Trenggaleknjenggelek– Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur secara resmi memaafkan Dessy Arfianto, Deputi Sekjen PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI DIY, terkait polemik pelaksanaan drawing Liga 4 yang dinilai tidak transparan. Meski demikian, Asprov PSSI Jatim menegaskan pentingnya proses drawing ulang yang lebih sportif, khususnya untuk zona nasional, guna menjaga integritas kompetisi.
Permintaan Maaf Diterima, Kesehatan Jadi Faktor Utama
Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, mengonfirmasi bahwa Dessy Arfianto telah meminta maaf secara langsung atas insiden tersebut. Riyadh menjelaskan bahwa masalah teknis saat drawing terjadi akibat keterbatasan fisik Dessy, yang mengalami gangguan pada tangannya sehingga menghambat proses pelaksanaan.
"Kami menerima permintaan maaf dengan lapang dada. Tidak ada niat buruk dari saudara Dessy, dan kondisi kesehatannya menjadi faktor utama. Namun, ini menjadi pelajaran agar ke depan semua tahapan kompetisi harus dilakukan dengan lebih profesional," ujar Riyadh.
Desak Drawing Ulang yang Lebih Transparan dan Sportif
Meski memaafkan, Asprov PSSI Jatim mendukung penuh keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk menggelar drawing ulang Liga 4 dengan prosedur yang jelas dan melibatkan seluruh pihak terkait. Riyadh menekankan bahwa drawing zona nasional harus berjalan dengan prinsip fair play untuk mencegah kecurigaan dan memulihkan kepercayaan publik.
"Kami apresiasi langkah tegas Pak Erick Thohir. Drawing ulang harus benar-benar transparan, terutama untuk tahap nasional, karena ini menyangkut kredibilitas sepak bola Indonesia," tegasnya.
Komitmen Menjaga Integritas Liga 4
Liga 4 sebagai kompetisi akar rumput dinilai krusial dalam membangun talenta sepak bola nasional. Asprov PSSI Jatim mengajak semua klub peserta untuk tetap fokus pada persiapan kompetisi sambil mendukung proses perbaikan sistem.
"Kami ingin Liga 4 berjalan bersih dan adil. Mari jadikan insiden ini sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola kompetisi di level regional maupun nasional," imbuh Riyadh.
PSSI Jatim Siap Kolaborasi untuk Perbaikan
Asprov PSSI Jawa Timur menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan PSSI Pusat dan asosiasi provinsi lain guna memastikan drawing ulang berjalan lancar. Mereka juga berharap insiden ini tidak terulang di kompetisi mendatang.
"Kami optimistis sepak bola Indonesia bisa lebih baik. Dengan kerja sama semua pihak, Liga 4 akan menjadi fondasi yang kuat untuk mencetak pemain berkualitas," tutup Riyadh.
Dengan langkah ini, PSSI Jatim berharap kontroversi drawing Liga 4 segera terselesaikan, dan kompetisi dapat berjalan dengan semangat sportivitas tinggi.(jaz)