Trenggaleknjenggelek – Aksi Marc Marquez yang meninggalkan grid sebelum start MotoGP COTA, Amerika Serikat, menjadi sorotan.
Pembalap Ducati Lenovo itu memutuskan kembali ke pit untuk mengganti motornya, tetapi langkahnya justru menimbulkan kekacauan di awal balapan.
Dikutip dari The Race, Senin (31/3), keputusan Marquez untuk meninggalkan grid diikuti beberapa pembalap lain, tepat sebelum putaran pemanasan dimulai.
Hal ini menyebabkan tayangan awal balapan harus dihentikan sementara.
Para pembalap bergegas ke pit dengan harapan bisa mengganti motor dengan ban basah akibat hujan yang turun.
Namun, saat itu jalur pit sudah ditutup. Menyadari kesalahan tersebut, Marquez mengaku telah mempertimbangkan keputusannya jauh sebelum start.
"Saya benar-benar tahu aturannya dan saya bertanya kepada Marco Rigamonti, kepala mekanik saya, tujuh menit sebelum start, apakah motor kedua sudah siap. Dia menjawab 'ya'. Dan kemudian saya berkata kepadanya 'mungkin saya akan meninggalkan grid'. Mengapa? Saya melihat bahwa ban hujan sudah bukan strategi yang tepat," ujar Marquez.
Ia juga memperkirakan bahwa aksinya akan diikuti oleh banyak pembalap, yang kemungkinan besar akan membuat balapan dihentikan sementara.
"Saya berpikir bahwa lebih dari 10 pembalap akan mengikuti saya dan kemudian mereka akan menghentikan balapan," tambahnya.
Situasi ini mengingatkan pada insiden GP Argentina 2018, di mana sebagian besar pembalap memilih masuk ke pit untuk mengganti ban, kecuali Jack Miller.
Kejadian itu memaksa race director membatalkan start dan mengubah prosedur balapan untuk mencegah kejadian serupa.
Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, juga ikut bergegas ke pit setelah melihat tindakan Marquez.
Ia mengakui sempat khawatir jika hanya sedikit pembalap yang melakukan hal yang sama.
"Begitu saya mulai berlari, saya hanya berharap akan ada lebih banyak pembalap yang mengikuti," ujar Pecco Bagnaia.
"Saya rasa kalau hanya kami berdua, kemungkinan besar kita akan mendapatkan penalti. Tetapi kemudian saya melihat banyak pembalap yang berlarian. Baiklah jika mereka tidak akan punya cukup waktu untuk menyingkirkan motor dari grid jadi tidak mungkin ada penalti," tambahnya.
Insiden ini memicu kritik dari beberapa pembalap lain yang merasa situasi tersebut tidak seharusnya terjadi.
MotoGP sebelumnya telah memperketat aturan terkait perubahan motor sebelum start, namun keputusan spontan dari beberapa pembalap tetap menimbulkan kebingungan di lintasan. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri