TRENGGALEK - Hari baik buka usaha menurut Poncosudo menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat, terutama mereka yang masih mempercayai perhitungan Primbon Jawa sebelum memulai bisnis atau membuka cabang usaha baru. Dalam tradisi Jawa, pemilihan hari dipercaya dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar usaha berjalan lebih lancar.
Perhitungan hari baik buka usaha menurut Poncosudo menggabungkan watak hari dengan nilai weton atau neptu kelahiran seseorang. Hasil hitungan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan waktu yang dianggap paling tepat dalam memulai usaha.
Meski bersumber dari kepercayaan budaya Jawa dan bukan metode ilmiah, hari baik buka usaha menurut Poncosudo masih digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai pedoman sebelum membuka toko, warung, kantor, atau mengembangkan bisnis yang telah berjalan.
Hari Senin Disebut Sebagai Waktu Terbaik Memulai Usaha
Dalam metode Poncosudo, setiap hari memiliki tingkat keberuntungan yang berbeda. Hari Senin disebut sebagai hari dengan nilai paling baik untuk memulai usaha baru maupun membuka cabang bisnis.
Setelah Senin, hari Selasa juga dianggap membawa keberuntungan meskipun tingkatnya berada di bawah Senin. Sementara itu, hari Rabu masih tergolong baik, namun diyakini memiliki tantangan yang lebih besar sehingga membutuhkan kesiapan dan kerja keras dari pelaku usaha.
Sebaliknya, Kamis menjadi salah satu hari yang kurang disarankan. Menurut perhitungan tersebut, tingkat keberuntungan pada hari Kamis dinilai rendah sehingga usaha yang dimulai pada hari itu dipercaya lebih mudah menghadapi hambatan.
Hari Jumat juga dianggap kurang ideal untuk membuka usaha. Selain dikaitkan dengan tingkat keberuntungan yang lebih rendah, hari ini dipandang memiliki waktu aktivitas yang lebih singkat sehingga kurang efektif untuk memulai sebuah bisnis baru.
Baca Juga: Rahasia Weton Sabtu Pon Menurut Primbon Jawa: Punya Neptu 16, Ini Ramalan Lengkap Tahun 2026
Adapun Sabtu disebut sebagai hari yang paling berat menurut hitungan Poncosudo. Karena itu, banyak orang yang meyakini sebaiknya menghindari memulai usaha pada hari tersebut.
Sementara Minggu dipandang sebagai hari yang netral. Artinya, tidak memberikan pengaruh yang terlalu baik maupun terlalu buruk terhadap perjalanan usaha.
Cara Menghitung Hari Baik dengan Rumus Poncosudo
Selain menentukan hari yang dianggap baik, metode Poncosudo juga memperhitungkan neptu atau weton kelahiran seseorang.
Baca Juga: 5 Pantangan Weton Kamis Kliwon Menurut Primbon Jawa: Pahami Karakter Idu Geni dan Hari Naas
Langkah pertama adalah menjumlahkan nilai hari yang dipilih dengan nilai pasaran Jawa, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon. Setelah itu, hasil tersebut dijumlahkan lagi dengan neptu weton pemilik usaha.
Dalam contoh yang dijelaskan pada metode ini, hari Senin memiliki nilai 4, sedangkan Kliwon bernilai 8 sehingga totalnya menjadi 12.
Apabila seseorang lahir pada Jumat Pahing, maka nilai Jumat adalah 6 dan Pahing bernilai 9. Total neptu wetonnya menjadi 15.
Selanjutnya, angka 12 dan 15 dijumlahkan sehingga menghasilkan nilai 27. Nilai tersebut kemudian dibagi lima untuk melihat sisa pembagiannya.
Baca Juga: 5 Pantangan Weton Kamis Kliwon Menurut Primbon Jawa: Pahami Karakter Idu Geni dan Hari Naas
Menurut metode Poncosudo, sisa hasil pembagian akan menunjukkan kategori tertentu, seperti sandang, pangan, bejo, loro, maupun pati. Setiap kategori dipercaya memiliki makna tersendiri terkait perjalanan usaha yang akan dijalankan.
Perhitungan Weton Menjadi Bagian dari Tradisi Jawa
Perhitungan weton dalam budaya Jawa telah dikenal sejak lama sebagai salah satu pedoman dalam menentukan berbagai momentum penting, mulai dari pernikahan, pindah rumah, hingga membuka usaha.
Bagi masyarakat yang mempercayainya, hitungan Poncosudo menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memilih waktu yang dianggap membawa energi positif.
Namun demikian, keberhasilan sebuah usaha pada akhirnya tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor nyata, seperti kualitas produk, pelayanan kepada pelanggan, strategi pemasaran, kemampuan mengelola keuangan, serta konsistensi dalam menjalankan bisnis.
Karena itu, memilih hari baik menurut Poncosudo dapat dijadikan sebagai bagian dari keyakinan pribadi maupun pelestarian tradisi budaya. Sementara keberhasilan usaha tetap membutuhkan kerja keras, inovasi, kemampuan membaca peluang pasar, dan ketekunan agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ki Bagus Penglarisan