JAKARTA - Cara menghitung hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat, terutama mereka yang ingin menempati rumah baru dengan harapan memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan rezeki yang lancar. Dalam tradisi Jawa kuno, pemilihan waktu pindah rumah dipercaya memiliki pengaruh terhadap kehidupan penghuni di masa mendatang.
Kepercayaan tersebut diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Jawa. Mereka meyakini bahwa perpindahan rumah tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat berdampak pada kondisi keluarga, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun keharmonisan rumah tangga.
Salah satu metode yang digunakan dalam cara menghitung hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa adalah memperhatikan posisi Nogo Bulan dan menghitung weton penghuni rumah. Kedua unsur tersebut menjadi dasar dalam menentukan waktu yang dianggap paling baik untuk memulai kehidupan di tempat tinggal baru.
Baca Juga: Weton Rabu Pon Disebut Punya Energi Spiritual Tinggi, Ini Karakter dan Jodohnya
Hindari Arah Nogo Bulan Saat Pindah Rumah
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan posisi Nogo Bulan. Dalam Primbon Jawa, Nogo Bulan dipercaya berpindah sesuai bulan dalam kalender Jawa dan menjadi penanda arah yang sebaiknya dihindari saat pindah rumah.
Sebagai contoh, pada bulan Suro, Safar, dan Mulud, posisi Nogo Bulan berada di arah timur. Oleh karena itu, seseorang yang hendak pindah rumah disarankan tidak berpindah ke rumah yang berada di sebelah timur dari lokasi rumah lama.
Sebaliknya, apabila rumah tujuan berada di arah barat, utara, atau selatan, maka perpindahan masih dianggap aman dilakukan. Prinsip utama dalam perhitungan ini adalah menghindari arah tempat Nogo Bulan berada.
Baca Juga: Weton Rabu Pon: 4 Pantangan yang Disebut Bisa Menghambat Rezeki Menurut Primbon Jawa
Menurut kepercayaan Jawa, mendatangi arah Nogo Bulan berpotensi membawa hambatan atau kesulitan setelah menempati rumah baru. Karena itu, menentukan bulan yang tepat menjadi tahap awal yang penting sebelum menghitung hari pindahan.
Cara Menghitung Hari Baik Berdasarkan Weton
Setelah menentukan bulan yang sesuai, langkah berikutnya adalah menghitung weton penghuni rumah. Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari lahir dan pasaran pemilik rumah.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Rabu memiliki nilai neptu 7. Jika pasarannya Pon dengan nilai 7, maka total wetonnya menjadi 14.
Baca Juga: Weton Rabu Pon Usia 24-30 Tahun Disebut Puncak Rezeki, Ini Fase yang Perlu Diwaspadai
Apabila sudah menikah, weton pasangan juga harus dihitung dan dijumlahkan. Misalnya pasangan lahir pada hari Senin dengan nilai 4 dan pasaran Wage bernilai 4, sehingga total wetonnya menjadi 8.
Selanjutnya, tentukan hari yang akan digunakan untuk pindah rumah. Contohnya jika perpindahan dilakukan pada Minggu Pon, maka nilai neptunya adalah 5 ditambah 7 sehingga totalnya 12.
Semua angka tersebut kemudian dijumlahkan. Dalam contoh perhitungan, total weton suami, istri, dan hari pindah menghasilkan angka 34.
Baca Juga: Di Balik Kasus Chromebook Nadiem Makarim: Ada Deal Co-Investment 30% Google dan Peran Stafsus!
Sisa Pembagian Menentukan Hasil
Angka total yang diperoleh kemudian dibagi empat. Hasil pembagian tersebut tidak dilihat dari angka utamanya, melainkan dari sisa pembagiannya.
Jika hasil 34 dibagi 4, maka akan menghasilkan sisa 2. Dalam Primbon Jawa, sisa 2 disebut sebagai hitungan Ratu.
Makna Ratu diyakini sangat baik karena penghuni rumah dipercaya akan memiliki kewibawaan, disegani banyak orang, memperoleh rezeki yang baik, serta hidup lebih tenteram dan jauh dari konflik.
Baca Juga: Korupsi Pendidikan Terbesar! Kasus Chromebook Nadiem Makarim Sedot Uang Negara Rp1,98 Triliun
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa sisa 1 dan sisa 2 menjadi hasil yang paling diharapkan. Sisa 1 dikenal dengan sebutan Guru, sedangkan sisa 2 disebut Ratu. Keduanya dipercaya membawa keberuntungan bagi penghuni rumah baru.
Meski bersifat tradisional dan tidak memiliki dasar ilmiah, perhitungan weton untuk pindah rumah masih menjadi bagian dari budaya Jawa yang terus dipelajari dan dijadikan referensi oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.
Baca Juga: Modus Rekayasa Juknis di Kasus Chromebook Nadiem Makarim: Spesifikasi Dikunci demi Merek Tertentu!
Course: Youtube @jagadbolanenewschannel
Editor : Erlin Nur Azizah