Cara Menghitung Nogo Dino, Kenali 4 Arah dan 12 Bulan Jawa Sebelum Bepergian

Ayu Nur Laily • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:40 WIB

 

Cara menghitung Nogo Dino berkaitan dengan 4 arah dan 12 bulan Jawa. Kenali dasar perhitungannya sebelum menggunakan tradisi ini.
Cara menghitung Nogo Dino berkaitan dengan 4 arah dan 12 bulan Jawa. Kenali dasar perhitungannya sebelum menggunakan tradisi ini.

 

 

JAKARTA - Bagi masyarakat yang baru mengenal Nogo Dino, perhitungan tradisional ini mungkin terlihat cukup rumit karena berkaitan dengan waktu, bulan, dan arah. Namun, terdapat beberapa unsur dasar yang dapat dipahami untuk mengenal konsep tersebut.

Nogo Dino menggunakan gambaran posisi Nogo atau naga yang dipercaya berubah mengikuti periode tertentu. Posisi tersebut kemudian dikaitkan dengan empat arah utama, yakni timur, selatan, barat, dan utara.

Untuk memahami Nogo Dino, salah satu hal yang perlu diketahui adalah kalender Jawa. Kalender tersebut memiliki 12 bulan yang dikenal dengan nama Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar.

Baca Juga: Bikin Geger LCGC! Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur Mulai Rp 120 Juta, Punya Fitur Mewah dan Mesin HybridBaca Juga: Bikin Geger LCGC! Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur Mulai Rp 120 Juta, Punya Fitur Mewah dan Mesin Hybrid

Kenali 12 Bulan Jawa

Langkah awal untuk memahami Nogo Dino adalah mengenal bulan dalam kalender Jawa.

Dua belas bulan tersebut terdiri atas Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar.

Nama-nama tersebut menjadi bagian dari sistem penanggalan Jawa dan masih dikenal dalam berbagai kegiatan budaya.

Dalam perhitungan tradisional, bulan digunakan sebagai salah satu acuan untuk menentukan posisi Nogo.

Pahami Empat Arah Utama

Setelah memahami bulan Jawa, unsur berikutnya adalah arah.

Empat arah yang digunakan adalah timur, selatan, barat, dan utara.

Posisi Nogo dipercaya berada pada salah satu arah dalam periode tertentu. Posisi tersebut kemudian dibandingkan dengan arah perjalanan yang akan dilakukan.

Karena itu, orang yang mengikuti perhitungan Nogo Dino perlu mengetahui arah tujuan sebelum menentukan langkah berikutnya.Baca Juga: Korupsi Pendidikan Terbesar! Kasus Chromebook Nadiem Makarim Sedot Uang Negara Rp1,98 Triliun

 

Menentukan Posisi Nogo

Bagian yang paling penting dalam perhitungan adalah menentukan posisi Nogo berdasarkan pakem yang digunakan.

Setiap bulan atau periode tertentu dipercaya memiliki posisi yang berbeda. Setelah posisi diketahui, arah perjalanan dapat dibandingkan dengan posisi tersebut.

Jika arah perjalanan dianggap tidak sesuai dengan perhitungan, sebagian masyarakat memilih menunda perjalanan atau menentukan waktu lain.

Namun, cara tersebut merupakan bagian dari kepercayaan tradisional dan tidak dapat dipahami sebagai kepastian mengenai keselamatan atau hasil sebuah perjalanan.

Mengapa Hasil Perhitungan Bisa Berbeda?

Masyarakat yang baru mengenal Nogo Dino mungkin menemukan tabel atau perhitungan yang berbeda ketika mencari informasi.

Perbedaan tersebut dapat terjadi karena tradisi Jawa memiliki berbagai sumber dan pakem. Pengetahuan mengenai primbon juga diwariskan melalui keluarga dan daerah yang berbeda.

Karena itu, penting untuk mengetahui sumber yang digunakan sebelum melakukan perhitungan.

Menggabungkan beberapa versi tanpa mengetahui dasar perhitungannya justru dapat menghasilkan pemahaman yang membingungkan.

Baca Juga: Terbongkar! Awal Mulai Kasus Chromebook Nadiem Makarim dari Pertemuan Rahasia Google Hingga Kerugian Triliunan

Nogo Dino sebagai Pengetahuan Tradisional

Nogo Dino tidak hanya menarik untuk dipahami sebagai sebuah perhitungan. Tradisi tersebut juga menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa pada masa lalu menghubungkan waktu dan ruang dalam kehidupan sehari-hari.

Kalender tidak hanya digunakan untuk mengetahui tanggal, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kegiatan masyarakat, perjalanan, dan berbagai acara penting.

Hal tersebut menjadikan Nogo Dino sebagai salah satu bagian dari kekayaan budaya Jawa yang masih menarik untuk dipelajari.

Tetap Perhatikan Kondisi Nyata

Bagi masyarakat yang masih menggunakan Nogo Dino, perhitungan tersebut dapat dijadikan pertimbangan tambahan.

Namun, ketika melakukan perjalanan, faktor nyata seperti kondisi kendaraan, cuaca, kondisi jalan, dan kesiapan pengemudi tetap perlu menjadi perhatian utama.

Dengan demikian, mempelajari Nogo Dino tidak harus bertentangan dengan kehidupan modern. Tradisi dapat tetap dihargai sebagai warisan budaya, sementara keputusan sehari-hari tetap mempertimbangkan keadaan yang sebenarnya.

 

source:youtube @KANDHAKNOWONG

Editor : Ayu Nur Laily
arah mata angin cara menghitung nogo dino Tradisi Jawa Primbon Jawa Nogo Dino