Nogo Dino dan Rezeki Pedagang Keliling, Jangan Asal Pilih Arah Saat Berjualan

Ayu Nur Laily • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Nogo Dino dipercaya dapat menjadi pertimbangan pedagang keliling mencari rezeki. Kenali arah Nogo Dino berdasarkan hari dan pasaran Jawa.
Nogo Dino dipercaya dapat menjadi pertimbangan pedagang keliling mencari rezeki. Kenali arah Nogo Dino berdasarkan hari dan pasaran Jawa.

 

 

 

JAKARTA - Bagi pedagang keliling, menentukan arah perjalanan menjadi bagian penting sebelum mulai mencari pembeli. Dalam tradisi Jawa, Nogo Dino dipercaya dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan arah ketika seseorang hendak berdagang.

Nogo Dino dikenal sebagai perhitungan yang menghubungkan hari dengan arah tertentu. Setiap hari dipercaya memiliki posisi Nogo Dino yang berbeda sehingga pedagang dapat menyesuaikan arah perjalanannya.

Dalam konteks mencari rezeki, Nogo Dino dipercaya memiliki kaitan dengan keberuntungan dalam berdagang. Karena itu, sebagian masyarakat Jawa masih mengenal perhitungan ini sebelum berangkat mencari penghasilan.

Baca Juga: Siswa Alami Mulas hingga Keesokan Hari, Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Trenggalek

Hari dan Arah Nogo Dino

Berdasarkan penjelasan dalam sumber, Nogo Dino berada di arah timur pada Kamis, Jumat, dan Minggu.

Sementara itu, Sabtu disebut sebagai hari ketika Nogo Dino berada di selatan. Untuk Senin, Selasa, dan Rabu, Nogo Dino ditempatkan di barat.

Ada pula keterangan khusus mengenai arah utara. Senin disebut berada di barat sekaligus utara, sedangkan Jumat berada di timur sekaligus utara. Arah utara juga dikaitkan dengan pasaran Wage.

Pembagian tersebut menjadi dasar bagi masyarakat yang ingin memperhatikan Nogo Dino sebelum melakukan perjalanan.

Pasaran Juga Memiliki Arah

Tidak hanya hari, pasaran dalam kalender Jawa juga disebut mempunyai arah.

Kliwon berada di tengah. Pahing ditempatkan di selatan, Pon berada di barat, Wage di utara, sedangkan Legi berada di timur.

Artinya, seseorang yang ingin menggunakan perhitungan tersebut perlu memperhatikan kombinasi hari dan pasaran.

Contohnya adalah Jumat Legi. Jumat dikaitkan dengan timur, sedangkan Legi juga berada di timur. Kombinasi tersebut kemudian menjadi perhatian ketika seseorang hendak mencari rezeki ke arah timur.

Baca Juga: Harga di Bawah Rp 160 Juta, Apakah Suzuki Karimun 2026 Layak Jadi Mobil Pertama Kamu? Cek Faktanya!

Mengapa Pedagang Keliling Perlu Memperhatikan Arah?

Dalam penjelasan mengenai Nogo Dino, pedagang keliling menjadi salah satu orang yang dianggap dapat merasakan manfaat perhitungan arah.

Pedagang keliling biasanya berangkat dari rumah dan menentukan wilayah mana yang akan dituju. Jika arah perjalanan bertepatan dengan posisi Nogo Dino, tradisi tersebut menyarankan agar arah perjalanan diubah.

Kepercayaan tersebut dikaitkan dengan kemungkinan dagangan kurang laku, perjalanan kurang membawa keberuntungan, atau seseorang mengalami kerugian.

Sebaliknya, ketika pedagang memilih arah yang tidak menjadi posisi Nogo Dino, arah tersebut dipercaya lebih baik untuk mencari rezeki.

Contoh Perhitungan Jumat Legi

Jumat Legi menjadi contoh yang cukup mudah dipahami.

Dalam penjelasan tersebut, Nogo Dino pada Jumat berkaitan dengan timur dan pasaran Legi juga berada di timur.

Jika seorang pedagang dari rumah bergerak ke arah timur pada Jumat Legi, arah tersebut dianggap sebagai posisi yang perlu dihindari.

Pedagang kemudian dapat memilih arah lain. Dalam contoh yang disampaikan, ketika Nogo Dino berada di timur, arah barat dapat menjadi pilihan.

Baca Juga: Bikin Geger LCGC! Suzuki Karimun 2026 Resmi Meluncur Mulai Rp 120 Juta, Punya Fitur Mewah dan Mesin Hybrid

Perhitungan tersebut kemudian dicoba dalam aktivitas berdagang untuk melihat bagaimana pengalaman yang terjadi.

Bukan Jaminan Rezeki

Meskipun dikaitkan dengan rezeki, Nogo Dino tetap merupakan bagian dari adat dan kepercayaan Jawa. yg

Mengikuti arah tertentu tidak dapat dianggap sebagai jaminan seseorang pasti mendapatkan keuntungan. Hasil berdagang tetap dipengaruhi banyak hal, termasuk barang yang dijual, pembeli, kondisi pasar, dan usaha yang dilakukan.

Namun, bagi masyarakat yang memegang adat Jawa, Nogo Dino dapat menjadi pertimbangan tambahan ketika menentukan arah perjalanan.

Dengan mengenali hari, pasaran, dan arah, pedagang dapat mengikuti tradisi yang telah dikenal dalam masyarakat Jawa sekaligus tetap menjalankan usaha dengan pertimbangan yang nyata.

 

 

source:youtube @massepty4058

Editor : Ayu Nur Laily
arah mata angin dino jawa kepercayaan orang jawa rezeki menirut dino jowo Primbon Jawa