TRENGGALEK – Hari baik potong rambut menjadi kebiasaan yang selalu diperhatikan oleh praktisi spiritual Ki Kusumo. Menurutnya, memilih waktu yang tepat untuk memangkas rambut bukan sekadar urusan penampilan, tetapi juga berkaitan dengan energi yang diyakini dapat memengaruhi kesehatan, kesuksesan, hingga kualitas hidup seseorang.
Dalam penjelasannya, Ki Kusumo mengaku hampir tidak pernah memotong rambut di luar hari baik potong rambut, yakni Senin, Kamis, atau Jumat. Meski rambutnya sudah terasa panjang dan perlu dirapikan, ia tetap memilih menunggu salah satu dari tiga hari tersebut tiba.
Pandangan mengenai hari baik potong rambut itu berangkat dari keyakinannya terhadap konsep metafisika dan spiritual yang memandang setiap aktivitas memiliki keterkaitan dengan pola energi alam serta karakter energi masing-masing individu.
Senin, Kamis, dan Jumat Dianggap Membawa Energi Positif
Ki Kusumo menjelaskan bahwa dirinya selalu menjadikan Senin, Kamis, dan Jumat sebagai pilihan utama untuk memotong rambut. Menurutnya, ketiga hari tersebut memiliki energi yang dianggap mampu memberikan dampak positif.
Ia meyakini bahwa memotong rambut pada hari-hari tersebut dapat membantu seseorang memperoleh energi yang lebih baik, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, kelancaran aktivitas, dan kesuksesan.
Menurutnya, setiap tindakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengubah penampilan, dapat diselaraskan dengan pola energi tertentu agar hasil yang diperoleh menjadi lebih maksimal.
Ia juga menegaskan bahwa keyakinan tersebut merupakan bagian dari pendekatan spiritual yang selama ini ia jalani, sehingga seluruh aktivitas penting selalu diperhitungkan berdasarkan waktu yang dianggap paling sesuai.
Perhitungan Berdasarkan Energi dan Tanggal Lahir
Dalam penjelasannya, Ki Kusumo menyebut bahwa setiap orang sebenarnya memiliki karakter energi yang berbeda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh tanggal, bulan, dan tahun kelahiran, bahkan hingga jam seseorang dilahirkan.
Menurutnya, unsur-unsur tersebut kemudian dihitung untuk mengetahui kecocokan seseorang terhadap waktu tertentu dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk memotong rambut maupun memotong kuku.
Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki unsur air sebaiknya tidak melakukan aktivitas tertentu pada waktu yang didominasi unsur api karena dianggap tidak selaras.
Melalui perhitungan tersebut, seseorang diyakini dapat mengetahui waktu yang paling tepat untuk melakukan suatu kegiatan sehingga hasilnya dinilai lebih baik dibandingkan dilakukan pada waktu yang kurang sesuai.
Meski demikian, Ki Kusumo mengakui bahwa hasil perhitungan setiap orang bisa berbeda. Hari yang dianggap baik baginya belum tentu menjadi hari terbaik bagi orang lain karena karakter energi masing-masing individu tidak sama.
Potong Kuku Juga Mengikuti Hari yang Sama
Tak hanya potong rambut, Ki Kusumo mengaku menerapkan prinsip serupa ketika memotong kuku. Ia menyebut bahwa dirinya juga memilih Senin, Kamis, atau Jumat sebagai waktu yang dianggap paling baik.
Baginya, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan energi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti waktu yang diyakini tepat, ia berharap aktivitas yang dilakukan membawa manfaat yang lebih besar.
Selain membahas soal hari potong rambut, Ki Kusumo juga menyinggung gaya rambut khas yang telah melekat pada dirinya selama bertahun-tahun.
Ia mengaku sengaja mempertahankan model rambut yang berbeda dari kebanyakan orang sebagai identitas pribadi. Bahkan, ketika gaya tersebut mulai banyak diikuti orang lain, ia memilih mengubah penampilannya agar tetap memiliki ciri khas.
Menurutnya, tampil berbeda merupakan bentuk ekspresi diri sekaligus cara membangun identitas yang mudah dikenali masyarakat.
Pandangan mengenai hari baik potong rambut yang disampaikan Ki Kusumo merupakan bagian dari keyakinan spiritual dan metafisika yang ia anut. Kepercayaan tersebut bersifat personal dan tidak didasarkan pada ketentuan ilmiah maupun aturan keagamaan. Meski demikian, pembahasan mengenai waktu terbaik untuk memotong rambut masih menjadi topik yang menarik perhatian masyarakat karena berkaitan dengan tradisi, budaya, dan kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ki Kusumo