Trenggaleknjenggelek — Semangat perserikatan yang pernah mewarnai masa kejayaan sepak bola Indonesia kini bersiap menyala kembali. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah merancang kebangkitan kompetisi sepak bola tingkat kota dan kabupaten melalui peluncuran Liga 4, sebagai bentuk revitalisasi para klub amatir di daerah.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai membangun komunikasi dengan para konstituen klub-klub lokal untuk menyepakati format kompetisi ini. “Kami aktifkan lagi perserikatan, mulai bicara dengan konstituen semua klub di daerah,” ujar Erick.
Baca Juga: PSSI Siapkan TC Singkat Jelang Lawan China, Fokus Adaptasi dan Kebugaran Pemain
Dari Daerah Menuju Nasional
Liga 4 akan digelar di tingkat kabupaten/kota selama kurang lebih empat bulan. Nantinya, juara dari tiap daerah akan naik kasta ke kompetisi tingkat provinsi, yakni Liga 3. Puncaknya, para jawara provinsi akan bertarung dalam kejuaraan nasional.
“Ini namanya klub amatir yang zaman dulu kita punya,” kata Erick, menyiratkan upaya untuk membangun kembali sistem berjenjang dari bawah, yang sempat hilang sejak pembekuan sepak bola amatir daerah lebih dari satu dekade lalu.
Menguatkan Ekosistem Sepak Bola Nasional
Kebijakan ini dinilai sebagai pelengkap penting bagi ekosistem yang sudah ada seperti Piala Soeratin untuk pemain muda dan Piala Pertiwi untuk sepak bola perempuan. Dengan menggeliatnya kompetisi lokal, diharapkan lahir lebih banyak talenta dari akar rumput yang bisa bersaing di tingkat profesional.
Baca Juga: Top 5 Rencana Naturalisasi Pemain Timnas Putri Indonesia Usai Batal Boyong Djenna de Jong
Erick juga menegaskan bahwa pendanaan untuk kompetisi ini dapat dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena sudah didukung regulasi dan payung hukum dari pemerintah pusat.
“Payung hukum sudah ada, Permendagri jelas, dan ada dukungan penuh dari Presiden. Pendanaan dari APBD kini bisa disalurkan kembali ke sepak bola, yang dulu sempat dilarang pada 2011,” jelasnya.
Menata Kembali Warisan Sepak Bola Lokal
Kebijakan ini menandai langkah serius PSSI untuk menata kembali sepak bola Indonesia secara menyeluruh, dari akar hingga puncak. Dengan menyentuh level paling dasar, Liga 4 diharapkan menjadi kawah candradimuka baru bagi lahirnya pemain berbakat, pelatih lokal, dan klub profesional masa depan.
Baca Juga: Perjalan Ciro Alves di Persib Berakhir, Masa depan Masih Misterius
PSSI optimistis, melalui pendekatan ini, sepak bola nasional akan tumbuh lebih inklusif dan kompetitif, bukan hanya di kota besar, tetapi juga dari kampung-kampung yang selama ini menjadi denyut nadi semangat olahraga rakyat.(jaz)