Trenggaleknjenggelek - Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam dunia bulu tangkis internasional.
Banyak atlet berbakat lahir dari Tanah Air dan mengharumkan nama bangsa lewat berbagai gelar bergengsi.
Namun, tidak sedikit pula yang memilih meniti karier di luar negeri dengan menjadi warga negara lain karena berbagai alasan, mulai dari peluang lebih besar hingga pertimbangan pribadi.
Berikut lima pebulu tangkis asal Indonesia yang memilih dinaturalisasi dan membela negara lain di kancah internasional:
1. Mia Audina – Pindah ke Belanda demi Cinta
Mia Audina pernah dijuluki sebagai penerus Susi Susanti di tunggal putri.
Ia turut membawa Indonesia meraih kejayaan di Piala Uber 1994 dan 1996, serta mempersembahkan medali perak di Olimpiade Atlanta 1996.
Namun, pada tahun 2000, Mia memutuskan pindah kewarganegaraan ke Belanda setelah menikah dengan pria asal negeri tersebut.
Meski keputusan itu sempat mengejutkan publik Indonesia, Mia tetap menorehkan prestasi.
Ia menyumbangkan medali perak untuk Belanda di Olimpiade Athena 2004 sebelum pensiun dua tahun kemudian.
2. Tony Gunawan – Dari Emas Olimpiade untuk Indonesia ke Juara Dunia untuk Amerika
Sebagai salah satu legenda ganda putra, Tony Gunawan meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000 bersama Candra Wijaya.
Dua tahun kemudian, ia menetap di Amerika Serikat dan mulai berkarier sebagai pelatih sekaligus pemain.
Bersama Howard Bach, Tony sukses menjuarai Kejuaraan Dunia 2005 untuk Amerika Serikat.
Ia resmi menjadi warga negara AS pada 2011 dan sempat turun di Olimpiade London 2012 sebelum pensiun.
3. Andika Ramadiansyah – Talenta PB Djarum yang Kini Membela Australia
Andika Ramadiansyah adalah jebolan klub PB Djarum yang pernah membawa pulang medali perunggu di Kejuaraan Asia Junior 2015.
Ia sempat bergabung di pelatnas PBSI dan berpasangan dengan pemain-pemain potensial seperti Rinov Rivaldy dan Yeremia Rambitan.
Namun, sejak Oktober 2022, Andika memutuskan menjadi warga negara Australia. Sayangnya, kariernya meredup karena peringkat yang rendah, sehingga jarang tampil di ajang BWF level atas.
4. Setyana Mapasa – Bangkit dari Cedera dan Bersinar Bersama Australia
Setyana Mapasa pernah menjadi andalan Indonesia di ganda putri, dengan capaian medali perak di Kejuaraan Dunia Junior 2013.
Namun, cedera parah pada 2014 mengganggu kariernya. Setelah pulih, ia mengambil keputusan besar: berpindah kewarganegaraan ke Australia.
Bersama Gronya Somerville, Setyana menorehkan prestasi seperti menjuarai Belanda Open dan Canada Open 2016.
5. Pramudya Kusumawardana – Lanjut Studi dan Berkarier di Negeri Kangguru
Nama Pramudya Kusumawardana melambung setelah menjuarai Kejuaraan Asia 2022 di sektor ganda putra bersama Yeremia Rambitan.
Namun pada 2023, Pramudya memilih mundur dari pelatnas PBSI untuk melanjutkan pendidikan ke Australia. Di sana, ia aktif sebagai pelatih sekaligus pemain.
Saat ini, Pramudya tercatat membela Australia di nomor ganda putra dan ganda campuran, masing-masing berpasangan dengan Andika Ramadiansyah dan Nozomi Shimizu.
Fenomena naturalisasi ini menunjukkan bahwa tiap atlet memiliki jalan dan pilihan masing-masing dalam meniti karier.
Meski memilih negara lain, kontribusi dan jejak mereka di bulu tangkis dunia tetap menjadi bagian dari kisah panjang kejayaan Indonesia dalam olahraga tepok bulu ini. (kho)