Nogo Dino untuk Rezeki, Ini Arah yang Dipercaya Membawa Keberuntungan Saat Berdagang

Ayu Nur Laily • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:55 WIB

 

Nogo Dino dikaitkan dengan arah mencari rezeki. Simak posisi Nogo Dino berdasarkan hari dan pasaran serta arah yang dipercaya perlu dihindari.
Nogo Dino dikaitkan dengan arah mencari rezeki. Simak posisi Nogo Dino berdasarkan hari dan pasaran serta arah yang dipercaya perlu dihindari.

 

JAKARTA - Masyarakat Jawa mengenal berbagai perhitungan tradisional yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah Nogo Dino, yang dalam kepercayaan tertentu digunakan untuk mempertimbangkan arah ketika seseorang hendak bepergian atau mencari rezeki.

Nogo Dino dipercaya memiliki posisi berbeda pada setiap hari. Posisi tersebut kemudian menjadi perhatian bagi orang yang hendak melakukan aktivitas seperti berdagang keliling atau melakukan perjalanan untuk mendapatkan penghasilan.

Dalam tradisi tersebut, arah keberadaan Nogo Dino justru dianggap sebagai arah yang sebaiknya dihindari. Pedagang dipercaya dapat memilih arah lain agar perjalanan mencari rezeki tidak berhadapan dengan posisi Nogo Dino.

Setiap Hari Memiliki Posisi Berbeda

Perhitungan Nogo Dino dalam sumber menjelaskan bahwa posisi Nogo Dino tidak menetap pada satu arah.

Baca Juga: Evolusi Si Kotak Legendaris! Suzuki Karimun 2026 Bangkit Tampil Sporty, Canggih, dan Bebas Kuno

Kamis, Jumat, dan Minggu dikaitkan dengan arah timur. Sabtu berada di selatan, sedangkan Selasa dan Rabu berada di barat. Senin juga disebut berada di barat, dengan keterangan tambahan berkaitan dengan arah utara.

Jumat juga disebut memiliki posisi di timur dan utara.

Perbedaan tersebut membuat seseorang perlu mengetahui hari ketika hendak melakukan perjalanan. Hari menjadi salah satu dasar untuk menentukan arah yang sebaiknya dihindari.

Lima Pasaran Memiliki Posisi Sendiri

Selain hari, terdapat lima pasaran yang juga dikaitkan dengan arah.

Kliwon berada di tengah, Pahing berada di selatan, Pon berada di barat, Wage berada di utara, dan Legi berada di timur.

Dengan adanya pembagian tersebut, perhitungan Nogo Dino tidak hanya memperhatikan hari dalam satu minggu. Pasaran juga menjadi unsur yang perlu diperhatikan.

Salah satu contoh yang diberikan adalah Jumat Legi. Pada kombinasi tersebut, Jumat memiliki kaitan dengan timur dan Legi juga berada di timur.

Arah Berangkat Bisa Dikaitkan dengan Rezeki

Bagi pedagang keliling, arah menjadi penting karena aktivitas mereka bergantung pada perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam kepercayaan Nogo Dino, ketika posisi Nogo Dino berada di timur, perjalanan menuju timur dianggap kurang baik untuk mencari rezeki.

Seseorang yang tetap bergerak ke arah tersebut dipercaya dapat mengalami kondisi seperti dagangan tidak laku atau bahkan kehilangan sesuatu.

Karena itu, pedagang dapat memilih arah yang berlawanan atau arah lain yang tidak menjadi posisi Nogo Dino.

Baca Juga: Harga di Bawah Rp 160 Juta, Apakah Suzuki Karimun 2026 Layak Jadi Mobil Pertama Kamu? Cek Faktanya!

Dalam contoh Jumat Legi, apabila dari rumah arah tujuan berada di timur, pedagang disarankan tidak mengambil arah tersebut. Arah barat kemudian disebut sebagai salah satu pilihan.

Rabu Menjadi Contoh Lain

Penjelasan Nogo Dino juga memberikan contoh untuk hari Rabu.

Pada Rabu, posisi Nogo Dino disebut berada di barat. Karena itu, seseorang yang hendak mencari rezeki dapat mengambil arah timur.

Logikanya adalah menghindari arah tempat Nogo Dino berada. Dengan demikian, pedagang tidak berjalan menuju posisi yang dipercaya dapat menghambat keberuntungan.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa arah perjalanan dapat berubah setiap hari.

Tradisi yang Bisa Diuji dalam Pengalaman

Dalam sumber tersebut, masyarakat juga diajak untuk memperhatikan pengalaman ketika menjalankan perhitungan Nogo Dino.

Misalnya, seorang pedagang dapat membandingkan pengalaman ketika berangkat pada Jumat Legi menuju timur dengan ketika memilih arah lain pada kesempatan berikutnya.

Baca Juga: Tembus 25 Km per Liter! Suzuki Karimun 2026 Berteknologi Hybrid Jadi Solusi Mobil Paling Irit Kemacetan Kota

Tradisi Jawa tersebut dipandang sebagai ilmu yang dapat dipahami melalui pengalaman. Namun, hasil pengalaman setiap orang tentu tidak selalu sama.

Nogo Dino tetap berada dalam ranah adat dan kepercayaan masyarakat Jawa. Karena itu, perhitungan tersebut tidak dapat diposisikan sebagai kepastian ilmiah mengenai jumlah rezeki yang akan diperoleh seseorang.

Bagi masyarakat yang mempercayainya, Nogo Dino dapat menjadi salah satu pedoman tradisional dalam menentukan arah ketika mencari penghasilan.

 

 

source:youtube @massepty4058

Editor : Ayu Nur Laily
primbon psaran jawa arah pedagang rezeki Nogo Dino