Naylatul Lestari Lewat Tari, Temukan Ruang Ekspresi Bisa Percaya Diri

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:54 WIB
JAGA KESEIMBANGAN: Warga Desa Pandean, Kecamatan Durenan, Naylatul Lestari, tak lupakan perkuliahan di tengah aktivitas padat lestarikan tarian jaranan. (NAYLATUL LESTARI UNTUK RADAR TRENGGALEK)
JAGA KESEIMBANGAN: Warga Desa Pandean, Kecamatan Durenan, Naylatul Lestari, tak lupakan perkuliahan di tengah aktivitas padat lestarikan tarian jaranan.(NAYLATUL LESTARI UNTUK RADAR TRENGGALEK)

DURENAN, Radar Trenggalek - Menari bagi Naylatul Lestari bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Bagi perempuan 19 tahun asal Desa Pandean, Kecamatan Durenan, itu menjadi ruang untuk mengekspresikan diri, mengasah kreativitas, sekaligus menjaga kesenian tradisional tetap hidup di tengah generasi muda.

Kecintaan Naylatul terhadap dunia tari telah tumbuh sejak duduk di bangku taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Saat itu, dia sudah kerap mengikuti berbagai kegiatan kesenian, termasuk pertunjukan jaranan. Pengalaman tersebut perlahan membuatnya semakin dekat dengan seni tari tradisional.

Kini, aktivitas menari tetap dijalani di sela kesibukannya sebagai mahasiswa. Naylatul tercatat sebagai mahasiswa semester III program studi Manajemen Keuangan Syariah di UIN SATU Tulungagung. Dia memilih menari karena merasakan banyak manfaat positif dari kegiatan tersebut.

Baca Juga: Yuliana Dwi Handayani Menembus Istana, Guncang Jakarta Tampilkan Tari Kolosal HUT Ke-81 RI

“Menari merupakan kegiatan yang menyenangkan dan membuat saya merasa lebih bebas dalam mengekspresikan diri. Selain itu, menari juga membantu mengembangkan kreativitas, melatih kelenturan dan koordinasi tubuh, serta meningkatkan rasa percaya diri,” ungkap Naylatul, Jumat (21/8).

Tak hanya aktif sebagai penari, Naylatul juga mulai berbagi kemampuannya kepada anak-anak. Setiap Sabtu, dia mengisi kegiatan ekstrakurikuler jaranan di SDN 2 Durenan. Baginya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena bisa mengenalkan seni tradisional kepada generasi yang lebih muda.

Keterlibatan Naylatul dalam dunia jaranan juga membawanya mengikuti sejumlah kegiatan dan pertunjukan. Salah satunya ketika masih sekolah dasar, dia pernah terlibat dalam kegiatan 1.000 penari jaranan. Dia juga sempat mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan Pramuka hingga tampil dalam agenda yang digelar di kawasan Pantai Prigi.

Baca Juga: Ekonomi Daerah Bergantung pada Sumber Daya Alam Warga Trenggalek Wajib Jaga Lingkungan

Pengalaman sejak kecil tersebut menjadi bekal bagi Naylatul untuk terus mengembangkan kemampuan. Dia tidak ingin menari hanya menjadi kegiatan sesaat. Sebab seni tradisional perlu terus dikenalkan agar tidak kehilangan tempat di kalangan anak muda.

Di tengah aktivitas perkuliahan, Naylatul berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan kegemarannya. Dia memandang keduanya dapat berjalan beriringan. Pendidikan menjadi bekal untuk masa depan, sedangkan menari menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan menjaga semangat.

“Bagi saya, menari bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga cara untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif dan membuat saya merasa bahagia,” ujarnya.

Naylatul berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengenal dan mempelajari kesenian tradisional.

Menurut dia, melestarikan budaya tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Mengikuti latihan, tampil dalam pertunjukan, maupun mengajarkan kepada anak-anak sudah menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya. (bim/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
SeniTradisional TariJaranan PemudaKreatif