Cara Menghitung Hari Baik Pasang Kuda-Kuda Rumah Menurut Primbon Jawa, Perhatikan Neptu Hari, Pasaran, dan Bulan

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35 WIB
Cara menghitung hari baik pasang kuda-kuda rumah menurut Primbon Jawa menggunakan neptu hari, pasaran, dan bulan beserta arti Kertayasa hingga Sempoyong. (Youtube, com)
Cara menghitung hari baik pasang kuda-kuda rumah menurut Primbon Jawa menggunakan neptu hari, pasaran, dan bulan beserta arti Kertayasa hingga Sempoyong. (Youtube, com)

JAKARTA - Cara menghitung hari baik pasang kuda-kuda rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat Jawa sebelum memasuki tahap akhir pembangunan rumah. Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari, neptu pasaran, dan neptu bulan, lalu hasilnya dibagi empat untuk menentukan makna yang dipercaya membawa keberkahan atau sebaliknya.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam tayangan kanal YouTube Balekambang TV yang mengulas tradisi masyarakat Jawa saat menentukan waktu terbaik untuk menaikkan kuda-kuda atau atap rumah.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, pemasangan kuda-kuda bukan sekadar tahapan konstruksi. Momen tersebut diyakini memiliki makna penting karena berkaitan dengan harapan akan keselamatan, kesejahteraan, serta kelancaran kehidupan penghuni rumah di kemudian hari.

Baca Juga: Cara Menentukan Hari Baik Menikah Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus Weton yang Dijelaskan Dewi Sundari

Tradisi Munggah Molo Saat Membangun Rumah

Sebelum membahas perhitungan hari baik, video tersebut menjelaskan adanya tradisi munggah molo yang masih dikenal di kalangan masyarakat Jawa.

Munggah molo merupakan prosesi selamatan yang dilakukan ketika kuda-kuda atau bagian atap tertinggi rumah dinaikkan.

Tradisi itu biasanya dilaksanakan saat pembangunan rumah telah memasuki tahap pemasangan rangka atap.

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, prosesi tersebut menjadi simbol harapan agar pembangunan rumah berjalan lancar sekaligus membawa keselamatan bagi seluruh penghuni.

Baca Juga: Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Kenali Arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu

Karena memiliki makna yang penting, waktu pelaksanaannya juga dipercaya perlu diperhitungkan dengan cermat menggunakan pedoman Primbon Jawa.

Neptu Hari dalam Perhitungan Hari Baik

Langkah pertama yang harus diketahui adalah nilai neptu hari.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa setiap hari memiliki nilai yang berbeda.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik

Berikut nilai neptu hari yang digunakan dalam perhitungan:

Nilai tersebut menjadi salah satu unsur utama dalam menentukan hasil akhir perhitungan hari baik pasang kuda-kuda rumah.

Nilai Neptu Pasaran Menurut Siklus Pancawara

Selain neptu hari, masyarakat Jawa juga menggunakan nilai neptu pasaran yang berasal dari siklus Pancawara.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik

Dalam video dijelaskan, masing-masing pasaran mempunyai nilai sebagai berikut:

Nilai pasaran ini nantinya dijumlahkan dengan neptu hari dan nilai bulan sebelum dilakukan pembagian.

Daftar Nilai Bulan dalam Primbon Jawa

Perhitungan hari baik juga melibatkan nilai bulan pada penanggalan Jawa.

Baca Juga: Weton Jodoh Ketemu 24 Menurut Primbon Jawa, Ini Kelebihan, Kekurangan, dan Makna Pati yang Perlu Dipahami

Berikut daftar nilai bulan yang disebutkan dalam video:

Ketiga unsur tersebut, yakni neptu hari, pasaran, dan bulan, menjadi dasar dalam rumus pencarian hari baik memasang kuda-kuda rumah.

Cara Menghitung Hari Baik Pasang Kuda-Kuda Rumah

Setelah mengetahui seluruh nilai neptu, langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan.

Baca Juga: Ramalan Primbon Jawa 2026: Tujuh Weton Ini Diprediksi Dihantam Rezeki Besar berkat Pengaruh Cakra Tenggorokan

Caranya dengan menjumlahkan nilai neptu hari, neptu pasaran, dan neptu bulan.

