TRENGGALEK - Hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat Jawa sebelum menentukan tanggal akad nikah. Penentuan hari baik ini dilakukan dengan menghitung weton kedua calon pengantin menggunakan rumus neptu jodoh yang dipercaya dapat membantu memilih waktu terbaik untuk melangsungkan pernikahan.
Perhitungan hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa kembali menjadi perhatian setelah banyak masyarakat mencari panduan mengenai cara menghitung weton jodoh. Dalam tradisi Jawa, penentuan hari pernikahan diyakini bertujuan agar rumah tangga pasangan dapat berlangsung harmonis, langgeng, dan terhindar dari berbagai persoalan di kemudian hari.
Melalui penjelasan dalam sebuah video edukasi mengenai Primbon Jawa, dijelaskan bahwa proses menentukan hari baik dilakukan dengan beberapa tahapan sederhana. Kunci utamanya adalah mengetahui jumlah neptu weton masing-masing calon mempelai sebelum menentukan hari yang dianggap paling baik.
Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa
Langkah pertama adalah mencari jumlah weton calon pengantin pria dan calon pengantin wanita. Setelah masing-masing nilai weton diketahui, kedua angka tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan total neptu jodoh.
Sebagai contoh, apabila calon pengantin pria memiliki jumlah weton 11 dan calon pengantin wanita memiliki jumlah weton 10, maka total neptu jodohnya adalah 21.
Setelah memperoleh angka tersebut, digunakan rumus sebagai berikut:
Jumlah neptu jodoh + angka baik ÷ 5 = harus bersisa 3.
Dalam penjelasan tersebut, sisa angka 3 dipercaya sebagai hasil terbaik menurut Primbon Jawa untuk menentukan hari pernikahan. Oleh karena itu, angka baik harus dicari hingga memenuhi syarat tersebut.
Misalnya, jumlah neptu jodoh adalah 21. Ketika ditambah angka 10, hasilnya menjadi 31. Jika dibagi 5, hasilnya bersisa 1 sehingga belum memenuhi syarat.
Namun ketika angka baik diganti menjadi 12, totalnya menjadi 33. Angka 33 yang dibagi 5 menghasilkan sisa 3. Dengan demikian, angka baik yang digunakan adalah 12.
Baca Juga: Rahasia Watak dan Rezeki Kamis Kliwon Menurut Primbon Jawa: Memiliki Daya Tahan Batin dan Pantangan
Daftar Hari dengan Jumlah Neptu 12
Setelah angka baik ditemukan, langkah berikutnya adalah mencocokkan jumlah neptu tersebut dengan kombinasi hari dan pasaran dalam Primbon Jawa.
Untuk jumlah neptu 12, hari yang disebut sebagai pilihan baik meliputi:
- Senin Kliwon
- Selasa Pahing
- Rabu Legi
- Kamis Wage
- Minggu Pon
Kelima kombinasi hari tersebut memiliki jumlah neptu 12 sehingga dianggap sesuai bagi pasangan yang mempunyai total neptu jodoh 21 berdasarkan contoh perhitungan tersebut.
Baca Juga: Rahasia Weton Sabtu Pon Menurut Primbon Jawa: Punya Neptu 16, Ini Ramalan Lengkap Tahun 2026
Contoh Perhitungan Weton Lain
Video tersebut juga memberikan contoh lain agar masyarakat lebih mudah memahami cara menghitungnya.
Apabila calon pengantin pria memiliki jumlah weton 8 dan calon pengantin wanita memiliki jumlah weton 7, maka total neptu jodohnya adalah 15.
Selanjutnya digunakan rumus yang sama.
Neptu jodoh 15 kemudian ditambah angka baik 13 sehingga menghasilkan angka 28. Saat dibagi 5, angka tersebut memiliki sisa 3 sehingga memenuhi ketentuan yang digunakan dalam Primbon Jawa.
Baca Juga: Rahasia Watak dan Rezeki Kamis Kliwon Menurut Primbon Jawa: Memiliki Daya Tahan Batin dan Pantangan
Karena angka baik yang diperoleh adalah 13, maka pasangan dapat memilih hari yang memiliki jumlah neptu 13.
Beberapa hari yang termasuk dalam kelompok tersebut antara lain:
- Senin Pahing
- Kamis Legi
- Jumat Pon
- Sabtu Wage
- Minggu Kliwon
Hari-hari tersebut menjadi alternatif tanggal pernikahan bagi pasangan dengan jumlah neptu jodoh 15 berdasarkan metode perhitungan yang dijelaskan.
Baca Juga: Rahasia Watak dan Rezeki Kamis Kliwon Menurut Primbon Jawa: Memiliki Daya Tahan Batin dan Pantangan
Meski demikian, perhitungan weton dan hari baik pernikahan merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebagian masyarakat masih menjadikannya sebagai pedoman dalam menentukan waktu pernikahan, sementara sebagian lainnya memandangnya sebagai bentuk kearifan lokal yang tetap perlu dilestarikan.
Dengan memahami cara menghitung neptu jodoh beserta rumus penentuan hari baik, masyarakat dapat mengetahui proses yang digunakan dalam tradisi Primbon Jawa ketika memilih tanggal pernikahan. Perhitungan tersebut diawali dari penjumlahan weton kedua calon mempelai, kemudian disesuaikan dengan angka baik hingga memperoleh sisa 3 saat dibagi lima, sebelum akhirnya dicocokkan dengan kombinasi hari dan pasaran yang memiliki jumlah neptu sesuai.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Sabdaning Ratu