Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Unik, Timnas Indoneisa U-17 Lolos Piala Dunia Tanpa Unggul Penguasaan Bola

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 8 April 2025 | 16:00 WIB
Timnas Indonesia U-17 lolos Piala Dunia meski kalah penguasaan bola.
Timnas Indonesia U-17 lolos Piala Dunia meski kalah penguasaan bola.

Trenggaleknjenggelek - Timnas Indonesia U-17 berhasil mengunci tiket piala dunia usai meraih dua kemenangan beruntun di fase Grup C.

Menariknya, dua kemenangan tersebut diraih Timnas Indonesia U-17 dengan catatan penguasaan bola yang tidak dominan dibanding lawan-lawannya.

Pada laga perdana, Timnas Indonesia U-17 menghadapi Korea Selatan, finalis Piala Asia U-17 2023, di Stadion Prince Abdullah Al Faisal. Dalam pertandingan ketat itu, pasukan Nova Arianto sukses mencuri kemenangan tipis 1-0.

Namun, dari sisi statistik, penguasaan bola Indonesia hanya mencatat 32 persen, jauh tertinggal dari tim lawan.

Sementara itu, di pertandingan kedua kontra Yaman, Indonesia tampil lebih agresif dan menang dengan skor meyakinkan 4-1.

Namun, lagi-lagi penguasaan bola Garuda Muda bukan yang tertinggi. Skuad muda Indonesia hanya mencatat 44 persen penguasaan bola, namun mampu menciptakan 14 peluang atau shots ke gawang.

Hasil dari dua laga ini memastikan Indonesia lolos ke babak 8 besar meski masih menyisakan satu pertandingan terakhir di Grup C, yaitu melawan Afganistan pada Jumat (11/4/2025) mendatang.

Gaya bermain Timnas Indonesia U-17 mulai menunjukkan pola khas. Pelatih Nova Arianto tidak menekankan dominasi bola sebagai ukuran utama performa tim.

Alih-alih mengontrol permainan terlalu lama, Garuda Muda justru fokus pada penguasaan bola yang efektif dan langsung menyasar jantung pertahanan lawan.

Strategi ini memang cukup berisiko, sebab memberikan ruang dominasi kepada lawan. Namun, Indonesia mampu mengimbanginya dengan kedisiplinan tinggi dalam bertahan.

Salah satu kunci keberhasilan Indonesia adalah minimnya pelanggaran yang berbuah tendangan bebas di area berbahaya.

Saat menghadapi Korea Selatan, Indonesia hanya melakukan tiga pelanggaran sepanjang laga. Sedangkan saat melawan Yaman, hanya lima pelanggaran dicatatkan para pemain.

Disiplin dalam bertahan dan minim kesalahan menjadi kekuatan tersembunyi Indonesia dalam dua kemenangan awal ini.

Dengan strategi yang terbukti efektif, Nova Arianto berhasil meramu skuad muda yang tak hanya bermain cerdas, tapi juga tangguh secara mental dan efisien dalam eksekusi. Kini, Garuda Muda tinggal selangkah lagi menuntaskan fase grup dengan sempurna. (kho)

Pesan haru Shin Tae Yong untuk Nova Arianto
Pesan haru Shin Tae Yong untuk Nova Arianto
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Timnas Indonesia U-17 #Garuda Muda #piala dunia #Penguasaan Bola