Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

13 Peralatan Panjat Tebing yang Wajib Dimiliki untuk Keamanan dan Kenyamanan

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 1 Mei 2025 | 02:00 WIB
Potret Alat Panjat Tebing
Potret Alat Panjat Tebing

Trenggaleknjenggelek- Panjat tebing merupakan olahraga ekstrem yang memerlukan kesiapan fisik sekaligus perlengkapan khusus.

Tanpa perlengkapan yang memadai, risiko cedera hingga kecelakaan bisa meningkat drastis. Oleh karena itu, para pemanjat harus memahami jenis-jenis peralatan yang wajib digunakan.

Berikut 13 perlengkapan panjat tebing penting menurut Insure for Sport:

1. Helm Panjat Tebing

Helm berfungsi melindungi kepala dari bahaya seperti jatuhan batu, benturan dinding, atau alat yang terlepas.

Ini adalah perlengkapan utama yang tidak boleh diabaikan saat mendaki tebing, baik di luar ruangan maupun dalam ruangan (indoor climbing).

2. Tali Panjat (Climbing Rope)

Tali panjat digunakan untuk mengamankan pemanjat dari risiko jatuh. Terbuat dari bahan khusus yang kuat dan elastis, tali ini menjadi penghubung utama antara pemanjat dan sistem pengaman.

3. Harness (Sabuk Pengaman)

Harness dikenakan di sekitar pinggang dan paha. Alat ini digunakan untuk mengaitkan tubuh ke tali utama dan berfungsi sebagai titik pusat pengaman saat mendaki maupun saat diturunkan.

4. Belay Device

Belay adalah alat pengendali tali panjat. Alat ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tali saat pemanjat bergerak turun atau saat terjadi penarikan mendadak akibat terjatuh.

5. Karabiner

Karabiner atau klip pengait digunakan untuk menyambungkan tali, belay, harness, atau perlengkapan lainnya. Pilih karabiner dengan sistem pengunci otomatis untuk keamanan lebih optimal.

6. Quickdraw

Quickdraw adalah sepasang karabiner yang terhubung dengan tali pendek. Fungsinya adalah membantu mengaitkan tali ke jalur pengaman sambil mengurangi gesekan agar pergerakan pemanjat tetap lancar.

7. Climbing Cams

Alat ini dimasukkan ke dalam celah batu atau retakan untuk menciptakan titik jangkar sementara. 

Climbing cams memberikan tambahan keamanan saat mendaki di rute-rute alami yang tidak memiliki baut permanen.

8. Sepatu Panjat (Climbing Shoes)

Sepatu khusus panjat tebing terbuat dari sol karet yang lengket agar mampu mencengkeram permukaan batu atau dinding dengan lebih kuat. Desainnya juga ramping agar kaki mudah masuk ke celah sempit.

9. Kapur (Chalk)

Kapur berfungsi menyerap keringat pada tangan, sehingga genggaman menjadi lebih mantap. Kapur membantu menghindari selip saat memegang batu atau pegangan buatan.

10. Chalk Bag (Tas Kapur)

Tas kecil yang dikenakan di pinggang ini digunakan untuk menyimpan kapur dan memudahkan pemanjat mengaksesnya kapan pun dibutuhkan selama pendakian.

11. Tape Jari

Pita perekat ini digunakan untuk membalut jari dan telapak tangan agar terlindung dari luka, gesekan, atau lecet saat menempel pada batu yang kasar.

12. Sarung Tangan Panjat

Sarung tangan membantu melindungi tangan dari permukaan kasar, paparan sinar matahari, serta menjaga kenyamanan saat bergelantungan dalam waktu lama.

13. Crash Pad atau Matras

Matras tebal ini diletakkan di bawah area panjat sebagai pelindung apabila pemanjat terpeleset atau jatuh, khususnya pada aktivitas bouldering yang tanpa tali. (kho)

LULUSAN PERTAMA DOKTOR: (Dari kanan ke kiri) Direktur UT Jember Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd., berfoto bersama lulusan pertama doktor dari UT Dr. Muhammad Aan Auliq, S.T., M.T.,
LULUSAN PERTAMA DOKTOR: (Dari kanan ke kiri) Direktur UT Jember Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd., berfoto bersama lulusan pertama doktor dari UT Dr. Muhammad Aan Auliq, S.T., M.T.,
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#dinding batu #panjat tebing #perlengkapan