JAKARTA - Cara mencari hari baik mendirikan rumah menurut perhitungan Jawa Aboge dijelaskan secara rinci oleh Warna Indonesia TV melalui tahapan yang melibatkan beberapa kitab penanggalan Jawa. Penentuan hari tidak hanya melihat neptu, tetapi juga memperhatikan wuku, ringkel, nas penanggalan, hingga kategori hari yang dianggap layak digunakan untuk membangun rumah.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan para penonton yang ingin mengetahui tata cara menentukan hari baik membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa Aboge. Dalam metode ini, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hari yang dipilih dinilai sesuai menurut perhitungan.
Berbeda dengan anggapan sebagian masyarakat yang hanya berpatokan pada neptu hari, perhitungan Jawa Aboge menggabungkan beberapa unsur sehingga proses penentuannya dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Hitungan Neptu dan Naga Bulan
Tiga Kitab dan Kalender Menjadi Acuan Perhitungan
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa ada tiga kitab utama yang digunakan untuk menentukan hari baik mendirikan rumah.
Kitab pertama adalah Buku Pawukon, yang dipakai untuk mengetahui kategori hari berdasarkan wuku. Kitab kedua ialah Buku Macekan, yang berfungsi melihat nas atau hari-hari yang harus dihindari dalam penanggalan.
Sementara kitab ketiga adalah Buku Hijrahan, yang berisi hitungan khusus untuk mendirikan bangunan.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik
Selain ketiga kitab tersebut, diperlukan pula kalender Jawa yang memuat informasi wuku, bulan, dan penanggalan. Bagi masyarakat yang belum memiliki kalender cetak, narasumber menyebutkan bahwa kalender serupa juga tersedia dalam bentuk aplikasi.
Hitungan Mendirikan Rumah Menurut Jawa Aboge
Di dalam Buku Hijrahan dijelaskan terdapat lima siklus hitungan untuk mendirikan bangunan, yaitu:
- Kerto
- Yoso
- Candi
- Rogo
- Sempoyong
Dari lima hasil tersebut, hitungan yang dianggap baik berbeda sesuai jenis bangunan yang akan didirikan.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik
Untuk bangunan seperti toko atau dapur digunakan hitungan Kerto, yang dicontohkan berada pada neptu 11 dan 16.
Sementara balai atau balai pertemuan menggunakan hitungan Yoso, dengan contoh neptu 7, 12, dan 17.
Adapun khusus mendirikan rumah, hitungan yang dianjurkan adalah Candi.
Contoh neptu yang menghasilkan hitungan Candi adalah 8, 13, dan 18.
Narasumber menjelaskan bahwa angka tersebut bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari proses penghitungan siklus Kerto, Yoso, Candi, Rogo, hingga Sempoyong. Apabila hasil akhirnya jatuh pada Candi, maka hari tersebut dianggap baik untuk mendirikan rumah.
Contoh Pencarian Hari pada Kalender Juni 2025
Sebagai contoh praktik, video menggunakan kalender Jawa bulan Juni 2025 yang bertepatan dengan bulan Besar hingga Sura.
Dalam rentang waktu tersebut terdapat beberapa wuku, mulai dari Guru Welut hingga Maktal.
Setiap wuku memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak semuanya dapat dipakai untuk hajatan yang berhubungan langsung dengan manusia, termasuk mendirikan rumah.
Wuku yang Tidak Disarankan Digunakan
Pembahasan dimulai dari Wuku Guru Welut.
Meski dalam perhitungan termasuk kategori yang sebenarnya dapat dipakai untuk berbagai hajatan, posisi kolom wuku ini berada di bagian atas sehingga dinilai tidak baik digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Selanjutnya adalah Wuku Tambir.
Baca Juga: Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Baik dan Arah Pantangan Mencari Rezeki Setiap Hari
Menurut penjelasan dalam video, Wuku Tambir memiliki ringkel Jalma, sehingga tidak dianjurkan dipakai untuk mendirikan rumah meskipun memiliki hitungan yang dianggap baik.
