Hari Baik Potong Rambut Menurut Primbon Jawa, Jangan Salah Pilih Hari Jika Ingin Rezeki dan Keberuntungan

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:49 WIB
Hari baik potong rambut menurut Primbon Jawa dipercaya membawa rezeki, keberuntungan, dan kemuliaan. Simak daftar hari baik serta hari yang sebaiknya dihindari. (Youtube. com)
Hari baik potong rambut menurut Primbon Jawa dipercaya membawa rezeki, keberuntungan, dan kemuliaan. Simak daftar hari baik serta hari yang sebaiknya dihindari. (Youtube. com)

TRENGGALEK – Hari baik potong rambut menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat yang mempercayai perhitungan hari dalam menjalani berbagai aktivitas, termasuk memotong rambut. Selain untuk menjaga penampilan, waktu potong rambut dipercaya memiliki kaitan dengan rezeki, keberuntungan, hingga perjalanan hidup seseorang.

Dalam tradisi Primbon Jawa, terdapat sejumlah hari yang diyakini membawa energi positif ketika digunakan untuk memotong rambut. Sebaliknya, ada pula hari-hari yang disarankan untuk dihindari karena dipercaya dapat mendatangkan kesialan atau mengurangi keberkahan.

Kepercayaan mengenai hari baik potong rambut menurut Primbon Jawa telah diwariskan secara turun-temurun. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, tradisi ini masih dijadikan pertimbangan oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai bagian dari kearifan lokal yang terus dilestarikan.

Baca Juga: Sisi Gelap Weton Jumat Legi Menurut Primbon Jawa: Mengapa Sifat Terlalu Lembut Rawan Memicu Beban Batin?

Hari Baik Potong Rambut Menurut Primbon Jawa

Dalam penjelasan yang disampaikan pada video tersebut, terdapat tiga hari yang dianggap paling baik untuk memotong rambut berdasarkan Primbon Jawa.

Hari pertama adalah Senin. Hari ini dipercaya menjadi awal yang baik untuk melakukan perubahan, termasuk memangkas rambut. Seseorang yang memotong rambut pada hari Senin diyakini akan memperoleh kemuliaan serta memiliki sifat yang lebih positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hari berikutnya adalah Kamis. Dalam Primbon Jawa, Kamis identik dengan harapan memperoleh kelancaran rezeki. Potong rambut pada hari Kamis dipercaya dapat membawa keberkahan finansial, membuka pintu rezeki, dan menghadirkan kemakmuran bagi orang yang melakukannya.

Baca Juga: 5 Pantangan Weton Kamis Kliwon Menurut Primbon Jawa: Pahami Karakter Idu Geni dan Hari Naas

Sementara itu, Jumat juga termasuk hari yang sangat dianjurkan. Memotong rambut pada hari Jumat dipercaya dapat memberikan kemudahan dalam menyerap ilmu pengetahuan. Selain itu, seseorang juga diyakini akan mengalami perubahan sikap menjadi lebih santun dan bijaksana dalam berperilaku.

Hari yang Dianjurkan Dihindari

Selain hari-hari yang dianggap membawa keberuntungan, Primbon Jawa juga mengenal sejumlah hari yang diyakini kurang baik untuk memotong rambut.

Hari Selasa menjadi salah satu hari yang sebaiknya dihindari. Menurut kepercayaan tersebut, memotong rambut pada hari Selasa dipercaya dapat mendatangkan kesialan serta berbagai bentuk ketidakberuntungan. Bahkan, aktivitas itu disebut berpotensi mengundang malapetaka dalam kehidupan seseorang.

Baca Juga: Rahasia Weton Jumat Wage: 5 Pantangan Besar dan Hari Naas yang Wajib Diwaspadai Menurut Primbon Jawa

Kemudian ada Rabu. Hari ini dipercaya dapat memengaruhi akhlak dan kebiasaan seseorang ke arah yang kurang baik apabila digunakan untuk memotong rambut. Karena itu, masyarakat yang masih memegang tradisi Primbon Jawa biasanya menghindari aktivitas tersebut pada hari Rabu.

Hari Sabtu juga termasuk hari yang dianggap kurang baik. Potong rambut pada hari Sabtu dipercaya dapat membawa gangguan kesehatan serta berbagai kesialan lainnya. Kepercayaan ini membuat sebagian orang memilih menunda potong rambut hingga hari yang dinilai lebih baik.

Mengapa Hari Minggu Juga Perlu Dihindari?

Selain Selasa, Rabu, dan Sabtu, Minggu juga masuk dalam daftar hari yang tidak dianjurkan menurut Primbon Jawa.

Baca Juga: Ramalan Weton Jumat Wage 2026: Dinamika Rezeki, Ujian Batin, Hingga Petuah Asmara Menurut Primbon Jawa

Dalam kepercayaan tersebut, memotong rambut pada hari Minggu dipercaya dapat menghilangkan keberkahan hidup. Hari Minggu diyakini memiliki energi khusus yang perlu dihormati sehingga aktivitas potong rambut sebaiknya tidak dilakukan pada hari tersebut.

Meski demikian, seluruh penjelasan mengenai hari baik dan hari buruk untuk memotong rambut merupakan bagian dari tradisi budaya yang berkembang di tengah masyarakat Jawa. Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya oleh sebagian kalangan hingga sekarang.  Bagi masyarakat yang menjadikan Primbon Jawa sebagai pedoman, memilih hari yang tepat untuk memotong rambut dipercaya dapat memberikan ketenangan batin sekaligus harapan memperoleh keberuntungan, rezeki, maupun perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak meyakininya, potong rambut tetap dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan. Dengan demikian, tradisi Primbon Jawa dapat dipahami sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang masih hidup berdampingan dengan berbagai pandangan masyarakat modern

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Weton By Dani
hari baik potong rambut menurut Primbon Jawa hari baik potong rambut hari buruk potong rambut rezeki dan keberuntungan Primbon Jawa