Cara Mencari Hari Baik untuk Menanam Menurut Pakem Jawa, Begini Perhitungan Oyot, Wit, Godong, dan Woh

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:40 WIB
Cara mencari hari baik untuk menanam menurut pakem Jawa menggunakan perhitungan neptu oyot, wit, godong, dan woh, lengkap dengan penjelasannya (Pinterest).
Cara mencari hari baik untuk menanam menurut pakem Jawa menggunakan perhitungan neptu oyot, wit, godong, dan woh, lengkap dengan penjelasannya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Cara mencari hari baik untuk menanam menurut pakem budaya Jawa kembali dijelaskan dalam sebuah tayangan YouTube yang ditujukan bagi para petani. Metode ini menggunakan perhitungan neptu hari yang dibagi menjadi empat kategori, yakni oyot, wit, godong, dan woh. Menurut pemaparan narasumber, perhitungan tersebut merupakan bentuk ikhtiar agar hasil pertanian sesuai harapan, meski hasil akhirnya tetap bergantung kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tradisi menentukan hari baik untuk menanam disebut telah lama diterapkan oleh para sesepuh Jawa. Tujuannya agar tanaman tidak mudah terserang hama, termasuk wereng, serta menghasilkan panen yang memuaskan.

Dalam tayangan tersebut, narasumber juga menegaskan bahwa pembahasan ini bertujuan melestarikan budaya Jawa. Ia mengakui tidak semua petani masih menggunakan metode tersebut, namun berharap penjelasan itu dapat menjadi pengingat bagi masyarakat yang ingin menjaga tradisi leluhur.

Cara Menentukan Hari Baik untuk Menanam

Narasumber menjelaskan bahwa perhitungan hari baik dilakukan menggunakan empat kategori utama, yaitu oyot, wit, godong, dan woh.

Ia menyebut tidak menggunakan perhitungan mongso atau musim sebagaimana dilakukan pada masa lalu. Alasannya, pola cuaca saat ini dinilai sudah sulit diprediksi karena hujan dapat turun kapan saja.

Menurutnya, pembahasan kali ini hanya berfokus pada cara mencari hari baik berdasarkan neptu.

Empat kategori tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Jenis tanaman yang akan ditanam kemudian disesuaikan dengan kategori tersebut melalui perhitungan neptu hari.

Perhitungan Menggunakan Neptu Hari

Dalam penjelasannya, narasumber mengatakan bahwa neptu hari dibagi empat. Hasil pembagian beserta sisanya akan menentukan kategori hari yang digunakan.

Apabila sisa pembagian adalah satu, maka hari tersebut termasuk kategori oyot.

Sebagai contoh, neptu 13 dibagi empat menghasilkan angka tiga dengan sisa satu. Karena sisanya satu, maka termasuk kategori oyot.

Menurut penjelasan tersebut, neptu 13 dapat digunakan untuk menanam tanaman yang hasil utamanya berada di dalam tanah.

Selain neptu 13, kategori oyot juga disebut mencakup neptu 9 dan 17.

Baca Juga: Pelecehan Verbal Tak Lagi Dianggap Sepele Siulan dan Candaan Seksual Bisa Dipidana

Kategori Oyot untuk Tanaman Umbi

Kategori oyot diperuntukkan bagi tanaman yang hasil panennya berada di dalam tanah.

Beberapa contoh yang disebutkan dalam tayangan tersebut antara lain ketela dan kacang tanah.

Karena termasuk tanaman berumbi atau menghasilkan bagian utama di bawah permukaan tanah, maka hari tanam dipilih menggunakan kategori oyot.

Dalam contoh yang diberikan, neptu 13 dapat dipilih karena memenuhi syarat perhitungan tersebut.

Kategori Wit untuk Tanaman Berkayu

Kategori berikutnya adalah wit atau pohon.

Narasumber mencontohkan tanaman tebu sebagai salah satu tanaman yang menggunakan kategori ini.

Ia menjelaskan bahwa neptu 10 dibagi empat menghasilkan angka dua dengan sisa dua. Sisa dua menunjukkan kategori wit.

Karena itu, untuk kategori wit disebut dapat menggunakan neptu 10, 14, maupun 18.

Kategori Godong untuk Sayuran

Godong diartikan sebagai daun dan identik dengan berbagai jenis tanaman sayuran.

Sebagai contoh, narasumber menggunakan neptu 11.

Ia menjelaskan bahwa angka 11 dibagi empat menghasilkan angka dua dengan sisa tiga. Karena sisanya tiga, maka masuk kategori godong.

Selain neptu 11, kategori ini juga meliputi neptu 7 dan 15.

