Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Weton agar Terhindar dari Hari Sial

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:29 WIB
Hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa dihitung melalui weton dan neptu. Simak cara menghitung, arti Guru, Ratu, Rogoh, hingga Sempoyong. (Youtube. com)
Hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa dihitung melalui weton dan neptu. Simak cara menghitung, arti Guru, Ratu, Rogoh, hingga Sempoyong. (Youtube. com)

TRENGGALEK – Hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa hingga kini masih menjadi perhatian sebagian masyarakat, terutama mereka yang masih memegang teguh tradisi leluhur. Meski zaman semakin modern, perhitungan weton sebelum pindah rumah tetap dipercaya sebagai cara untuk memilih waktu yang membawa keberuntungan.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa diyakini dapat memengaruhi kehidupan penghuni setelah menempati rumah baru. Sebaliknya, memilih hari tanpa perhitungan dianggap berpotensi mendatangkan berbagai hal yang kurang baik, mulai dari sering terjadi pertengkaran hingga rezeki yang tidak lancar.

Karena itu, perhitungan weton masih sering digunakan sebagai pedoman sebelum melakukan boyongan. Metode ini mengacu pada penjumlahan neptu hari kelahiran dan hari yang dipilih untuk pindah rumah, kemudian dicocokkan dengan makna tertentu dalam Primbon Jawa.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Baik

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah

Perhitungan dimulai dengan mengetahui weton atau neptu hari kelahiran seseorang. Nilai neptu diperoleh dari penjumlahan nilai hari lahir dan pasaran Jawa.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Jumat Pon memiliki nilai neptu 13. Angka tersebut berasal dari Jumat yang bernilai 6 dan Pon yang bernilai 7.

Setelah mengetahui nilai neptu kelahiran, langkah berikutnya adalah menentukan hari yang akan digunakan untuk pindah rumah. Nilai neptu hari pindahan kemudian dijumlahkan dengan neptu kelahiran.

Misalnya seseorang dengan neptu 13 berencana pindah pada Sabtu Kliwon yang memiliki nilai neptu 17. Total kedua angka tersebut kemudian dibagi dengan angka empat.

Baca Juga: Hari Baik Pindah Rumah Menurut Jawa, Begini Hitungan Petung Nogo Dino Berdasarkan Arah dan Bulan

Sisa hasil pembagian inilah yang menjadi dasar penentuan apakah hari tersebut termasuk kategori baik atau kurang baik menurut Primbon Jawa.

Empat Hasil Perhitungan Weton

Dalam Primbon Jawa, hasil pembagian empat menghasilkan empat kategori yang memiliki makna berbeda.

Kategori pertama adalah Guru. Jika sisa pembagian menunjukkan angka satu, maka hari tersebut dipercaya membawa kelancaran rezeki, keselamatan, penghormatan, dan kehidupan yang lebih sejahtera.

Kategori kedua adalah Ratu. Hasil ini juga termasuk pertanda baik karena dipercaya menghadirkan kelimpahan rezeki, terhindar dari kesialan, serta membuat penghuni rumah lebih disegani di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat

Kategori ketiga disebut Rogoh. Hari dengan hasil ini dianggap kurang baik karena dipercaya membuat rumah lebih mudah dimasuki pencuri, hubungan antaranggota keluarga kurang harmonis, dan kebahagiaan sulit tercapai.

Kategori terakhir adalah Sempoyong. Jika hasil perhitungan jatuh pada kategori ini, penghuni rumah dipercaya akan merasa kurang nyaman, sering menghadapi berbagai kesulitan, serta rentan mengalami perselisihan di dalam keluarga.

Karena itu, masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa umumnya lebih memilih hari yang menghasilkan kategori Guru atau Ratu dibandingkan Rogoh maupun Sempoyong.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Hitungan Neptu dan Naga Bulan

Bulan yang Dianggap Baik untuk Pindahan

Selain menghitung hari, Primbon Jawa juga mengenal pemilihan bulan yang dianggap lebih baik untuk melakukan pindahan rumah.

Dalam penjelasan tersebut, terdapat tiga bulan yang sering dijadikan pilihan.

Bulan Ruah dinilai sebagai waktu yang baik untuk berpindah rumah.

Sementara Zulkaidah dianggap cukup baik sehingga masih layak dipilih apabila disesuaikan dengan hasil perhitungan weton.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Hitungan Neptu dan Naga Bulan

Adapun Bulan Besar dipercaya menjadi waktu yang paling baik untuk melakukan pindahan karena dianggap membawa keberuntungan yang lebih besar bagi penghuni rumah.

Meski demikian, pemilihan bulan tetap dianjurkan disertai perhitungan hari agar hasilnya sesuai dengan pedoman Primbon Jawa.

Bagian dari Tradisi Leluhur

Perhitungan hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa pada dasarnya merupakan bagian dari ilmu titen atau pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa.

Baca Juga: Hari Baik Pindah Rumah Menurut Jawa, Begini Hitungan Petung Nogo Dino Berdasarkan Arah dan Bulan

Kepercayaan ini lahir dari pengalaman para leluhur yang mengaitkan berbagai peristiwa kehidupan dengan waktu pelaksanaannya. Karena itu, sebagian masyarakat masih menjadikan Primbon sebagai salah satu pedoman ketika mengambil keputusan penting, termasuk saat akan menempati rumah baru.

Meski begitu, penggunaan Primbon tetap kembali kepada keyakinan masing-masing. Bagi sebagian orang, perhitungan weton menjadi bentuk pelestarian budaya Jawa, sementara bagi yang lain hanya dipandang sebagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Primbon Pusaka
pindah rumah Neptu Hari baik pindah rumah Weton jawa Primbon Jawa