nilai neptu 5, sedangkan pasaran Wage bernilai 4.
Keduanya dijumlahkan sehingga menghasilkan angka 9.
Selanjutnya, angka 9 dibagi dengan angka 4.
Hasil pembagian tersebut menyisakan angka 1.
Sisa angka itulah yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengetahui makna hari tersebut menurut rumus Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong.
Makna Sisa Satu: Bumi
Apabila hasil pembagian menyisakan angka satu, maka hasil tersebut disebut Bumi.
Menurut penjelasan dalam video, Bumi dianggap sebagai hasil yang paling baik.
Rumah yang dibangun pada perhitungan tersebut dipercaya akan nyaman ditempati.
Baca Juga: Arah Rezeki Menurut Nogo Dino, Ini Panduan Primbon Jawa agar Terhindar dari Kesialan Setiap Hari
Selain itu, penghuni rumah diyakini akan merasa betah tinggal di dalamnya.
Hasil ini juga disebut memberikan harapan agar pembangunan berlangsung lancar serta bangunan tetap kokoh.
Karena alasan tersebut, sisa satu menjadi hasil yang paling diharapkan ketika melakukan perhitungan.
Makna Sisa Dua: Candi
Jika hasil pembagian menyisakan angka dua, maka masuk dalam kategori Candi.
Baca Juga: Keistimewaan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Dari Watak, Jodoh, Rezeki hingga Karier
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa rumah yang memperoleh hasil Candi cenderung sepi.
Istilah yang digunakan adalah rumah terlihat bagus, tetapi suasananya menyerupai candi yang sunyi.
Karena itu, hasil ini tidak menjadi pilihan utama dibandingkan hasil Bumi.
Makna Sisa Tiga: Rogoh
Sisa pembagian tiga disebut Rogoh.
Baca Juga: Arah Rezeki Menurut Nogo Dino, Ini Panduan Primbon Jawa agar Terhindar dari Kesialan Setiap Hari
Makna Rogoh dijelaskan berkaitan dengan kondisi rumah yang dinilai rawan mengalami kehilangan.
Rumah dipercaya lebih mudah menjadi sasaran pencurian atau dirogoh.
Selain itu, hasil Rogoh juga diartikan sebagai kondisi ketika pengeluaran pemilik rumah cenderung lebih banyak.
Dengan demikian, hasil ini dianggap kurang baik apabila dijadikan dasar menentukan hari pembangunan pondasi rumah.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik
Makna Sisa Empat: Sempoyong
Sementara itu, apabila hasil pembagian menunjukkan sisa empat, maka disebut Sempoyong.
Menurut penjelasan dalam video, Sempoyong memiliki makna rumah kurang kokoh.
Rumah dipercaya rawan mengalami kondisi miring atau tidak stabil.
Bahkan dijelaskan pula bahwa rumah berpotensi mudah roboh sehingga hasil ini menjadi salah satu yang dihindari dalam perhitungan tersebut.
Baca Juga: Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Kenali Arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu
Karena itu, seseorang dianjurkan mencari hari lain hingga memperoleh hasil yang lebih baik.
Hasil yang Dianjurkan Menurut Rumus Primbon Jawa
Berdasarkan rumus yang dipaparkan, hasil terbaik adalah ketika sisa pembagian menghasilkan angka satu atau Bumi.
Oleh sebab itu, seseorang dianjurkan mencari hari yang setelah dihitung memberikan hasil tersebut.
Menurut penjelasan dalam video, hasil Bumi dipercaya memberikan harapan agar pembangunan rumah berjalan lancar sejak awal.
Selain itu, rumah juga diyakini menjadi tempat tinggal yang nyaman serta membuat penghuninya merasa betah.
Meski demikian, penjelasan tersebut juga menekankan pentingnya mempersiapkan pembangunan rumah secara matang.
Pemilik rumah tetap disarankan memilih tenaga ahli yang berpengalaman dan profesional agar pondasi benar-benar kuat.
Dengan demikian, selain mengikuti perhitungan yang dipercaya dalam tradisi Primbon Jawa, aspek teknis pembangunan juga tetap menjadi perhatian utama.
Di akhir pembahasannya, narasumber berharap masyarakat selalu diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam setiap langkah, termasuk saat memulai pembangunan rumah.
Perhitungan hari baik menurut Primbon Jawa tersebut disebut sebagai salah satu bentuk ikhtiar yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga sekarang dalam menentukan waktu memulai pembangunan pondasi rumah.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Wong Jowo