Begitu pula Wuku Medangkungan, yang disebut sebagai Wuku Malian sehingga tidak digunakan untuk hajatan yang berhubungan langsung dengan manusia.
Wuku Merakih Menjadi Pilihan
Dari beberapa wuku yang dibahas, narasumber menyebut Wuku Merakih sebagai salah satu pilihan yang dapat digunakan.
Dalam Buku Pawukon, Wuku Merakih memiliki ringkel Iwak. Bagi pengguna perhitungan Satworo, ringkelnya disebut Godong.
Kedua kategori tersebut dinilai masih dapat dipakai untuk mendirikan rumah karena tidak termasuk ringkel yang harus dihindari.
Namun demikian, pemilihan hari belum selesai sampai tahap itu. Hari tersebut masih harus memenuhi syarat lain, yakni memiliki hitungan Candi, kategori hari yang layak, serta tidak memiliki nas penanggalan.
Hari yang Memenuhi Hitungan Candi
Setelah membuka Buku Pawukon pada Wuku Merakih, narasumber mencari hari yang memiliki neptu 8, 13, atau 18.
Hasilnya ditemukan dua hari yang memenuhi syarat.
Hari pertama adalah Senin Pahing dengan neptu 13.
Baca Juga: Cara Mencari Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus dan Contoh Menghitungnya
Hari kedua adalah Sabtu Pahing dengan neptu 18.
Kedua hari tersebut menghasilkan hitungan Candi.
Selain itu, warna kategori pada Buku Pawukon ditunjukkan dengan warna kuning atau kategori sedang, yang masih dapat digunakan untuk hajatan yang berhubungan langsung dengan manusia.
Pemeriksaan Nas Penanggalan
Tahapan berikutnya ialah memastikan kedua hari tersebut tidak memiliki nas penanggalan.
Pengecekan dilakukan melalui Buku Macekan dengan melihat bulan Besar pada Tahun C.
Dari hasil pemeriksaan dijelaskan bahwa Wuku Merakih tidak termasuk dalam daftar hari yang memiliki nas penanggalan pada periode tersebut.
Artinya, Senin Pahing maupun Sabtu Pahing dinilai memenuhi syarat karena tidak memiliki larangan berdasarkan penanggalan yang digunakan dalam metode Jawa Aboge.
Dengan demikian, kedua hari tersebut disebut memiliki kondisi yang mulus menurut perhitungan yang dijelaskan dalam video.
Hal yang Masih Harus Diperhatikan
Meski seluruh tahapan telah terpenuhi, narasumber mengingatkan bahwa masih ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan hari pembangunan rumah.
Setiap orang memiliki nas kelahiran yang berbeda sehingga hari yang dipilih sebaiknya tidak bertabrakan dengan nas tersebut.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menghindari hari yang berkaitan dengan peringatan wafat orang tua apabila salah satu atau kedua orang tua telah meninggal dunia.
Menurut penjelasan dalam video, pertimbangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perhitungan Jawa Aboge yang dilakukan sebelum memulai pembangunan rumah.
Kesimpulan Perhitungan
Berdasarkan contoh yang digunakan pada bulan Juni 2025, narasumber menyimpulkan bahwa Senin Pahing dan Sabtu Pahing merupakan hari yang dapat dipakai untuk mendirikan rumah.
Kedua hari tersebut memenuhi beberapa syarat sekaligus, yaitu menghasilkan hitungan Candi dengan neptu 13 dan 18, berada pada Wuku Merakih yang dinilai sesuai untuk hajatan yang berkaitan dengan manusia, tidak termasuk Wuku Malian maupun ringkel Jalma, serta tidak memiliki nas penanggalan.
Meski demikian, narasumber kembali mengingatkan agar setiap orang tetap mencocokkan hasil tersebut dengan nas kelahiran masing-masing sebelum menentukan hari pembangunan rumah.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Warna Indonesia TV