Menurut penjelasan tersebut, pemilihan hari yang sesuai diharapkan dapat memberikan hasil panen yang melimpah, menghindarkan petani dari kerugian, serta mengurangi gangguan terhadap tanaman.

Baca Juga: DLH Trenggalek Dorong Ekonomi Sirkular Desa, Fasilitasi Pengembangan Bank Sampah Berbasis BUMDes

Kategori Woh untuk Tanaman Buah

Kategori terakhir adalah woh atau buah.

Dalam tayangan disebutkan bahwa kategori ini digunakan bagi tanaman yang menghasilkan buah di atas permukaan tanah atau disebut sebagai polo gumantung.

Contoh perhitungannya menggunakan neptu 12.

Angka 12 dibagi empat menghasilkan pembagian tanpa sisa. Kondisi tidak bersisa itulah yang menjadi penanda kategori woh.

Selain neptu 12, kategori ini juga meliputi neptu 8 dan 16.

Tetap Memperhatikan Hari Naas dan Geblak Orang Tua

Meski hari yang diperoleh sesuai dengan kategori tanaman, narasumber mengingatkan agar petani tetap memperhatikan hari naas masing-masing.

Ia mengatakan bahwa apabila hari tanam bertepatan dengan hari naas pribadi, maka sebaiknya tidak digunakan.

Selain itu, ia juga mengingatkan mengenai geblak orang tua, yaitu hari wafat orang tua bagi mereka yang orang tuanya telah meninggal dunia.

Menurutnya, hari tersebut juga sebaiknya tidak dipilih untuk menanam meskipun secara perhitungan neptu termasuk hari baik.

Dalam tayangan tersebut, narasumber menyebut bahwa pembahasan mengenai hari naas berdasarkan masing-masing hari kelahiran telah dijelaskan pada video lain yang tersedia dalam daftar putar kanalnya.

Tidak Menggunakan Perhitungan Mongso

Salah satu hal yang turut dijelaskan ialah alasan tidak memakai perhitungan mongso.

Menurut narasumber, perubahan cuaca saat ini membuat musim hujan tidak lagi dapat diprediksi sebagaimana pada masa lampau.

Karena kondisi tersebut, ia memilih hanya menjelaskan cara menentukan hari baik menggunakan perhitungan neptu tanpa mengaitkannya dengan pergantian musim.

Baca Juga: Seleksi Ketat Personel Paskriba, Penyakit Bawaan Jadi Sorotan

Menyinggung Kesuburan Tanah Petani

Selain membahas hari baik untuk menanam, narasumber juga menyoroti kondisi kesuburan tanah pertanian.

Ia membandingkan praktik pertanian zaman dahulu dengan kondisi sekarang.

Menurutnya, pada masa lalu petani lebih banyak menggunakan pupuk kandang maupun pupuk kompos sehingga kondisi tanah tetap subur.

Sementara itu, saat ini penggunaan pupuk alami saja dinilai belum mampu memberikan hasil panen yang maksimal sehingga banyak petani mencampurnya dengan pupuk pabrikan.

Namun, penggunaan pupuk pabrik secara terus-menerus disebut memiliki kelemahan karena dapat membuat kualitas tanah menurun dan menjadi kurang subur.

Anjuran Memperbanyak Pupuk Alami

Sebagai solusi, narasumber menyarankan agar petani memperbanyak penggunaan pupuk alami seperti pupuk kandang dan kompos.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menjaga kualitas tanah tetap baik.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa jika hanya mengandalkan pupuk alami, hasil panen belum tentu maksimal sehingga petani berpotensi mengalami kerugian.

Karena itu, pembahasan tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan penggunaan pupuk agar produktivitas tanaman tetap terjaga sekaligus mempertahankan kesuburan lahan.

Tradisi sebagai Bentuk Ikhtiar

Di akhir tayangan, narasumber kembali menegaskan bahwa perhitungan hari baik merupakan bagian dari ikhtiar dalam bertani.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan panen pada akhirnya tetap berada dalam kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Melalui penjelasan tersebut, ia berharap tradisi warisan budaya Jawa mengenai penentuan hari baik untuk menanam tetap dikenal oleh generasi sekarang, sekaligus memberikan manfaat bagi para petani yang masih ingin menerapkannya dalam aktivitas bercocok tanam.

Video kemudian ditutup dengan doa agar penjelasan tersebut bermanfaat bagi para petani serta ajakan untuk terus mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

Baca Juga: Kaji Ulang Syarat Pendidikan Calon Kades

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
cara mencari hari baik untuk menanam hari baik menanam oyot wit godong woh budaya jawa Neptu Hari