Trenggaleknjenggelek — Paris Saint-Germain (PSG) berada di ambang sejarah besar. Klub asal Prancis tersebut kini hanya berjarak dua kemenangan dari pencapaian treble winner, yakni menjuarai tiga kompetisi utama dalam satu musim: Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions UEFA.
Musim ini, pasukan Luis Enrique tampil luar biasa. Mereka telah memastikan gelar juara Ligue 1 lebih awal setelah mengungguli rival-rival domestik dengan selisih poin yang meyakinkan. Dominasi mereka di liga tampak dari jumlah kemenangan dan produktivitas gol yang impresif sepanjang musim.
Kini, PSG bersiap menghadapi dua laga final penting:
- Final Coupe de France melawan Stade de Reims yang akan digelar pada 24 Mei.
- Final Liga Champions menghadapi Inter Milan di Allianz Arena, Munich, pada 31 Mei mendatang.
Keberhasilan PSG menyingkirkan Arsenal di semifinal Liga Champions (agregat 3-1) menjadi bukti bahwa mereka patut diperhitungkan sebagai kandidat juara Eropa. Jika mampu mengatasi Inter Milan, PSG akan meraih gelar Liga Champions pertamanya—gelar yang telah lama diidam-idamkan sejak proyek ambisius klub ini dimulai.
Pelatih Luis Enrique juga berpeluang mencetak sejarah pribadi. Jika sukses meraih treble bersama PSG, ia akan menjadi pelatih kedua yang pernah meraih treble winner bersama dua klub berbeda, setelah sebelumnya melakukannya bersama Barcelona pada musim 2014/2015.
Jalan menuju kejayaan kini terbuka lebar. Dua final tersisa akan menjadi penentu apakah PSG mampu menuliskan namanya dalam buku sejarah sepak bola sebagai penguasa Prancis dan Eropa.