Hasil penjumlahan tersebut kemudian dibagi dengan angka empat.

Yang menjadi acuan bukan hasil pembagiannya, melainkan sisa pembagian yang diperoleh.

Sisa angka itulah yang memiliki makna tersendiri menurut Primbon Jawa.

Baca Juga: Pantangan Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari Naas dan Larangan yang Disebut Perlu Dihindari

Contoh Perhitungan Kamis Legi Bulan Zulkaidah

Video tersebut memberikan contoh agar masyarakat lebih mudah memahami cara menghitungnya.

Misalnya seseorang berencana menaikkan kuda-kuda rumah pada hari Kamis Legi di bulan Zulkaidah.

Perhitungannya dilakukan sebagai berikut:

Seluruh nilai dijumlahkan sehingga menghasilkan angka 14.

Baca Juga: Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Kenali Arti Padu, Pegat, Pati hingga Ratu

Selanjutnya angka 14 dibagi dengan 4.

Sisa hasil pembagian itulah yang menjadi dasar penentuan makna menurut rumus Primbon Jawa.

Arti Sisa Satu hingga Empat

Dalam penjelasan tersebut terdapat empat kemungkinan hasil yang dapat diperoleh.

Apabila hasil pembagian menyisakan angka satu, maka disebut Kertayasa.

Baca Juga: Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa: Watak Berwibawa, Rezeki Datang Bertahap hingga Rahasia Jodohnya

Kertayasa diartikan sebagai pertanda baik karena dipercaya membawa kekayaan bagi pemilik rumah.

Jika hasilnya sisa dua, maka disebut Candi.

Makna Candi dijelaskan sebagai hasil yang sangat baik atau selamat sehingga dianggap membawa keberuntungan dalam pembangunan rumah.

Apabila hasilnya sisa tiga, maka disebut Rogoh.

Baca Juga: Cara Menentukan Hari Baik Menikah Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus Weton yang Dijelaskan Dewi Sundari

Rogoh diartikan sebagai pertanda kurang baik karena rumah dipercaya lebih sering mengalami kehilangan atau pencurian.

Sementara itu, apabila hasil pembagian menghasilkan sisa empat, maka disebut Sempoyong.

Dalam penjelasan video disebutkan bahwa Sempoyong memiliki makna kurang baik karena rumah dipercaya tidak bertahan lama.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah Menurut Primbon Jawa, Simak Daftar Hari yang Paling Dianjurkan

Perhitungan Menjadi Pedoman Sebagian Masyarakat Jawa

Tradisi menentukan hari baik sebelum memasang kuda-kuda rumah masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Kepercayaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar sebelum memasuki tahapan penting dalam pembangunan rumah.

Selain memperhatikan aspek perhitungan Primbon Jawa, masyarakat tetap menjalankan tradisi selamatan atau munggah molo sebagai bentuk rasa syukur atas proses pembangunan yang telah berlangsung.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik

Prosesi tersebut juga menjadi simbol doa agar rumah yang sedang dibangun dapat memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi keluarga yang akan menempatinya.

Melalui penjelasan itu, Balekambang TV menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin melakukan perhitungan dapat terlebih dahulu mengetahui nilai neptu hari, pasaran, dan bulan, kemudian menerapkan rumus pembagian empat untuk mengetahui hasil akhirnya.

Empat hasil yang mungkin muncul, yakni Kertayasa, Candi, Rogoh, dan Sempoyong, masing-masing memiliki makna berbeda sesuai kepercayaan dalam Primbon Jawa.

Baca Juga: Primbon Jawa Ungkap Cara Menentukan Arah Kandang Ternak, Disebut Berpengaruh pada Kesehatan dan Rezeki

Dengan memahami cara perhitungannya, masyarakat yang masih memegang tradisi tersebut dapat menentukan waktu pemasangan kuda-kuda rumah sesuai pedoman yang diyakini.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : BALEKAMBANG tv
cara menghitung hari baik pasang kuda-kuda rumah munggah molo neptu hari pasaran bulan Kertayasa Candi Rogoh Sempoyong Primbon Jawa